Sederet Kerugian yang Berpotensi Dialami oleh Freelancer, Apa Saja?

4 menit
Potensi kerugian kerja freelance. (Shutterstock)
Potensi kerugian kerja freelance. (Shutterstock)

Kerja freelance saat ini memang gak bisa dianggap sebelah mata, meskipun demikian faktanya di hadapan segelintir calon mertua. Untuk beberapa pekerjaan tertentu, pendapatan yang didapatkan gak kalah besar dari kerja kantoran. Banyak juga keuntungan yang bakal kamu raih jika kamu memilih bekerja sendirian tanpa ikatan kontrak dengan perusahaan.

Kerja freelance rata-rata bersinggungan dengan industri kreatif. Beberapa contohnya adalah jasa edit video, jasa foto, hingga jasa desain grafis. Sebagai freelancer, kamu gak akan terikat peraturan perusahaan yang sangat mengekang, seperti harus datang ke kantor pagi-pagi, atau pulang saat matahari telah terbenam. Kamu bahkan bisa mengerjakan pekerjaanmu dari rumah saja. Dengan begitu kamu bisa memanajemen waktu kerjamu sendiri.

Soal porsi kerja, kamu juga memiliki otoritas sendiri. Semuanya terserah kamu mau mengambil berapa kerjaan. Gak kayak di kantor, setiap hari ada targetnya, yang kadang bahkan sulit untuk diselesaikan dalam satu hari.

Sebagai freelancer, kamu juga bisa menerapkan besaran pendapatanmu sendiri. Misalnya, untuk jasa edit video pernikahan, kamu bisa mematok Rp 1.000.000 atau Rp 2.000.000, atau bahkan lebih. Itu semua kamu yang menentukan, asalkan klien setuju.  

Tapi tetap ya, namanya kerja, kamu memiliki ikatan perjanjian dengan klienmu yang harus kamu taati. Misalnya saja deadline yang mereka berikan dan keharusan untuk memenuhi segala keinginan-keinginan klienmu. Jadi, jangan mentang-mentang freelance kamu bisa seenaknya juga.

Nah kalau di atas itu adalah kelebihannya dari freelance, kamu juga harus paham tentang kerugiannya. Simak yuk apa saja kerugiannya kerja freelance!

Baca juga: Gak Cuma dari Bidang Seni, Deretan Artis Ini Makin Tajir Berkat Kerja Sampingan

1. Pendapatan yang tak menentu

Kerja freelance itu pendapatan gak menentu. (Shutterstock)
Kerja freelance itu pendapatan gak menentu. (Shutterstock)

Jika bekerja di sebuah perusahaan, sudah pasti kita bakalan mendapatkan penghasilan yang tetap setiap bulannya. Malahan, kalau performa bagus kamu bisa menerima kenaikan gaji setiap tahunnya. Semakin lama di perusahaan itu tentu gaji kamu bakalan tambah besar. Belum lagi kalau ada bonus tahunan. Wah, pokoknya terjamin deh hidup kamu sehari-harinya.

Nah, sementara kalau kerja freelance, pendapatan yang kamu peroleh gak menentu. Semua itu tergantung dari proyek yang kamu kerjakan. Kalau banyak proyek, otomatis pendapatanmu bakalan melimpah. Tapi kalau sepi? Ya kamu harus putar otak untuk memenuhi kebutuhanmu.

Biar tetap banyak orderan kamu bisa perbanyak relasi, dimulai dengan mempererat hubungan dengan klienmu. Bangun kepercayaan dengan mereka dengan memberikan hasil yang memuaskan, sehingga kerja sama kamu berpotensi bakal berlanjut di proyek berikutnya.

Baca juga: Tagline Brand Ini Bikin Kita Termotivasi Buat Memulai Bisnis Sampingan

2. Mudah stres

Kerja freelance gampang stres. (Shutterstock)
Kerja freelance gampang stres. (Shutterstock)

Kalau kerja kantoran, beban kerja biasanya ditanggung bersama dengan tim. Nah, sementara itu, kalo kerja freelance dan kamu kerja sendiri, maka beban kerja ditanggung seorang diri.

