17 Pengusaha Muda Indonesia Ini Sukses Hingga Tingkat Asia, Ada Atlet Juga!

6 menit
Forbes 30 under 30
Aries Susanti Atlet Panjat di Federasi Panjat Tebing Indonesia salah seorang peraih Forbes 30 Under 30 Asia (Instagram/@aries_susanti)

Forbes 30 Under 30 Asia kembali dirilis Forbes sebagai daftar pengusaha muda sukses di wilayah Asia Pasifik yang dirilis Selasa 2 April 2019. Dalam daftar tersebut, 17 pengusaha muda Indonesia masuk di dalamnya.

Dalam daftar para wirausahawan muda dari 23 negara yang mencakup 10 bidang industri,  terdapat 17 generasi muda Indonesia yang sukses dalam membangun bisnisnya.

Siapa saja mereka dan bagaimana kiprahnya? Simak lengkapnya seperti dilansir dari Sindonews jaringan MoneySmart berikut:

1. James Prananto (Cofounder Kopi Kenangan)

Forbes 30 under 30
James Prananto Co-founder Kopi Kenangan masuk Forbes 30 Under 30 Asia (Forbes)

Kopi Kenangan didirikan Edward Tirtanata dan James Prananto. Duo ini memadukan warung kopi pinggir jalan dan kafe kelas atas sehingga menawarkan produk berkualitas dengan harga terjangkau.  

Tak heran, Kopi Kenangan kini telah menjadi jaringan kedai kopi dengan pertumbuhan tercepat di Indonesia.

Tahun ini, Kopi Kenangan menargetkan menambah hingga 130 gerai dan menjual 3 juta cangkir kopi setiap bulan. Perusahaan tersebut baru-baru ini mendapat dana US$8 juta dari Alpha JWC Ventures.

Baca juga: Berawal dari Bisnis Kecil-Kecilan, 5 Anak Muda Indonesia Ini Jadi Tajir

2. Amanda Cole (Founder Sayurbox)

Forbes Under 30
Amanda Cole Founder Sayur Box masuk Forbes 30 Under 30 Asia (YouTube)

Amanda Cole memutuskan berhenti dari pekerjaannya dengan membantu petani dalam memotong tengkulak, sehingga petani bisa menikmati harga lebih adil.

Caranya, dengan meluncurkan Sayurbox, platform sumber dan distribusi untuk sayur segar. Untuk itu, wanita  28 tahun tersebut bermitra dengan 300 perkebunan, di mana Sayurbox melayani 50.000 pelanggan dan menghasilkan 1.000 pengiriman sehari.

Dia memenangkan kompetisi startup Seedstars Jakarta, dan telah menerima lebih US$2 juta dalam bentuk pendanaan.

Baca juga: Kisah Inspiratif Mesty Ariotedjo, Dokter yang Juga Pemain Harpa Peraih Forbes 30 Under 30

3. Aruna Harsa (Cofounder Dekoruma)

Forbes 30 Under 30 Asia
Aruna Harsa Co-founder Dekoruma masuk Forbes 30 Under 30 Asia (Forbes)

Aruna Harsa merupakan salah satu pendiri Dekoruma, sebuah platform dekorasi rumah yang menghubungkan pelanggan dengan desainer, pemasok, dan vendor interior.

Layanan ini juga memungkinkan produsen untuk mendistribusikan produk mereka langsung ke pasar massal, dan menawarkan harga transparan kepada pelanggan.

4. Angky William (Cofounder Stoqo)

Forbes 30 under 30
Angky William Co-founder Stoqo masuk Forbes 30 Under 30 Asia (Forbes)

Angky William hengkang dari Amazon dan mendirikan Stoqo, pasar B2B untuk gerai makanan dan minuman ringan, untuk mendapatkan bahan-bahan segar, andal, dan harga bersaing.

Mantan insinyur ini membangun teknologi multi-platform untuk Stoqo untuk melayani puluhan ribu pelanggan di Indonesia.

5. Aries Susanti (Atlet Panjat di Federasi Panjat Tebing Indonesia)

Forbes 30 under 30
Aries Susanti Atlet Panjat di Federasi Panjat Tebing Indonesia masuk Forbes 30 Under 30 Asia (Instagram/@aries_susanti)

Aries Susanti merupakan pendaki Indonesia yang memenangkan medali emas dalam kejuaraan panjat tebing Asian Games 2018.

