Dulu Putri Kerajaan Kini Pacari Dukun, Ini Kisah Martha Louise

4 menit
Martha Louise
Martha Louise pewaris takhta keempat Kerajaan Norwegia lepaskan gelar kebangsawanan dan pacari dukun (Instagram/@princessmarthalouise)

Putri Martha Louise dari Norwegia tengah diperbincangkan karena kepincut dengan cenayang alias dukun. Kisah cinta kontroversialnya bersama seorang pria berkebangsaan Amerika bernama Durek membuat publik kaget.

Melalui unggahan di Instagramnya, @princessmarthalouise, Putri Martha Louise yang sudah bercerai dari suaminya mengumumkan hubungan cintanya dengan Durek.

Sebelumnya, Putri Martha Louise menikah dengan novelis Ari Behn selama 14 tahun. Mereka memiliki tiga anak bersama.

”@Shamandurek telah mengubah hidupku, seperti yang dia lakukan dengan banyak hal. Dia telah membuat saya menyadari bahwa cinta tanpa syarat sebenarnya ada di planet ini,” tulisnya.

Unggahan putri Raja Harald dan Ratu Sonja ini bersama sang kekasih yang berprofesi sebagai dukun menuai kontroversi. Netizen pun banyak yang membawa-bawa nama kerajaan Norwegia akan memiliki raja dukun.

”Norwegia sekarang akan memiliki raja dukun,” ungkap salah seorang netizen.

Kritikan yang ditujukan untuk Putri Martha Louise bukan tak beralasan. Pasalnya, Martha merupakan kakak perempuan Pangeran Mahkota Haakon dan warga Norwegia enggan memiliki putri yang bersinggungan dengan dunia perdukunan.

Nah, untuk mengetahui lebih jauh tentang Putri Martha Louise dan siapa kekasih paranormalnya, simak di sini:

Kekasih Martha terkenal sebagai paranormal artis

Martha Louise
Kekasih Martha Louise paranormal di kalangan artis (Instagram/@princessmarthalouise)

Durek merupakan tabib spiritual terkenal di Hollywood dan telah mengabadikan fotonya bersama jajaran bintang Hollywood ternama seperti Gwyneth Paltrow, Nina Dobrev, dan James Van Der Beek.

Bahkan, dia menyebut Paltrow “jiwa yang cantik” dan telah menjadi sumber kesehatan untuk situsnya, Goop.

“Dia mediator atau ‘jembatan’ antara spiritual dan fisik, menerapkan kebijaksanaan spiritual kuno, ditambah puluhan tahun pembelajaran dan praktik penuh pengabdian, untuk membantu kesuksesan, kebahagiaan, dan penyembuhan dalam kehidupan manusia,” tulis kontributornya seperti dilansir dari Vogue.

Di Instagram Durek, dia juga berbagi foto bersama Martha yang sama-sama memesona.

“Ada keanggunan dan keindahan tentang hidup ketika kamu jatuh cinta,” tulisnya.

Baca juga: 7 Putri Kerajaan di Eropa Ini Gemar Belanja Baju, Meghan Markle Paling Mahal!

Martha pewaris keempat Kerajaan Norwegia

Martha Louise
Martha Louise pewaris takhta keempat kerajaan Norwegia (Instagram/@princessmarthalouise)

Ketika lahir, Martha Louise sebenarnya bukanlah seorang putri bagi kerajaan Norwegia, dia adalah anak pertama sekaligus putri pertama pasangan raja dan ratu Norwegia yang sedang berkuasa, Raja Harald V dan Ratu Sonja.

Hingga tahun 1990, Salic Law mengatur bahwa hanya anak laki-laki saja yang berhak mendapatkan takhta kerajaan, dan semua hak prerogatif yang melekat.

Namun, di akhir 1990, perubahan suksesi hukum yang dilakukan memastikan semua anggota kerajaan, laki-laki lebih dahulu, berhak mendapatkan garis pewaris takhta.

Setiap anak perempuan anggota kerajaan yang lahir antara tahun 1971 dan 1990 dimasukkan dalam garis pewaris takhta kerajaan.

Tapi, jika mereka memiliki baik kakak atau pun adik laki-laki, maka saudara laki-laki dan anak-anak dari saudara laki-laki mereka akan mendapatkan garis takhta lebih dahulu.

Karena itu, meski berusia lebih tua, Martha harus merelakan adiknya, Haakon Magnus, menjadi putra mahkota kerajaan Norwegia.

Setelah Putra Mahkota, berturut kedua anaknya, Putri Mahkota Ingrid Alexandra dan Pangeran Sverre Magnus.

