Ini Indikator Investasi Pasar Modal Makin Bergairah di Tahun Politik

2 menit
Shutterstock
Ilustrasi Investor Pasar Modal (Shutterstock)

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memprediksi kinerja pasar modal di Indonesia pada tahun ini akan semakin bergairah. Seiring dengan investor mulai mengalihkan dana dari sektor perbankan yang disebabkan oleh tingkat imbal hasil (yield) berpotensi menurun.

Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso meyakini, normalisasi kebijakan moneter di Amerika Serikat juga berdampak pada aliran modal ke negara berkembang. Termasuk ke pasar modal Indonesia.

“Ini jadi sentimen positif, portofolio kemungkinan masuk dan cadangan devisa bisa naik lagi lebih dari US$ 120 miliar. Sektor keuangan akan lebih mudah pada 2019 dibanding 2018,” ujar Wimboh di Jakarta.

Derasnya aliran modal asing yang masuk akan mendorong yield perbankan berpotensi turun. Sedangkan di sisi lain, investor akan melirik pasar modal sebagai lahan berinvestasi dengan imbal hasil yang lebih menarik.

“Kemungkinan potensi lending yield turun. Jadi capital market raising money-nya bisa lebih besar dibanding 2018,” ujar Wimboh.

Pemilu Malah Dongkrak Pasar Modal

Sementara itu, memasuki tahun penyelenggaran pemilihan umum (pemilu) secara serentak pada tahun 2019 ini, Bursa Efek Indonesia (BEI) mengaku optimis. Kinerja pasar modal di Indonesia akan semakin positif dengan adanya pemilu serentak.

Sebelumnya, Direktur Utama BEI, Inarno Djajadi memprediksi, penyelenggaran pemilu tidak akan menganggu bagi kinerja pasa modal pada tahun ini.

Sebaliknya, dirinya meyakini, kinerja industri pasar modal akan tetap kondusif dan mencatatkan kinerja yang positif.

“Artinya tidak terganggu signifikan adanya pemilu dengan indeks dan IPO itu tetap bagus dan tetap positif. Jadi kami optimis dengan adanya pilpres dan segala macam dan itu tidak akan mempengaruhi banyak terhadap pasar modal. Kalau ada riak-riak kecil itu biasalah,” ujar Inarno.

Berdasarkan data BEI, sepanjang 2018 BEI mampu memfasilitasi 57 emiten baru untuk go public dan capaian tersebut merupakan capaian yang tertinggi sejak privatisasi BEI di 1992.

Kemudian, dari sisi jumlah investor pasar modal Indonesia mengalami pertumbuhan menjadi 1,6 juta investor pada 2018.

“Tahun 2018 tahun yang penuh tantangan dan tidak mudah namun tahun 2018 juga ahun penuh karya dan prestasi yg membanggakan,” jelas Inarno.

Editor: Ayyi Achmad Hidayah

Pramdia Arhando
Pramdia Arhando

Atlet renang yang gagal, tapi pernah jadi juara. Kini masuk dunia jurnalistik dan finansial. Semua tulisan di sini dari fakta dan kisah nyata.

MoneySmart.id adalah portal finansial terbesar dan terpercaya di Indonesia. Melalui konten yang kreatif dan inspiratif, kami berdedikasi untuk menjadi pemandu Anda dalam pengelolaan keuangan yang lebih baik.

Tentang Kami

IKUTI KAMI DI

Say Hello!

(021) 3005 6456

[email protected]

Jl Benda No. 92,
Jakarta Selatan, Indonesia 12560

Singapore Indonesia Hong Kong Philippines Taiwan