Mengenal Dekat Mbah Moen, Kiai Kharismatik Junjungan Ulama dan Politikus

4 menit
Mengenal Dekat Mbah Moen, Kiai Kharismatik Junjungan Ulama dan Politikus, (Instagram/@najwashihab).

Ulama sepuh, Maimun Zubair atau disapa Mbah Moen menghembuskan napas di Tanah Suci, Mekkah. Kiai yang menghembuskan napas di usia 90 tahun ini emang tengah menunaikan ibadah haji di Mekkah, Arab Saudi. 

Pria kelahiran Rembang 90 tahun lalu ini merupakan sosok yang paling dihormati. Karena ilmu agamanya, tak jarang ia menjadi tempat buat berguru bagi para tokoh-tokoh penting. Banyak dari mereka yang meminta saran dan nasehat sang kiai. 

Mbah Moen juga bisa dibilang sebagai sosok paling senior di organisasi Islam terbesar di Indonesia yaitu Nahdlatul Ulama (NU). Sejak dulu, ia emang aktif mengajarkan ilmu agama, namun tak melepaskannya dari kebudayaan di Indonesia. 

Berkat ajarannya itulah ia memiliki banyak sekali pengikut, termasuk para murid-muridnya di pesantren yang didirikannya. Gak cuma dari kalangan santri, para tokoh-tokoh politik juga kerap memperebutkan dukungannya. 

Mulai dari calon legislatif hingga calon presiden semua meminta restu darinya buat mengabdi kepada negara. Berikut ini fakta-fakta tentang Mbah Moen yang bisa menginspirasi kita semua.

Baca juga: Salah Satunya dari Indonesia, Ini 8 Orang Paling Dermawan di Dunia yang Menyumbang Hartanya

Mendirikan Pondok Pesantren Al Anwar di tahun 1967 

mbah moen
Mendirikan Pondok Pesantren Al Anwar di tahun 1967, (Instagram/@najwashihab).

Mbah Moen merupakan pendiri dari Pondok Pesantren Al Anwar, Rembang, Jawa Tengah. Dikutip dari website Kementerian Agama, pondok pesantren ini didirikan pada tahun 1967 silam. 

Al Anwar kini memiliki tiga cabang, yaitu Al Anwar 1 dengan jumlah santri mencapai 3.210 orang, Al Anwar 2 dengan santri 74 orang, dan Al Anwar 3 dengan total santri mencapai 211. Semuanya masih berlokasi di Rembang, lengkap dengan fasilitas asrama bagi santri yang menginap. Sementara jumlah tenaga pengajarnya bisa mencapai lebih dari 70 orang. 

Baca juga: Tunggangan Superkeren Gus Miftah, Ulama Pembimbing Deddy Corbuzier Masuk Islam

Panutan ulama di Indonesia

mbah moen
Beliau merupakan sosok panutan bagi para ulama di Tanah Air, (Instagram/@sabdaperubahan).

Dikutip dari situs berita milik NU, Mbah Moen merupakan sosok yang paling dihormati. Beliau pernah didapuk sebagai anggota Ahlul Hall wal Aqdi pada Muktamar NU ke-33 di Jombang di 2015. 

Ahlul Hall wal Aqdi merupakan sosok yang paling penting di dalam organisasi dalam memutuskan suatu perkara. Salah satu contohnya menyelesaikan masalah internal NU, hingga pemilihan ketua. 

Pria kelahiran tahun 1928 ini juga menjadi sosok rujukan bagi para ulama Indonesia dalam bidang fiqih. Karena Kiai Maimoen menguasai secara mendalam ilmu fiqih dan ushul fiqih yang didapatkannya selama belajar di Arab Saudi. 

Baca juga: Ibadah Lancar Rezeki Makmur, Pantes 6 Ulama Ini Punya Mobil Mewah

Pernah jadi anggota DPRD dan MPR 

mbah moen
Pernah jadi anggota DPRD dan MPR, (Instagram/@nahdlatululama).

Mbah Moen gak cuma aktif dalam bidang keagamaan aja, tapi beliau juga turut berkontribusi di dalam kancah perpolitikan Tanah Air. Diketahui sosok jebolan pendidikan Arab Saudi ini pernah menjadi Anggota DPRD Rembang selama tujuh tahun. 

Selain itu beliau juga sempat menjadi Anggota MPR RI sebagai utusan dari Jawa Tengah. Gak tanggung-tanggung ia menduduki kursi itu selama tiga periode berturut-turut. 

Ketua Majelis Syuro PPP 

mbah moen
Beliau juga merupakan Ketua Majelis Syuro PPP, (Instagram/@dpp.ppp).

Meski mayoritas santri NU berlabuh ke partai PKB, Kiai Maimoen memilih bergabung di PPP. Ia merupakan tokoh senior dengan jabatan terakhir sebagai Ketua Majelis Syariah PPP. 

Saat PPP dilanda konflik dualisme kepemimpinan antara Romi dan Djan Faridz, sosok Mbah Moen yang berperan besar dalam upaya rekonsiliasi. Meskipun upayanya gagal dan berujung ke jalur hukum. 

Ulama kharismatik yang memiliki pengaruh besar di kancah politik 

mbah moen
Ulama kharismatik yang memiliki pengaruh besar di kanca politik, (Instagram/@cakiminow).

Mbah Moen bisa dibilang udah menjadi tokoh negara yang komplit. Ia mampu menjadi panutan buat  ilmu agama, tetapi juga junjungan bagi orang-orang yang berkecimpung di dalam dunia politik. 

Gak cuma para santri dan ulama di Indonesia yang meminta restu dan nasehat-nasehatnya, tapi juga para politisi kerap mendatanginya. Mulai dari walikota, gubernur, hingga presiden sering menyambanginya di pesantren Al Anwar. 

Politisi-politisi yang masih calon legislatif atau calon presiden saja bahkan saling berebut dukungannya. Pada Pilpres yang lalu contohnya, kedua capres Joko Widodo dan Prabowo Subianto sowan ke Al Anwar. 

Keduanya meminta restu, nasehat, serta mengharap dukungan dari kiai kharismatik itu. 

Meskipun dikutip dari Youtube iNews, terlihat bahwa Mbah Moen meminta ulama-ulama di kampung buat mendukung Jokowi melanjutkan roda pemerintahan. 

Itulah sosok Mbah Moen yang kini telah meninggalkan kesan baik bagi Indonesia. Namun, ilmu yang disebarkannya, tentang agama maupun tentang politik gak bakal oleh waktu, khususnya bagi para pengikut dan santrinya. (Editor: Mahardian Prawira Bhisma)

Okky Budi
Okky Budi

Penggemar Tsubasa yang jadi sarjana sosial. Kini secara sengaja masuk ke dunia finansial. Semoga bisa memberikan tulisan yang bermanfaat buat pembaca.