Masih Mau Investasi Emas Perhiasan? Pertimbangkan Lagi Hal-hal Ini Deh

4 menit
investasi emas perhiasan

Cukup banyak orang berinvestasi dalam bentuk emas. Bahkan bagi yang melek keuangan, emas bisa jadi alat ampuh mengantisipasi inflasi dan sebagai alat ukur kekayaan. Bagi yang tujuannya seperti itu, praktis memilih emas batangan atau koin.

Lalu bagaimana dengan investasi emas perhiasan? Apakah emas perhiasan bisa disebut pilihan tepat dijadikan sarana berinvestasi? Sebelum bicara ngalor-ngidul, ada baiknya ditekankan di sini bila emas perhiasan itu lebih bersifat aksesori daripada bentuk investasi.

Meski begitu, sah-sah saja kok memilih emas perhiasan sebagai instrumen investasi. Bagaimana pun dalam prinsip berinvestasi itu berlaku hukum bebas memilih. Tapi tetap kenali dulu konsekuensi dari pilihan tersebut biar tak menyesal di kemudian hari.

Maka itu, pertimbangkan masak-masak menjadikan emas dalam bentuk perhiasan sebagai investasi. Tapi ada sebagian yang pro berinvetasi emas. Di bawah ini biasanya yang jadi alasan orang lebih sreg dengan perhiasan emas.

1. Bisa dibeli sesuai dengan kondisi keuangan

 Emas perhiasan dijual dengan berbagai variasi. Mulai dari nilai karatnya apakah 18K, 22K, sampai 24K. kemudian, beratnya pun juga bervariasi. Seseorang bisa membelinya mulai dari 1 gram. Asyiknya lagi, harga emas perhiasan bisa ditawar.

investasi perhiasan emas

Emas perhiasan memang menggiurkan karena bisa mendukung penampilan (Perhiasan Emas / odnv) 

Inilah kenapa ibu-ibu suka menyisihkan uangnya dalam bentuk perhiasan emas. Mengapa?  Karena modal awal untuk membeli perhiasan emas termasuk kecil. Inilah jawaban sebagian orang tertarik menjadikan perhiasan emas sebagai investasi.

2. Banyak toko emas

Hayo berani taruhan, yang namanya toko emas itu pasti gampang ditemui. Entah itu di pasar tradisional, perempatan jalan, bahkan sampai deretan ruko-ruko. Alhasil, beli perhiasan emas sangat mudah.

Terlebih tak ada syarat aneh-aneh untuk membeli. Pokoknya asal duitnya mencukupi, perhiasan emas bisa dibawa pulang.

3. Sebagai aksesori/fashion

Ini yang paling didemenin kaum hawa. Pakai perhiasan emas sama saja bisa menaikkan level kecantikan. Selain itu, perhiasan emas yang dikenakan juga jadi label status sosial seseorang. Karena itu, perhiasan emas bisa dipakai tak cuma disimpan di lemari saja. Meskipun sih, tetap saja lebih lama menghuni lemari daripada menempel di tubuh.

Setujukah dengan alasan itu yang memperkuat emas perhiasan sebagai investasi?

Nah, ini mesti diluruskan dulu. Ketika berniat investasi, tentunya yang diharapkan adalah mencapatkan keuntungan di masa depan. Digarisbawahi ya, mendapatkan KEUNTUNGAN!

Keuntungan yang hendak dikejar itu bisa dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Dalam konteks ini, investasi emas perhiasan punya banyak kelemahan. Mau tahu kenapa emas perhiasan tak bisa disebut sebagai instrumen investasi? Cekidot nih.

1. Ada mark up nilai

Ketika beli emas perhiasan, maka seseorang tidak MEMBELI murni berdasarkan kadar karat dan beratnya saja. Ada biaya lainnya sehingga harga emas perhiasan lebih mahal. Biaya itu adalah ongkos produksi, desain, pajak, sampai biaya kirim sampai ke toko emas.

investasi perhiasan emas

Namanya perhiasan, pasti ada ongkos pembuatan dan tenaga kerjanya (Pengrajin Perhiasan Emas / antarafoto) 

Sudah begitu, toko emas pastinya bakal me-mark up harganya lagi ketika dijual ke konsumen. Bisa-bisa harganya sudah naik sampai 100 persen.

Berkebalikan banget ketika hendak dijual lagi. Toko emas hanya akan menghargai berat dan kadarnya saja. Toko emas akan masa bodoh ketika dikasih argumen kalau emas perhiasan itu hasil rancangan desainer ternama.

Alhasil, selisih dari harga jual dan beli ini yang membuat beli perhiasan emas itu merugikan. Pasalnya, harga jual dan beli emas perhiasan itu ditentukan sepihak, yakni toko emas. Dan itu sifatnya mutlak.

2. Tidak ada sertifikat keaslian emas

Ketika beli perhiasan emas, apa yang didapat? Perhiasan dan kuitansi pembayaran. Yup, cuma itu. lalu bagaimana dengan keaslian kadar karat dan beratnya? Ya hanya mengandalkan kepercayaan pada toko emas. Benarkah kadar karat dan berat yang tertera di kuitansi itu sesuai dengan barangnya?

Padahal seperti diketahui, kebanyakan perhiasan emas itu adalah hasil campuran dengan logam lain. Secara teoritis ketika beli perhiasan emas 18 K seberat 10 gram, maka kadar emas murninya hanya 7,5 gram 24K. Sisanya adalah campuran logam lain.

investasi perhiasan emas

Tanpa sertifikat, sudah bisa dipastikan kalau emas gak laku dijual atau harganya turun (Emas Antam / harga-emas) 

Campuran logam itu biasanya perak dan tembaga. Untung jika pakai campuran perak, lha kalau pakai tembaga? Bagaimana cara mendeteksinya? Akan sangat sulit sekali. Inilah kenapa emas perhiasan sangat sulit dinilai karena tak ada sertifikat keasliannya.

3. Rentan rusak dan hilang

Emas berbentuk perhiasan rentan rusak. Entah patah, kaitan yang rusak, warnanya jadi kusam, lecet, dan lain sebagainya. Berbagai kerusakan ini yang membuat nilainya bisa jatuh.

Kemudian, emas perhiasan yang dikenakan juga berisiko hilang. Misalnya dijambret atau jatuh tanpa sadar.

Tiga poin itu sebaiknya jadi pertimbangan memilih emas perhiasan sebagai investasi. Yakinkan emas perhiasan akan memberi keuntungan di masa depan ketika faktanya malah nilainya turun saat dilepas. Itulah konsekuensinya ketika lebih berat pada emas perhiasan.

 

 

Yang terkait artikel ini:

[Baca: Investasi Emas Enaknya Batangan atau Perhiasan?]

[Baca: Investasi Emas Pilih Dicicil atau Beli Tunai]

[Baca: Kesalahan Investasi Emas yang Bikin Rencana Keuangan Buyar]

Bunga D. Kusuma
Bunga D. Kusuma

Dunia bisnis dan keuangan sepertinya sulit dilepaskan dari kehidupan saya. Mengawali karir sebagai wartawan koran finansial, kini saya kembali berkutat dengan industri ini setelah bergabung dengan duitpintar. Inspiratif dan aspiratif menjadi gol utama untuk tiap artikel yang saya buat.