Mau Mudik Pakai Motor? Wajib Lakukan 5 Hal Ini Biar Perjalanan Aman

3 menit
ANTARA FOTO/Dedhez Anggara/kye/18
ANTARA FOTO/Dedhez Anggara/kye/18

Mudik pakai motor sebetulnya memang gak disarankan. Alih-alih, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengimbau pengendara motor untuk memanfaatkan mudik gratis yang disiapkan pemerintah.

Menurutnya, mudik pakai motor sangat rentan kecelakaan. Berdasarkan data litbang Kementrian Perhubungan, 70 persen kecelakaan lalu lintas saat mudik dialami oleh pengguna sepeda motor pada tiap tahunnya.

Walau begitu, kenyataannya pemudik yang menggunakan motor justru meningkat di tahun 2018 ini.  Salah satu alasannya adalah ongkos mudik yang jauh lebih murah dibanding menggunakan bus atau kendaraan lain. Selain itu, tentunya ada banyak alasan lain yang bikin pengguna motor sulit berpaling.

Apakah kamu salah satunya?

Udah tahu kemungkinan bahaya apa aja yang bakal kamu hadapi? Boleh aja sih mudik pakai motor, tapi jika ingin nyaman berkendara dan selamat sampai tujuan, haram hukumnya mengabaikan 5 hal ini.

1. Lakukan servis motor pada bagian-bagian ini

mudik pakai motor
(Image: kompas)

Sebaiknya tidak mudik menggunakan motor berkapasitas 1.000 cc ke bawah. Kalaupun terpaksa, upayakan untuk tidak melebihi jarak tempuh 150 km atau 3 jam.

Motor dengan kapasitas 1000 cc ke bawah diperuntukkan bagi transportasi dalam kota sehingga berisiko, baik bagi motor maupun pengendara jika dibawa mudik jauh.

Jika motor sudah memenuhi kualifikasi, saatnya melakukan servis. Bawa motor ke bengkel untuk dicek seluruh kondisi motor, dari onderdil hingga mesinnya. Perhatikan bagian lampu, klakson, spakbor atau fender, pengereman, roda, busi, oli, kopling, knalpot, suspensi, plat nomor, kemudi, spidoemeter, dan kaca spion.

Pada bagian lampu, cek seluruh bagian, meliputi lampu dekat, lampu sein, lampu senja, lampu jauh, lampu belakang, lampu stop, lampu untuk plat belakang, dan reflektor belakang. Sedangkan untuk klakson, sebaiknya gunakan klakson standar agar tidak mengganggu pengendara lain.

Jangan lupa mengisi tekanan angin ban dan mengecek ketebalan kampas rem. Pastikan juga fungsi kemudi tidak seret dan berat. Terakhir, ganti oli mesin dan penuhi bahan bakar sesuai kebutuhan.

2. Perhatikan batas muatan motor

mudik pakai motor
(Image: okezone)

Muatan kendaraan bermotor ada aturannya, lho. Jadi gak bisa sembarangan bawa barang. Menurut PP RI No. 74 tahun 2014 tentang Angkutan Jalan, muatan pada kendaraan bermotor harus memenuhi syarat berikut:

  1. Lebar muatan tidak melebihi setang kemudi
  2. Tinggi muatan tidak melebihi 900 milimeter dari atas tempat duduk pengemudi
  3. Barang muatan ditempatkan di belakang pengemudi

Aturan ini semata-mata dibuat untuk menjaga keselamatan berkendara, jadi tak bisa diabaikan begitu aja. Manfaatkan jasa kirim kargo, jika barang yang ingin kamu bawa mudik melebihi ketentuan di atas.

3. Istirahatlah tiap 2-3 jam sekali

mudik pakai motor
(Image: tribun)

Bukan cuma kondisi motor, kondisi fisik pengendara, baik sebagai pengemudi maupun penumpang juga harus diperhatikan. Usahakan tidur cukup jelang waktu mudik. Siapkan air mineral atau minuman lain yang mudah dijangkau agar tubuh tidak dehidrasi selama perjalanan.

Untuk memulihkan stamina, istirahatlah setidaknya 10-15 menit tiap 2-3 jam sekali. Hal ini gak bisa dianggap remeh karena tubuh yang lelah atau mengantuk bisa mengurangi konsentrasi berkendara.  Jika sudah begini, keselamatanmu pun bisa terancam.

Kamu bisa memanfaatkan posko-posko mudik yang sudah disediakan untuk beristirahat dan mengecek kondisi kendaraan.

 

4. Pastikan membawa perlengkapan ini

mudik pakai motor
(Image: Dr.osha)

Gunakan perlengkapan kendaraan motor standar, seperti helm, celana panjang, jaket, sarung tangan, masker motor, sepatu, dan kaus kaki. Bawa selalu jas hujan mengingat cuaca gak menentu saat ini.

Selain itu, kadang jaket aja gak cukup melindungi paru-paru dari serangan angin kencang. Ada baiknya, kamu juga menggunakan rompi pelindung dada, terutama jika jarak tempuh mudik cukup jauh.

Siapkan surat-surat seperti SIM dan STNK yang masih aktif. Bawa juga obat-obatan standar seperti obat demam, obat pusing, dan obat masuk angin. Jika punya penyakit khusus seperti asma, obatnya juga harus siap sedia. Untuk berjaga-jaga, jangan lupa juga untuk membawa kunci-kunci atau tool kit.

5. Mudik beramai-ramai

Disarankan mudik dilakukan beramai-ramai untuk mencegah aksi kejahatan selama perjalanan. Ajak kerabat yang memiliki tujuan yang sama denganmu untuk mudik bersama-sama.

Mudik bersama seperti ini juga memudahkanmu meminta pertolongan jika terjadi hal-hal terduga yang tak diharapkan. Di sisi lain, mudik pakai motor beramai-ramai juga bisa menambah semangat berkendara.

Untuk berjaga-jaga sebaiknya kamu pun telah mengenali jalur yang akan dilewati dengan baik. Miliki catatan titik-titik rawan, nomor darurat seperti kantor polisi dan rumah sakit.

 

Selain hal-hal di atas, etika berkendara juga krusial untuk keselamatan. Utamakan sikap saling menghormati sesama pengendara di jalan. Kendalikan motor dengan aman dan tahanlah emosi jika terjebak macet atau menemui pengendara lain yang bersikap tak menyenangkan.  

Mudiklah dengan santai tanpa mengebut agar tidak mengancam keselamatan. Ingat, ada keluarga yang menantimu datang dengan sehat dan selamat.

Ulfa Sekar
Ulfa Sekar

Pernah menjadi anak IT dan bercita-cita menjadi seorang programmer. Lalu berakhir menjadi seorang penulis dan menikmatinya. Semoga tulisan saya bisa berguna buatmu.

MoneySmart.id adalah portal finansial terbesar dan terpercaya di Indonesia. Melalui konten yang kreatif dan inspiratif, kami berdedikasi untuk menjadi pemandu Anda dalam pengelolaan keuangan yang lebih baik.

IKUTI KAMI DI

Say Hello!

(021) 3005 6456

[email protected]

Jl Benda No. 92,
Jakarta Selatan, Indonesia 12560

MoneySmart Singapore MoneySmart Indonesia MoneySmart Hong Kong