Di urutan keempat sekaligus urutan 71 dari kakek buyutnya, raja Norwegia pertama, Raja Edward VII, Martha Louise kemudian disahkan menjadi putri kerajaan Norwegia dengan gelar resmi Her Royal Highness Princess Märtha Louise of Norway.

Jatuh cinta dengan penulis buku

Martha Louise
Martha Louise jatuh cinta dengan penulis buku (Instagram/@princessmarthalouise)

Studi literatur di Oxford membuat Martha menjadi editor buku yang ditulisnya berbahasa Norwegia berjudul ‘Prinsesse Märtha Louises eventyrlige verden, Eventyr fra jordens hjerte, Rodinia’ yang menceritakan 67 dongeng anak dari 50 negara.

Bahkan, dia menjadi anggota pertama dari keluarga kerajaan Norwegia yang hadir di persidangan untuk mempromosikan buku lain yang ditulisnya, Martha’s angels.

Kecintaan Putri  Martha pada dunia tulis akhirnya mengantarnya pada Ari Behn, seorang warga negara biasa Norwegia yang juga seorang penulis.

Hubungan ini sempat tidak disetujui pihak kerajaan yang mengancam akan mencabut gelar bangsawan Royal Putri Martha.

Namun, hubungan ini terus berlanjut sampai altar pernikahan. Tepat pada 24 Mei 2002, mereka menikah di Nidaros Cathedral di Trondheim. Pernikahan ini dikaruniai tiga anak perempuan, Maud Angelica Behn, Leah Isadora Behnborn, dan Emma Tallulah Behn.

Mengaku bertemu malaikat

Martha Louise
Martha Louise mengaku bertemu malaikat (Instagram/@princessmarthalouise)

Pernyataannya bisa bertemu malaikat membuat banyak  pihak menganggap kelakuan sang putri yang terus-menerus menyatakan dirinya bisa berkomunikasi dengan makhluk tidak terlihat seperti malaikat menghina citra kerajaan.

Dia dianggap menyalahgunakan statusnya sebagai anggota kerajaan Norwegia untuk kepentingan komersial pribadi penjualan bukunya. Buku itu menjadi best seller karena para pembeli penasaran dengan tulisan seorang putri raja.

Media bahkan menganggap Putri Martha sebenarnya merasa tertekan dengan kehidupannya sebagai anggota kerajaan.

Pada awalnya, putri yang digelari Grand Cross of the Order of the White Rose dari Kerajaan Finlandia ini menolak permintaan untuk melepaskan status kerajaannya.

“Saya adalah seorang putri, apapun yang saya lakukan,” tegasnya.

Lepas gelar bangsawan Kerajaan Norwegia

Martha Louise
Martha Louise melepas gelar kebangsawanannya (Instagram/@princessmarthalouise)

Tekanan media yang begitu besar terus menyiarkan keinginan masyarakat agar Putri Martha Louise menanggalkan statusnya sebagai anggota kerajaan hingga membuat banyak kontroversi di masyarakat.

Akhirnya, setelah sembilan tahun penuh kontroversi, pada 18 Januari 2006 dia melepaskan gelar Royal dari namanya, sehingga saat ini dia hanya bergelar Her Highness.

“Dengan perubahan ini, kami ingin mengurangi kemungkinan terjadinya konflik peran yang disebabkan oleh sang putri,” juru bicara kerajaan, Astrid Versto, memberikan komentarnya.

Dengan status tersebut, Martha tidak lagi memiliki hubungan dengan kerajaan serta kewajiban-kewajiban sebagai anggota kerajaan, meski tetap diharuskan hadir pada acara yang digelar Raja Harald V, seperti pembukaan pameran seni di Nittedal, dan perayaan 75 tahun monarki Norwegia.

Karena pencabutan gelar ini pula, Martha meninggalkan lingkungan kerajaan dan memilih hidup berpindah, mulai dari London, Wimbledon, hingga di New York sebagai rakyat biasa.

Ketiga putrinya pun tidak ada yang mendapatkan gelar kerajaan, dan hanya disekolahkan di sekolah biasa di Inggris.

Putri Martha enggan bicara banyak mengenai pencabutan gelar kerajaannya. Baginya, selama tidak menghalangi keinginannya mengajarkan lebih banyak tentang malaikat pada masyarakat, dia tidak peduli.

“Setelah beberapa tahun, saya merasa lebih percaya diri. Ini adalah hal yang harus dilakukan untuk menemukan apa yang sebenarnya Anda inginkan, dan tidak hanya melakukan apa yang diharapkan orang lain untuk anda lakukan,” tandasnya.

Itulah fakta mengenai Putri Martha Louise yang kini berpacaran dengan dukun.

Chaerunnisa
Chaerunnisa

Senang menulis dan belajar banyak hal. Semoga karya saya selalu bisa dinikmati dan bermanfaat bagi semua.