Kalau kamu gak bisa mengerjakan sesuai keinginan klien atau bahkan melewati deadline yang mereka berikan, kamu bakal mendapatkan tekanan yang besar. Bayangkan kalau gak kuat menghadapinya, dijamin kamu bakal mudah stres.

Sepi proyek juga bisa bikin kamu stres, apalagi kalau kamu sudah berkeluarga. Kamu harus memikirkan bagaimana caranya agar dapur tetap mengepul.

Baca juga: Kekinian! Ini 6 Kerja Sampingan dengan Omzet Puluhan Juta di Tahun 2019

3. Kerja freelance semuanya serba modal sendiri

Semua pengeluaran harus pakai uang sendiri kalau kerja freelance. (Shutterstock)
Semua pengeluaran harus pakai uang sendiri kalau kerja freelance. (Shutterstock)

Kalau kamu memutuskan untuk kerja freelance, siap-siap untuk menyiapkan modal sendiri. Misalnya kamu freelance desain grafis, kamu harus membeli alat kerjamu sendiri seperti komputer beserta software-nya yang gak murah.

Belum lagi kalau perangkat tersebut rusak, nah kamu harus keluar duit sendiri buat membetulkannya. Gak mungkin dong minta ganti rugi sama klien. Biaya produksi seperti listrik, bensin untuk mondar-mandir juga harus kamu penuhi sendiri.

Hal itu berbanding terbalik dengan kerja di perusahaan, semua kebutuhan itu bakal dimodalin, termasuk perangkat kerja yang mendukung pekerjaanmu. Bahkan, beberapa perusahaan juga memberikan fasilitas makan gratis buat karyawannya.

4. Gak ada tunjangan dan asuransi

Kalau kerja freelance, gak ada THR. (Shutterstock)
Kalau kerja freelance, gak ada THR. (Shutterstock)

Tunjangan itu jadi hal yang paling ditunggu-tunggu oleh karyawan kantoran. Salah satunya adalah tunjangan hari raya atau THR. THR selalu diberikan setiap hari raya keagamaan, umumnya Idul Fitri dan Natal, yang sifatnya wajib diberikan.

Ketentuan THR sendiri juga telah ditetapkan di peraturan Menteri Ketenagakerjaan. Jadi kalau misalnya ada perusahaan yang tidak memberikan THR ke karyawannya setidaknya setahun sekali, bakal terancam sanksi.

Sayangnya, di peraturan menteri tersebut tidak mencantumkan THR untuk pekerja freelance. Harus terima ya, karena memang kamu bekerja secara otonom, atas kehendak kamu sendiri.

Sukur-sukur kalau klien kamu baik hati dan memberikan kamu uang tambahan dari kesepakatan harga yang telah ditentukan. Anggap saja itu sebagai THR kamu sebagai freelancer.

Sebagai pekerja lepas atau freelancer, kamu juga gak bakalan dapat fasilitas asuransi kesehatan seperti BPJS Kesehatan atau BPJS Ketenagakerjaan. Tapi, bukan berarti kamu gak bisa mendapatkan asuransi tersebut. Kalau BPJS Kesehatan kamu bisa kok bayar sendiri, kemudian kamu juga bisa mendaftarkan diri sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan untuk pekerja lepas.

Nah itu tadi beberapa kerugiannya jika kamu memilih untuk banting setir dari kerja kantoran ke kerja freelance. Baik kerja freelance maupun sebagai pegawai kantoran semuanya ada plus minusnya kok. Namanya juga kerja, di mana-mana pasti ada enak dan ada enggaknya, termasuk juga seperti kita membuka bisnis sendiri.

Jadi mau kerja freelance atau kerja kantoran? (Editor: Ruben Setiawan)

Okky Budi
Okky Budi

Penggemar Tsubasa yang jadi sarjana sosial. Kini secara sengaja masuk ke dunia finansial. Semoga bisa memberikan tulisan yang bermanfaat buat pembaca.

Mau lebih cerdas kelola uang?

Dapatkan tips saham, karier, inspirasi bisnis dan konten menarik lainnya!