Mau Punya Bisnis Sukses Gak Harus Sekolah Bisnis Dulu Kok, yang Penting…

4 menit
mau punya bisnis sukses

Belajar adalah proses hidup. Begitu kata pepatah lawas. Artinya, selama hidup, manusia akan senantiasa belajar hal baru.

Pepatah itu cocok dipakai mereka yang hendak terjun ke dunia bisnis secara otodidak. Maksudnya, berbisnis tanpa terlebih dulu menggeluti teori A-Z tentang usaha mikro, kecil, menengah, sampai besar.

Untuk punya bisnis sukses, gak harus sekolah bisnis dulu. Pelajaran bisnis bisa didapat kapan pun dan di manapun.

Gak semua orang mampu menjangkau sekolah bisnis. Nyiapin modal saja harus banting tulang, apalagi keluar duit lebih untuk belajar bisnis.

Sejarah pun membuktikan, punya bisnis sukses gak harus sekolah bisnis dulu. Ambil contoh Susi Pudjiastuti, pengusaha perikanan dan maskapai yang kemudian sukses jadi menteri.

Ijazah SMA pun dia tak punya. Tapi gak ada yang meragukan kesuksesannya. Bahkan mahasiswa Harvard yang beken itu manggut-manggut mendengarkan kuliah umum darinya.

Apa rahasia kesuksesan Susi? Mau senantiasa belajar di luar institusi pendidikan.

mau punya bisnis sukses
Siapa sih yang gak kenal sama ibu menteri yang satu ini hehehe (Susi Pudjiastuti / Tstatic)

Sebelum sukses dengan bisnisnya di bidang perikanan, Susi jatuh-bangun melompat dari satu usaha ke usaha lain. Bayangkan, Bu Menteri Susi yang suaranya serak-serak sangar itu pernah jualan bed cover! Kebayang gimana kalau dia berteriak menawarkan dagangan itu.

Banyak hal yang bisa dipelajari di luar sana dan berguna buat kemajuan bisnis. Jika mau bisnis sukses tanpa sekolah bisnis, pelajaran berikut ini bisa ditelaah:

1. Gak ada kesuksesan instan

Bahkan mi instan pun gak instan. Kita mesti nyiapin air, api, dan wadah. Kita pun harus menunggu sekian menit untuk bisa menikmati makanan itu.

Begitu juga dalam bisnis. Proses usaha penting untuk dinikmati, meski itu pahit. Selalu ada cara untuk mengatasi guncangan bisnis untuk merengkuh kesuksesan.

Seperti masak mi instan, ketika gak menemukan piring, bisa pakai mangkuk. Kalau gak ada mangkuk, makan saja dengan wadah panci. Toh, kenikmatannya gak berkurang dan perut pun kenyang.

mau punya bisnis sukses
Gak ada sukses instan kayak mie, harus terus berjuang dong (Pria Naik Tangga / Viva)

2. Bikin lingkungan yang mendukung

Di lingkungan, tentunya kita memilih teman yang mau membantu. Pas lagi butuh uang, dipinjami. Pas pengin curhat, siap jadi ember.

Lingkungan bisnis pun sama. Kita mesti menyeleksi karyawan yang kira-kira bisa berkontribusi. Karyawan ini gak semata jadi bawahan, namun juga rekan kerja.

Jadi, mesti ada klik biar usaha berjalan lancar. Sepert pertemanan, jika terlalu banyak ketidakcocokan, pasti lebih banyak konflik yang mengganggu hubungan.

3. Sakitnya tuh di sini

Pacar yang merupakan orang terdekat pun bisa bohong, apalagi mitra kerja dan bawahan. Jadi, sebisa mungkin hindari ketergantungan pada pihak tertentu dalam bisnis.

Kepercayaan yang terlalu berlebihan bisa disalahgunakan dan merugikan bagi diri kita sendiri. Sebaiknya, kita memberi kepercayaan namun juga mengawasi dengan ketat.

Dibohongi pacar bikin hati perih. Nah kalau dibohongi dalam bisnis, rekening tabungan yang bakal merintih.

mau punya bisnis sukses
Hayooo kalau suka bohong nanti hidungnya panjang kayak Pinokio hehehe (Hidung Panjang / Hipwee)

4. Rendah hati itu perlu

Orang cenderung melihat penampilan luar doang untuk menilai seseorang. Saat berpakaian biasa, orang akan dianggap bukan kalangan elite. Padahal mungkin saja penampilan itu adalah cara dia untuk bersikap rendah hati.

Dalam bisnis pun begitu. Ketika bisnis tampak menuju kesuksesan, tetap rendah hati sangat berguna. Duit berlebih dari bisnis yang mulai lancar itu mestinya gak digunakan untuk pamer, “Ini lho hasil gue berbisnis, gue bisa beli barang mahal.”

Jika tiba-tiba bisnis goyang, gimana hayo. Apalagi beli-beli dengan cara kredit. Mau bayar tagihan pakai apa?

Sebaliknya, putar kembali keuntungan itu agar bisnis makin lebar. Tahan dulu nafsu beli mobil sebagai bukti kesuksesan. Jika sekarang mau beli Avanza, mungkin saja kelak bisa beli Fortuner dari bisnis yang kian melejit.

5. Semua hal ada konsekuensinya

Ketika sekolah atau kuliah, mencontek bisa bikin gak lulus. Kalau telat ngumpulin tugas, nilai bisa dikurangi.

Konsekuensi semacam itu ada juga dalam bisnis. Jika berlaku curang, bisnis terancam hilang. Misalnya jual bakso daging sapi, pakai boraks biar awet dan kenyal.

mau punya bisnis sukses
Duh, hari gini kok masih aja main curang bro! Gak berkah loh bisnisnya! (Main Belakang / Bertuahpos)

Saat ketahuan, kepercayaan pelanggan bakal luntur. Ujungnya, usaha ditutup pemerintah karena menyalahi aturan dan kita masuk penjara. Dyaarrr.

Makanya, pahami seluruh konsekuensi atas tindakan yang akan kita ambil. Kalau bisnis dijalankan tanpa rencana matang, jangan mewek kalau berujung kegagalan. Wong yang dengan rencana saja bisa gagal.

Mau sekolah bisnis atau tidak, kesuksesan bisa diraih semua pengusaha. Yang penting adalah ada niat dan tekad untuk selalu belajar dan mengambil pelajaran dari kegagalan yang pernah melanda.

 

 

Yang terkait artikel ini:

[Baca: Pahami Jenis Kredit UKM yang Bisa Jadi Pilihan Sumber Modal]

[Baca: Bikin Bisnis Kok Stagnan, Kamu Bisa Tiru Jurus Jitu Mengembangkan Usaha Ini]

[Baca: 4 Anggapan Salah Tentang Menjadi Pengusaha Sukses]

Hardian
Hardian

Sebagai penulis dan penyunting, saya sangat akrab dengan tenggat alias deadline. Dua profesi ini mengajari saya tentang betapa berharganya waktu, termasuk dalam urusan finansial. Tanpa rencana dan kedisiplinan soal waktu, kehidupan finansial pastilah berantakan. Cerita inilah yang hendak saya bagikan kepada semuanya lewat beragam cara, terutama tulisan.