Mau Sukses Wawancara Kerja? Jangan Katakan 7 Hal Ini

3 menit
Sukses Wawancara Kerja

Sekeren apa pun CV yang kamu lampirkan dalam surat lamaran, kalau kejeblos saat wawancara kerja, pupus sudah impian kerja di kantor itu.

Sukses wawancara kerja adalah kunci dari serangkaian proses mendapat kerja. Wawancara dengan user maupun dengan HRD sama pentingnya.

Nah, dalam wawancara kerja, ada aturan gak tertulis yang mesti kita pahami dan patuhi. Itu kalau kamu mau mendapatkan pekerjaan yang kamu lamar.

Aturan tersebut menyangkut hal yang gak boleh kamu katakan saat wawancara kerja. Apa saja kata-kata itu? Berikut ini di antaranya:

1. “Saya tidak bisa”

Ketika ditanya apakah bisa mengerjakan sesuatu yang di luar job description, jangan pernah bilang “saya tidak bisa” untuk mengawali jawaban. Meski kata-kata itu kamu ucapkan untuk berkata jujur.

Sebaiknya, bila merasa “tidak bisa”, ungkapkan dengan cara lain yang lebih diplomatis. Misalnya dengan mengatakan bahwa kamu belum punya pengalaman untuk itu, tapi suka dengan tantangan baru. Karena itu, kamu akan mencoba untuk mengerjakannya.

sukses wawancara kerja
Walau gak bisa, usaha aja dulu sampai mentok dan terkantuk hehehe (Wanita Karier / techinasia)

Kalimat itu lebih ngena di telinga HRD ataupun user. Intinya, jangan sampai terlihat menyerah sebelum bertarung. Yang penting usaha dulu.

2. “Saya tidak tahu”

Kita memang gak mungkin tahu segala hal. Tapi, tabu untuk mengatakan “saya tidak tahu” di depan pewawancara kerja, meski tujuannya adalah rendah hati gak mau terlihat sok tahu.

Mending bilang “saya tertarik mengetahui itu lebih lanjut di sini”. Atau “saya belum tahu soal itu, mungkin saya dapat mencari tahu di sini.”

Frasa “kurang tahu” juga sebaiknya dihindari. Kalau gak tahu ya gak tahu. Mengucapkan kurang tahu itu malah menunjukkan bahwa kita gak mau ngaku bahwa kita gak tahu.

[Baca: 6 Hal Sepele tapi Penting Dilakukan Sebelum Wawancara Kerja]

3. “Saya pernah begini, pernah begitu”

Menonjolkan diri saat wawancara kerja itu perlu. Tapi bukan berarti kamu mesti pamer kerjaan terdahulu.

Ceritakan saja prestasi kerja paling tinggi. Misalnya pernah dapetin klien yang berkontribusi besar dalam pendapatan perusahaan.

Kalau kamu cerita ngalor-ngidul soal apa saja yang pernah kamu lakuin sebelumnya, bisa dianggap sok pamer. Mereka malah jadi ilfil dan menyudahi wawancara sebelum waktunya.

sukses wawancara kerja
Kalau sudah bikin orang jadi ngantuk mendengar ocehanmu, wasalam deh! (Bayi Menguap / xxlucu)

4. “Saya pasti cocok”

Ingat, bukan kamu yang menentukan cocok atau tidak di perusahaan. Merekalah yang akan menilai dan memastikan.

Mungkin kamu berusaha meyakinkan mereka dengan mengatakan hal itu. Tapi percayalah, kalau kamu cocok, pasti deh keterima. Jawab saja pertanyaan si pewawancara dengan sebaik-baiknya.

6. “Bos saya dulu….”

Curhat masalah kerjaan sebelumnya bukanlah ide bagus. Sebaliknya, hal itu malah bikin si pewawancara waswas.

“Jangan-jangan nanti ni orang sewaktu-waktu resign, terus wawancara di tempat baru ngomongin hal jelek juga.” Begitu kira-kira yang ada di benak mereka.

Mereka juga bakal mikir kamu gak bisa mengatasi tantangan di tempat kerja. Walhasil, nilaimu bakal drop di mata mereka.

[Baca: Buat yang Lagi Getol Cari Kerja Baru, Hati-hati Dengan Lowongan Kerja Fiktif]

7. “Pekerjaan ini bagus buat jadi batu pijakan”

Begitu kalimat itu keluar, sudah. Mending hapus nomor telepon perusahaan di daftar kontakmu. Gak bakal dihubungi deh.

Di mana-mana perusahaan pengin ngerekrut pegawai dalam jangka panjang. Kalau kamu bilang kerjaan itu cuma jadi batu pijakan, da-da bye-bye.

8. “Saya gak ada pertanyaan”

sukses wawancara kerja
Lebih enak aktif tanya jawab deh pas wawancara biar suasana gak kaku kayak kanebo kering hehehe! (Wawancara Kerja / hipwee)

Saat wawancara kerja mau selesai, biasanya si pewawancara bertanya apakah ada pertanyaan. Sebaiknya jangan sampai bilang kamu gak punya pertanyaan.

Lagian, masak, sih bener-bener gak ada pertanyaan? Tanyakan soal jenjang karier untuk menunjukkan bahwa kamu berambisi untuk bekerja keras agar karier cepat meningkat.

Yang juga penting, tanyakan soal hak-hak pekerja. Misalnya BPJS, cuti, serta dana pensiun. Rugi kalau keterima tapi ternyata banyak hak yang dilanggar.

Cari kerja itu susah-susah gampang. Setiap tahapnya mesti dilewati dengan cermat dan hati-hati agar lolos hingga diterima.

Dan sukses wawancara kerja bisa dibilang adalah proses yang paling menentukan, karena pada saat inilah kita dinilai secara langsung oleh calon atasan serta penanggung jawab sumber daya manusia.

Jangan sampai udah repot-repot lolos psikotes sampai tes keahlian, eh, kena jebakan betmen saat wawancara.

[Baca: Cari Kerja Susah? Jangan-Jangan Kamu Melakukan 4 Kesalahan Ini]

Hardian
Hardian

Sebagai penulis dan penyunting, saya sangat akrab dengan tenggat alias deadline. Dua profesi ini mengajari saya tentang betapa berharganya waktu, termasuk dalam urusan finansial. Tanpa rencana dan kedisiplinan soal waktu, kehidupan finansial pastilah berantakan. Cerita inilah yang hendak saya bagikan kepada semuanya lewat beragam cara, terutama tulisan.