Mau Raup Untung dari Investasi Saham? Coba 6 Tipsnya dari Warren Buffett

4 menit
Warren Edward Buffett

Investasi saham saat ini memang cenderung fluktuatif akhir-akhir. Hal itu mengharuskan kamu selaku investor untuk pandai memilih instrumen investasi.

Masih ingat kisah Suherman, satpam yang menjadi kaya berkat investasi saham? Dilansir dari Kontan, Suherman mendapatkan gain hingga 60 persen tiap bulannya. Keuntungan tersebut didapat dari sejumlah saham dari beberapa perusahaan, seperti PT Adaro Energy Tbk (ADRO), PT Bukit Asam Tbk (PTBA), dan PT Waskita Karya Tbk (WSKT).

Suherman mengaku, ia tak menggunakan analisa tingkat tinggi untuk menentukan sasaran investasinya, melainkan dari informasi yang didapat di surat kabar. Misalnya, ia memilih ADRO karena perusahaan tersebut punya laba yang tinggi.

Keuntungan yang didapat Suherman cukup menggiurkan. Portofolio miliknya meningkat dari Rp 90 juta di tahun lalu, kini menjadi sekitar Rp 140 juta. Hampir dua kali lipat.

Kisah Suherman bikin kamu tergoda untuk coba jadi investor juga gak nih?

Kesuksesan dalam berinvestasi memang gak semudah membalikkan telapak tangan. Tapi Suherman jadi bukti bahwa siapa pun bisa kok jadi investor, termasuk kamu. Nah, bagi para investor pemula gak ada sumber belajar yang lebih baik selain dari ahlinya.

Ialah Warren Edward Buffett, seorang pengusaha sekaligus investor tersukses di dunia. Kemahirannya dalam berinvestasi membuat ia menjadi orang terkaya ke-tiga di dunia menurut Forbes setelah Bill Gates.

Gak usah panjang-panjang lagi, buat kamu yang mau mulai belajar investasi, khususnya investasi saham, ini 6 tips dari Warren Buffett yang bisa dicoba.

1. Investasi saham pada industri yang kamu pahami

Saham (Ilustrasi).

Persis apa yang dilakukan Suherman. Ia memilih PTBA karena ia tahu permintaan batubara dari Perusahaan Listrik Negara (PLN) masih tinggi. Atau Ia memilih WSKT karena ia tahu WSKT sedang menerima sentimen tax amnesty. Informasi yang tampak sederhana ini digunakan Suherman sebagai data penting dalam pengambilan keputusan yang ia buat.

Bukan berarti kamu jadi gak bisa investasi saham pada perusahaan di luar bidangmu, tapi pastikan kamu memahami proses bisnis dan kondisi perusahaan tersebut. Seperti kata Warren Buffett berikut ini, “Never invest in a business you cannot understand.”

2. Dahulukan investasi pada diri sendiri

Sebelum terjun dalam dunia investasi saham, investasilah untuk diri sendiri (Ilustrasi).

Investasi saham memang punya untung menggiurkan, tapi ternyata menurut Warren Buffett gak ada investasi yang lebih baik selain investasi untuk perkembangan diri. Sebelum terjun dalam dunia investasi saham, investasilah untuk diri sendiri yang dapat meningkatkan kemampuan atau mengasah bakat yang telah kamu punya.

Tentukan keterampilan apa yang ingin kamu kuasai, serta luangkan waktu dan biaya untuk mewujudkannya. Hal ini dapat membuatmu menjadi pribadi yang lebih berharga.

3. Berlatih untuk percaya diri

Bermain saham (Ilustrasi).

Sebagai calon investor atau investor pemula gak jarang kita meragukan kemampuan atau keputusan yang kita buat. Apalagi, jika orang di sekitar kita “terdengar” lebih ahli saat menganalisa saham yang disasar.

Namun, untuk menjadi investor yang sukses kamu gak bisa terus-terusan terpengaruh orang lain. Sebaliknya, untuk menepis keraguan dan bisa jadi lebih percaya diri: belajarlah. Belajar terus mengenai seluk beluk investasi. Lalu, buatlah keputusan sendiri.

4. Belajar dari kesalahan lalu segera move on

Belajar dari kesalahan lalu segera move on (Ilustrasi).

Suherman yang kini punya portofolio ratusan juta, pada mulanya pernah rugi jutaan rupiah. Namun, hal tersebut ia jadikan pelajaran dan menekan harapannya agar tak terlalu tinggi. Warren Buffett sekalipun pasti pernah mengalami kegagalan.

Begitu pula denganmu. Bukan gak mungkin kamu salah mengambil tindakan yang merugikan. Jangan lantas menyerah dan gak mau mencoba lagi. Buffett menyarankan untuk mencatat setiap kesalahan agar tidak diulangi kembali. Biar bagaimanapun kesalahan tersebut adalah pelajaran yang berharga untukmu.

5. Miliki mindset investasi jangka panjang

Investasi untuk jangka panjang (Ilustrasi).

Dibanding menjadi trader harian, Warren Buffett lebih menyarankan untuk menggunakan teknik beli-dan-tahan (buy and hold). Menurut Buffett, jika kamu sudah membeli bisnis dengan performa yang bagus, semakin lama kamu mempertahankannya, akan semakin tinggi pula nilai bisnisnya.

Jadi, dibanding mengambil untung dari persentase jual beli, lebih baik pilih dan beli saham yang bagus lalu tahan untuk jangka panjang.

6. Ikuti berita terkini, tapi jangan cepat terpengaruh

Ikuti berita terkini, tapi jangan cepat terpengaruh (Ilustrasi).

Suherman memanfaatkan informasi dari berita sebagai pertimbangan keputusan yang ia ambil. Hal ini sebagai bukti pentingnya memahami kondisi perusahaan target investasi.

Namun, bukan berarti semua berita harus memengaruhi keputusanmu. Buffett menyarankan para investor untuk menerapkan aturan 99-1. Artinya hanya gunakan berita sebagai 1 persen pertimbangan pengambilan keputusan.

Sebagai contoh, jika perusahaan mengalami kerugian sebesar 10 persen, jangan buru-buru menjual saham dari perusahaan tersebut. Perhatikan dulu rekam jejak perusahaan. Jika perusahaan tersebut telah berdiri selama puluhan hingga ratusan tahun, perusahaan tersebut pasti mampu mengatasi kerugian 10 persen yang dialami.

Gimana, sudah siap menjajal untung dari investasi? Membaca puluhan tips atau teori tentu menambah pemahaman yang kamu punya, tapi akan percuma jika tidak dipraktikkan.

Selamat mencoba!

Buat kamu yang udah lama jadi investor, coba bagikan pengalamanmu di kolom komentar!

Ulfa Sekar
Ulfa Sekar

Pernah menjadi anak IT dan bercita-cita menjadi seorang programmer. Lalu berakhir menjadi seorang penulis dan menikmatinya. Semoga tulisan saya bisa berguna buatmu.

MoneySmart.id adalah portal finansial terbesar dan terpercaya di Indonesia. Melalui konten yang kreatif dan inspiratif, kami berdedikasi untuk menjadi pemandu Anda dalam pengelolaan keuangan yang lebih baik.

Tentang Kami

IKUTI KAMI DI

Say Hello!

(021) 3005 6456

[email protected]

Jl Benda No. 92,
Jakarta Selatan, Indonesia 12560

Singapore Indonesia Hong Kong Taiwan