KUR Dianggap Bentuk Perhatian Pemerintah Bagi Pengembangan Usaha Pariwisata Maluku Tenggara

3 menit
Destinasi wisata di Maluku Tenggara (Dok: Kemenpar).

Program Kredit Usaha Rakyat (KUR) dianggap sebagai bentuk perhatian pemerintah. Hal itu dianggap sebagai upaya pengembangan usaha pariwisata di Kabupaten Maluku Tenggara, Provinsi Maluku.

Plt. Sekda Kabupaten Maluku Tenggara, M. Teslatu, menyatakan potensi pariwisata yang di miliki Maluku Tenggara memungkinkan masyarakat setempat untuk bisa membangun usaha pariwisata. Serta mengembangkan usahanya melalui pinjaman modal yang diberikan melalui program itu.

“Pariwisata merupakan program unggulan Pemda Kabupaten Maluku Tenggara. Maka, pengembangan pariwisata di sini menjadi prioritas utama Pemda,” ujar Teslatu dalam keterangannya kepada MoneySmart.

Ia menambahkan, usaha pariwisata yang bisa dilakukan oleh masyarakat di Kabupaten Maluku Tenggara sangat beragam. Mulai dari transportasi, penginapan baik dalam bentuk hotel maupun homestay, kuliner, oleh-oleh, maupun pengadaan paket-paket perjalanan.

“Para pelaku usaha dan industri pariwisata merupakan elemen penting dalam pembangunan pariwisata. Keduanya saling melengkapi,” tambah Teslatu lagi.

Dengan demikian, lanjutnya, pelaku usaha bisa memanfaatkan pinjaman bunga rendah yang melalui perbankan penyelenggara KUR. Saat ini, jumlah pelaku usaha di Kabupaten Maluku Tenggara yang meminjam modal ke perbankan masih sangat sedikit. Diharapkan, jumlahnya terus bertambah sehingga usaha pariwisata di Maluku Tenggara juga berkembang.

Baca juga: Pemerintah Fokus Dongkrak Investasi Pariwisata dan Ekonomi Digital pada 2019

Pengembangan pariwisata melibatkan 5 unsur

Maluku Tenggara
Pengembangan pariwisata melibatkan 5 unsur (Dok: Komblik Kemenpar).

Sementara itu, Kabid Investasi Destinasi Pariwisata, Mugiyanto yang mewakili Asdep Investasi Pariwisata Kemenpar, Hengky Manurung, menyatakan bahwa pengembangan pariwisata hendaknya dilakukan dengan melibatkan lima unsur penting. Kelima hal tersebut yakni pemerintah, akademisi, pelaku usaha, komunitas, dan media.

Selain itu, keberhasilan pariwisata juga ditentukan oleh 3 pilar utama yaitu wisatawan, ketersediaan destinasi dan sumber daya manusia, masyarakat, dan industri pariwisata (SMI).

Untuk dapat melaksanakan promosi, penyediaan 3A, maupun sertifikasi tersebut, diperlukan investasi dan pembiayaan baik investasi pemerintah maupun swasta, pembiayaan oleh IKB maupun IKNB.

Pemberian pinjaman bunga rendah dalam bentuk KUR ini merupakan bentuk perhatian pemerintah dan perbankan dalam pengembangan industri kecil pariwisata.

“Tahun 2019 ditetapkan target devisa US$ 17,6 miliar serta ada 13 juta lapangan pekerjaan bidang pariwisata,” lanjut Mugi.

Lebih lanjut ditambahkan, untuk memajukan pariwisata daerah, Pemda perlu melakukan elaborasi keunggulan daerah dipadukan dengan kebutuhan wisatawan. Misalnya, daerah Danau Toba yang kini banyak didatangi wisatawan, kita bisa memasukan unsur pariwisata halal di dalamnya.

Artinya, makanannya diperhatikan, ada petunjuk arah kiblat salat bagi wisatawan muslim, dan lain- lain. Hal yang sama bisa dilihat di Jepang, baju khas Jepang yakni kimono mulai diproduksi menjadi kimono yang dilengkapi penutup kepala mirip hijab.

Baca juga: Gak Cuma Punya Bunaken, Ini Alasan Sulawesi Utara Wajib Masuk Daftar Liburanmu

Bank BNI berikan pinjaman bunga rendah

Maluku Tenggara
Bank BNI berikan pinjaman bunga rendah (Dok: Komblik Kemenpar).

Pada kesempatan tersebut, Clinnox Lilihata, Penyelia Pemasaran BNI Kantor Cabang Pembantu Kabupaten Maluku Tenggara menjelaskan mengenai pinjaman bunga rendah atau KUR yang diberikan oleh Bank BNI.

“Untuk pinjaman dibawah Rp 25 juta, pinjaman dapat dilakukan tanpa agunan. Syaratnya cukup mudah, yakni usaha sudah dilakukan selama 6 bulan dan sudah memiliki laba, KTP/surat nikah, usia peminjam minimal 21 tahun atau sudah menikah dan tidak memiliki catatan perbankan yang buruk,” jelasnya.

Sementara itu, untuk pinjaman berjumlah Rp 26 juta hingga Rp 500 juta, bunga pinjaman yang dibebankan kepada peminjam hanya 7 persen pertahun.

Menanggapi hal ini, salah satu pelaku usaha kuliner di Kabupaten Maluku Tenggara, Karmila (42) mengatakan bahwa dirinya berencana untuk mengajukan pinjaman KUR ke perbankan.

“Semoga nanti saat mengajukan pinjaman, kepengurusannya mudah seperti yang disosialisasikan hari ini sehingga betul-betul membantu pelaku UMKM di sini,” sambung Karmila. (Editor: Winda Destiana Putri).

Winda Destiana
Winda Destiana

No place is ever bad as they tell you its going to be

MoneySmart.id adalah portal finansial terbesar dan terpercaya di Indonesia. Melalui konten yang kreatif dan inspiratif, kami berdedikasi untuk menjadi pemandu Anda dalam pengelolaan keuangan yang lebih baik.

Tentang Kami

IKUTI KAMI DI

Say Hello!

(021) 3005 6456

[email protected]

Jl Benda No. 92,
Jakarta Selatan, Indonesia 12560

Singapore Indonesia Hong Kong Philippines Taiwan