Wow, Potensi Ekonomi Digital Indonesia US$ 100 Miliar

2 menit
Shutterstock
Shutterstock

Indonesia ingin menarik minat investor pada sektor ekonomi digital dan pariwisata. Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) akan menggelar Regional Investment Forum (RIF) 2019 guna memaksimalkan itu.

Mengusung tema Indonesia’s Digital Drive: Utilizing Digital Technology in Developing Regional dan Tourism Investment Opportunities, gelaran RIF 2019 diikuti 250 startup, investor, pelaku bisnis, hingga 800 peserta dari kalangan pemerintah daerah, asosiasi, dan kedutaan asing.

“RIF tahun ini diharapkan menjadi meeting point bagi para investor, pelaku bisnis startup, pemerintah daerah dan pemangku kepentingan lainnya. Sehingga perkembangan industri ini memiliki dampak maksimal bagi investasi Indonesia,” ujar Kepala BKPM Thomas Trikasih Lembong di Tangerang Selatan, Banten.

Deputi Bidang Promosi Penanaman Modal pada BKPM, Farah Ratnadewi Indriani menuturkan, tujuan pelaksanaan kegiatan RIF untuk mempromosikan peluang investasi. Khususnya dibidang ekonomi digital dan pariwisata Indonesia.

“Jadi kami fokus membuka jalur komunikasi antara pemerintah daerah, calon investor, dan startup di bidang tersebut. Harapannya, investasi di bidang ekonomi digital dan pariwisata juga bisa naik secara signifikan,” kata Farah.

Berdasarkan data dari Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), pengguna internet di Indonesia mencapai 143 juta atau 54 persen dari total populasi. Dengan jumlah pemilik smartphone dan mobile internet mencapai mencapai 90 juta.

Kemudian, hasil riset Google dan Temasek juga menyebutkan nilai ekonomi digital Indonesia  mencapai US$ 27 miliar dan berpotensi menjadi US$ 100 miliar pada 2025 mendatang.

Pertemukan Startup dan Calon Investor

Gelaran RIF 2019 ini, BKPM juga mengatur 148 pertemuan yang melibatkan 64 startup dan 45 investor.

Selain itu, BKPM juga melaksanakan digital startup pitching, one-on-one meeting antara calon investor dan stakeholder terkait termasuk startup. Kemudian seminar nasional tentang pengaruh dan masa depan ekonomi digital di Indonesia.

Hingga Febuari 2019, jumlah startup di Indonesia mencapai 2.070 dengan pertumbuhan tertinggi di tiga sektor, yaitu on-demand sevices, financial technology (fintech), dan e-commerce.

“Perkembangan industri startup yang cukup cepat ini harus segera direspon oleh pemerintah. Terutama BKPM sebagai lembaga yang melaksanakan fungsi pelayanan dan pelaksanaan penanaman modal,” ujarKepala BKPM.

Arus Kencang Investasi Ekonomi Digital

Sementara itu, Kepala BKPM Thomas Lembong mengatakan, saat ini arus modal di bidang ekonomi digital ke Indonesia masih kencang. Meskipun di tengah perekonomian global yang mengalami ketidakpastian.

“Khusus arus modal di ekonomi digital ke Indonesia masih kencang, kami tidak melihat trennya menurun atau melemah. Ini dibandingkan dengan tren pertumbuhan ekonomi global, yang semua kawasan mulai dari Eropa, China, dan AS, semua menurunkan target pertumbuhan ekonominya,” ujarnya.

Menurut Lembong, investasi sektor digital bisa menjadi tumpuan untuk menyelamatkan investasi internasional foreign direct investment atau (FDI).

“Arus modal dari digital dan startup jadi andalan kita untuk menyelamatkan investasi internasional di samping smelter atau logam,” jelasnya.

Editor: Ayyi Achmad Hidayah

Pramdia Arhando
Pramdia Arhando

Atlet renang yang gagal, tapi pernah jadi juara. Kini masuk dunia jurnalistik dan finansial. Semua tulisan di sini dari fakta dan kisah nyata.

MoneySmart.id adalah portal finansial terbesar dan terpercaya di Indonesia. Melalui konten yang kreatif dan inspiratif, kami berdedikasi untuk menjadi pemandu Anda dalam pengelolaan keuangan yang lebih baik.

Tentang Kami

IKUTI KAMI DI

Say Hello!

(021) 3005 6456

[email protected]

Jl Benda No. 92,
Jakarta Selatan, Indonesia 12560

Singapore Indonesia Hong Kong Philippines Taiwan