Juara dunia dua kali berturut-turut selama IFSC Climbing World Cup di 2017 dan 2018 ini dijuluki ‘Spiderwoman’ karena dinilai sebagai salah satu pendaki yang cepat di tingkat dunia.

6. Benz Budiman (Cofounder Pomona Technologies)

Forbes 30 under 30
Benz Budiman Co-founder Pomona Technologies masuk Forbes 30 Under 30 Asia (Instagram/@benzbudiman)

Benz Budiman merupakan salah seorang pendiri dan CEO Pomona, sebuah startup adtech yang berfokus pada industri FMCG Indonesia.

Pomona dimulai sebagai aplikasi seluler yang menawarkan promosi cashback kepada pengguna untuk pembelian bahan makanan offline mereka, sebelum berputar untuk menawarkan data konsumen pada akhir 2017.

Sejak didirikan pada 2016, Pomona telah mencapai 200.000 pengguna dan telah didukung oleh investor seperti Stellar Kapital, Central Capital Ventura (Grup BCA), Capital Data Batas, Prasetia, dan Fenox VC.

7. Denica Flesch (Founder SukkhaCitta)

Forbes 30 under 30
Denica Flesch Founder SukkhaCitta masuk Forbes 30 Under 30 Asia (Instagram/@denicaflesch)

Denica Flesch merupakan ekonom dan pendiri SukkhaCitta, sebuah perusahaan sosial yang memproduksi batik sutra katun yang siap pakai dan ramah lingkungan.

Bisnis ini membantu mendukung pengrajin pedesaan di Jawa Tengah melestarikan kerajinan batik kuno mereka.

Setiap item pakaian memberikan upah layak bagi pengrajin. Sebelum bergabung dengan SukkhaCitta, ia adalah seorang konsultan dalam program pembangunan sosial di Bank Dunia.

8. Gitta Amelia (Founder EverHaus)

Forbes 30 under 30
Gitta Amelia Founder EverHaus masuk Forbes 30 Under 30 Asia (efoundersindonesia.com)

Lulusan Wharton School di University of Pennsylvania, Amerika Serikat, pada 2017, ini memulai EverHaus, sebuah perusahaan modal ventura dengan modal awal US$5 juta yang berfokus pada Indonesia.

Gitta Amelia sebelumnya memulai Think Nusantara, sebuah publikasi online untuk anak muda Indonesia untuk memperdebatkan perkembangan holistik negara ini.

9. Haryanto Tanjo (Cofounder Moka)

Forbes 30 under 30
Haryanto Tanjo Co-founder Moka masuk Forbes 30 Under 30 Asia (YouTube)

Grady Laksmono dan Haryanto Tanjo merupakan pendiri Moka Indonesia, sebuah startup yang membantu UKM dan pengecer mengelola pembayaran dan operasi bisnis lainnya.

Kesuksesan ini mendapat kucuran dana dari SoftBank dan EDBI, cabang investasi dari Dewan Pengembangan Ekonomi Singapura. Secara total Moka telah mengumpulkan lebih dari US$28 juta.

10. Ellen Nio (Investment Associate Patamar Capital)

Forbes 30 under 30
Ellen Nio Investment Associate Patamar Capital masuk Forbes 30 Under 30 Asia (Instagram/@ellennio)

Ellen Nio merupakan rekanan investor di Patamar Capital, dengan dana bantuan hampir US$40 juta.

Ellen banyak berinvestasi di usaha rintisan dan memimpin SheVC Indonesia, platform terbuka yang dikhususkan bagi calon venture capital perempuan. Dia juga pernah mengembangkan Jakarta Smart City.

11. Hendra Kwik, Jefriyanto dan Ricky Winata (Cofounder Payfazz)

Forbes 30 under 30
Hendra Kwik, Jefriyanto dan Ricky Winata Cofounder Payfazz masuk Forbes 30 Under 30 Asia (Tech In Asia Indonesia)

Hendra Kwik, Jefriyanto dan Ricky Winata pada tahun 2016 mendirikan Payfazz, sebuah platform fintech yang bertujuan mencapai inklusi keuangan bagi masyarakat pedesaan Indonesia yang tidak memiliki rekening bank.

Jaringan agen mereka bertindak sebagai perantara bagi masyarakat unbankable dengan lembaga keuangan. Platform ini telah melayani sekitar 10 juta orang.

