Pengin Mobil Lamborghini? Siap-Siap Keluar Duit Rp 200 Juta Setahun Ya

4 menit
mobil lamborghini

Tertarik beli mobil Lamborghini seperti artis tajir Raffi Ahmad? Silakan aja, asal dompetmu juga super tebal seperti dia.

Asal kamu tahu aja nih, mobil yang tergolong supercar itu gak cuma menyedot uang pada awal pembelian aja, tapi juga waktu dimiliki. Apa aja sih emang?

Minimal dari segi perawatan deh. Kan gak mungkin kalau kamu punya Lamborghini tapi pakai kampas seharga puluhan ribu? Mobil seperti itu ya suku cadangnya juga mahal.

Itu cuma satu aspek. Apa lagi ya kira-kira? Berikut ulasannya:

1. Bahan bakar

mobil lamborghini
Isi bensin (Tribunnews)

Pertama kita bakal bahas dulu soal bahan bakar mobil Lamborghini Huracan. Konsumsi bahan bakar mobil ini kurang lebih 5,3 liter per 1 kilometer.

Tangki bensin Huracan itu sendiri volumenya mencapai 90 liter, dan bahan bakarnya minimal Pertamax Turbo yang harganya per 7 Juni lalu mencapai Rp 10.100 per liter. Jadi kalau full tank ya kamu harus keluar Rp 909 ribu.

Kalau dalam satu hari aja kamu berkendara sepanjang 10 kilometer, maka mobil itu bakal membutuhkan kurang lebih 53 liter bensin. Jika hari pertama diisi bensin penuh, maka hari kedua kamu mungkin udah harus ngisi penuh lagi. Kebayang gak tuh dua hari aja keluar duit sebanyak itu? Apa rela?

2. Ganti oli dan tune up

mobil lamborghini
Olinya pun gak bakalan bisa pakai oli mineral biasa (Youtube)

Ganti oli dan tune up termasuk dalam perawatan kecil. Meski namanya “kecil”, tapi kalau di Lamborghini, ya tetap aja mahal.

Gini, apa mungkin mobil Lamborghini pakai oli Mesran? Jelas gak mungkin dong, yang ada mesin bakal bermasalah.

Mesin supercar seperti Lamborghini harus dilumasi oli sintetik yang berkualitas tinggi. Nah, asal kamu tahu nih, oli sintetik itu paling murahnya aja biasanya dihargai Rp 800 ribu hingga Rp 1 juta per liter. Sementara mobil ini butuh minimal delapan liter oli.

Bayangin aja, udah bensinnya boros, terus olinya juga gak tanggung-tanggung pula. Jika emang satu liter olinya dibanderol Rp 800 ribu, maka buat dapat delapan liter kamu harus keluarkan uang sampai Rp 6,4 juta.

Itu cuma ongkos olinya lho bos, belum lagi sama jasanya yang berkisar antara US$ 900 atau Rp 13 jutaan!

Soal jasa, udah gak mungkin kan pemilik Lamborghini ke bengkel umum pinggiran jalan. Belum tentu juga mekaniknya paham sama struktur mesin. Sementara biaya servis di bengkel resmi Lamborghini tentu aja gak murah.

Jika ditotal-total, ganti oli dan tune up mungkin aja ada di kisaran Rp 15 jutaan. Servis ini juga harus dilakukan rutin per 5 ribu km.

3. Kampas kopling

mobil lamborghini
Lamborghini Aventador (Metrotvnews)

Salah satu komponen mobil Lamborghini yang cukup sering diganti adalah kampas koplingnya. Umur pakai kampas kopling Lamborghini konon kabarnya cuma 5 hingga 7 ribu kilometer aja.

Pengin tahu berapa harga kampas mobil super ini? Jawabannya adalah US$ 5 ribu alias lebih dari Rp 50 juta!

Pergantian kampas ini biasanya dilakukan berbarengan dengan perawatan kecil. Jadi ketika ganti oli, kamu bisa sekalian ganti kampas kopling juga tuh.

4. Kerusakan komponen

mobil lamborghini
Yang punya duit banyak aja bisa nangis kalau lamborghininya kayak gini (Kompas)

Ketika ada kerusakan beberapa komponen yang ditemukan saat servis, siap-siap deh rogoh kocek yang lebih dalam lagi.

Baut-baut mobil ini harganya Rp 3 jutaan lho, sementara handle pintu bisa sampai Rp 18 juta. Udah tahu harga selang minyak remnya? Rp 4,6 juta.

Komponen-komponen seperti itu umumnya diganti setelah mobil tembus 10 ribu km.

Terus, ketika yang rusak adalah bagian kaki-kaki seperti roda atau suspensi, jangan pernah bermimpi deh biaya perbaikannya bakal sama seperti merawat Mercedes-Benz atau BMW sekalipun. Jelas harga sparepart-nya bikin kamu nangis.

5. Ban

mobil lamborghini
Ban Lamborghini (Tempo)

Standar ban yang digunakan oleh mobil Lamborghini adalah ban Italia bermerek Pirelli. Sedangkan bila kamu lihat Lamborghini Huracan, mobil itu disematkan ban Pirelli tipe PZero yang harganya mencapai Rp 16 jutaan per buah.

Kalau pengin yang jauh lebih tahan lama dari sisi pemakaian ya pilih aja Michellin Pilot Sport. Harganya Rp 19 juta.

Soal ganti ban itu sendiri tentu gak bisa diprediksi karena umur ban berkaitan juga dengan cara pemakaian si pengguna. Yang jelas, gak mungkin mobil ini dipakai santai-santai. Ketika digeber terus, maka ban pun bakal cepat habis. Mungkin per 20 ribu kilometer harus udah diganti.

 

6. Pajak tahunan

mobil lamborghini
Lamborghini milik Raffi (Liputan 6)

Sekarang kita sampai di pembahasan seputar pajak mobil Lamborghini. Nilai pajak mobil sport mewah ini luar biasa mahal lho.

Nilai pajak bakal bergantung pada harga mobil tersebut. Sebagai contoh, Lamborghini Aventador milik Raffi Ahmad pajaknya mencapai Rp 180 juta!

Masih bercita-cita punya mobil Lamborghini?

Jadi, dalam satu tahun kira-kira kamu harus keluar biaya lebih dari Rp 200 juta, atau setara mobil Jepang keluaran terbaru. Itu belum termasuk biaya asuransi ya.

Oh iya, tadi belum disebutkan juga nih buat biaya perawatan akibat kerusakan besar seperti ringsek dan sebagainya. Kalau udah gitu, biasanya sih kamu harus keluar uang sampai Rp 1 miliar. Proses perbaikannya bisa memakan waktu dua bulan.

Jadi, masih mau punya mobil Lamborghini gak, nih?

 

Aulia Akbar
Aulia Akbar

Pensiunan jurnalis, praktisi humas, dan seseorang sempat aktif di dunia beladiri campuran. Sekarang telah menjadi perencana keuangan yang sangat antusias dengan hal-hal yang berkaitan dengan pasar modal.