12. Steven Wongsoredjo (Cofounder Nusantara Technology)

Forbes 30 under 30
Steven Wongsoredjo Cofounder Nusantara Technology masuk Forbes 30 Under 30 Asia (Reuters)

Steven Wongsoredjo setelah lulus dari University of Columbia, AS, dan kembali ke Indonesia memulai Nusantara Technology, sebuah media digital yang berfokus pada milenial dan startup pemasaran.

Dengan lini produk termasuk Keepo.me, YuKepo.com dan PlayingViral, media ini telah berkembang lebih dari 35 juta kunjungan bulanan dan satu juta pengikut.

13. Sabrina dan Elena Bensawan (Cofounder Saab Shares)

Forbes 30 under 30
Sabrina dan Elena Bensawan Cofounder Saab Shares masuk Forbes 30 Under 30 Asia (Saab Shares)

Sabrina dan Elena Bensawan mendirikan Saab Shares Indonesia, yaitu sebuah platform untuk menyediakan akomodasi, pendidikan paruh waktu dan akses ke perawatan kesehatan untuk anak-anak yang kurang mampu dan keluarga berpenghasilan rendah

14. Tiffany Robyn Soetikno (Founder PT Global Urban Esensial)

Forbes 30 under 30
Tiffany Robyn Soetikno Founder PT Global Urban Esensial masuk Forbes 30 Under 30 Asia (Forbes)

Tiffany Robyn Soetikno pada tahun 2015 mendirikan Global Urban Essential (GUE), perusahaan kesehatan digital untuk meningkatkan manajemen pasien lebih baik lagi.

GUE terdiri dari empat platform yaitu penerbitan kesehatan online, aplikasi seluler pengasuhan anak, aplikasi manajemen diabetes, dan layanan kesehatan online. Secara keseluruhan, GUE membantu mengelola lebih dari 400 ribu pengguna.

15. Archie Carlson dan Sugito Alim (Cofounders StickEarn)

Forbes 30 under 30
Archie Carlson dan Sugito Alim Cofounders StickEarn masuk Forbes 30 Under 30 Asia (Instagram/@stickearn)

Didirikan Archie Carlson dan Sugito Alim dengan dua mitra lain, yaitu Garry Limanata dan Hartanto Alim pada tahun 2017, StickEarn startup adtech memperoleh dana awal US$1 juta dari East Ventures.

Mereka menawarkan antar pengiklan dan pemilik mobil. StickEarn telah mendukung lebih dari 200 klien yang menjangkau 17 industri di Indonesia, dan telah membayar US$2 juta sebagai penghasilan tambahan untuk lebih dari 60 ribu pengemudi.

16. Windy Natriavi (Cofounder Awantunai)

Forbes 30 under 30
Windy Natriavi Cofounder Awantunai masuk Forbes 30 Under 30 Asia (Instagram/@windynatriavi)

Windy Natriavi setelah beberapa tahun di Go-Jek dan McKinsey menemukan bisnis baru. Yaitu AwanTunai, sebuah startup fintech yang menyediakan modal kerja untuk pedagang mikro dan pinjaman bagi mereka yang tidak punya rekening bank pada tahun 2017.

AwanTunai telah memberikan pinjaman modal kerja kepada 3.000 pedagang mikro. Baru-baru ini memperoleh pendanaan USD4,3 juta dari Insignia Ventures Partners dan investor lainnya.

17. Agung Bezharie, Harya Putra and Sofian Hadiwijaya (Cofounder Warung Pintar)

Forbes 30 under 30
Agung Bezharie, Harya Putra and Sofian Hadiwijaya Cofounder Warung Pintar masuk Forbes 30 Under 30 Asia (Forbes)

Agung Bezharie, Harya Putra, dan Sofian Hadiwijaya merupakan pendiri startup ritel Indonesia Warung Pintar.

Mereka percaya bisnis mikro akan mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia di masa mendatang, dan telah menciptakan lebih dari 1.200 kios di seluruh negeri yang dioperasikan lebih dari 500 pengusaha mikro.

Itulah 17 pengusaha muda inspiratif di Indonesia yang masuk dalam jajaran Forbes 30 Under 30 Asia. Hebat ya!

Chaerunnisa
Chaerunnisa

Senang menulis dan belajar banyak hal. Semoga karya saya selalu bisa dinikmati dan bermanfaat bagi semua.