Sebelum Telat, Yuk Tiru Usaha Sampingan 5 Pemain Bola Indonesia Ini

2 menit
Usaha-Sampingan
Kim Kurniawan (instagram @kimkurniawan)

Insting pemain sepak bola di Indonesia mungkin sama dengan pemain luar negeri. Karier di lapangan hijau bisa berakhir tanpa terduga-duga. Maka, harus ada usaha sampingan untuk menjaga asap dapur tetap mengepul.

Banyak pemain top mancanegara yang buka bisnis sendiri selagi masih aktif bermain bola. Duit hasil menggocek bola diputar sebagai modal untuk kebutuhan pada masa mendatang, ketika keran pemasukan dari stadion tak lagi ada.

Seorang pemain bola bisa mendadak terhenti kariernya karena banyak hal. Mungkin faktor cedera. Mungkin juga performa yang tak lagi bercahaya.

Bisa jadi hal itulah yang melatarbelakangi keputusan sederet pemain nasional ini untuk menjalankan usaha sampingan meski kariernya belum tamat.

1. Hariono (H24)

Bismillah New arrival H24 @originalfanshop jl.bengawan 56 @h24wardrobe @h24.apparel

A post shared by hariono24 (@gondronghariono) on

Pemain kelahiran Sidoarjo, Jawa Timur, ini moncer kariernya bersama tim asal Jawa Barat, Persib Bandung. Hariono pernah tercatat sebagai tulang punggung tim nasional Indonesia di lini tengah.

Pada 2015, ketika dunia sepak bola Indonesia sedang gonjang-ganjing dan kompetisi vakum, Hariono memulai bisnis apparel. H24 menjadi merek produknya, dari kaus sampai casing hape. Mau menyaingi Zlatan Ibrahimovic, yang juga punya usaha apparel sendiri?

2. Tony Sucipto (Sambel Hejo)

BISMILLAH 🙏 PERSIBDAY 🙏

A post shared by Tony Sucipto6 (@toncip6) on

 

Tony adalah rekan setim Hariono di Persib, juga di tim nasional. Namun lini bisnis keduanya berlainan. Sementara Hariono memilih fashion, Tony nyemplung ke bisnis kuliner.

Di lapangan, Tony jago mengolah bola dengan kakinya. Di dapur, tangan pemain belakang ini ternyata juga piawai meracik bahan masakan menjadi makanan enak.

Warung Sambel Hejo adalah buktinya. Menjual masakan khas Sunda, warung ini sudah ada di beberapa lokasi di Bandung dan sekitarnya.

3. Atep (SSB A7)

Atep adalah pemain unik karena pernah membela dua klub yang juga musuh bebuyutan, yakni Persija Jakarta dan Persib Bandung. Tapi gelandang menyerang ini woles saja dengan persaingan di lapangan hijau.

Dia berusaha profesional. Hal ini menunjukkan passion-nya dalam sepak bola. Bukti lainnya adalah Atep memilih mendirikan sekolah sepak bola sebagai usaha sampingan.

Harapannya, selain mendapat untung dari SSB A7 miliknya, akan ada talenta-talenta baru yang berjaya di kancah sepak bola nasional, syukur-syukur sampai internasional.

4. Dedi Kusnandar (Dado de Ceker and Wings)

Bareng R1🇮🇩🇮🇩🙏🏻🙏🏻

A post shared by Indonesia Footballplayer (@dedikusnandar11) on

Satu lagi pemain Persib, Dedi Kusnandar. Dedi sama seperti kompatriotnya, Tony Sucipto, yang memilih menggeluti dunia masak-memasak.

Dia punya warung kekinian bernama Dado de Ceker and Wings. Warung ini enak sebagai tempat makan, juga nyaman sebagai tempat nongkrong.

Mungkin suatu saat bisa menyaingi Wings Stop dan jadi usaha waralaba sukses? Semua bisa terjadi.

5. Kim Kurniawan (Donna & Uomo)

Kim Kurniawan adalah salah satu pemain bola yang terkenal bergaya trendi. Karakter itu yang mungkin diselami Kim untuk membuka usaha sampingan sendiri.

Donna & Uomo, lini bisnis fashion milik Kim, sedikit-banyak menunjukkan hal itu. Kim sering menjadi model sendiri untuk memasarkan produknya. Sekalian berbisnis sekalian narsis.

Mau apa pun profesi seseorang, harus ada rencana untuk menyiapkan masa depan. Upaya para pemain bola nasional di atas yang punya usaha sampingan bisa dijadikan inspirasi.

Meski bayaran mereka terhitung besar, tetap ada upaya untuk menambah dan mengamankan pundi-pundi, karena tak ada yang bisa menebak apa takdir seseorang.

Hardian
Hardian

Sebagai penulis dan penyunting, saya sangat akrab dengan tenggat alias deadline. Dua profesi ini mengajari saya tentang betapa berharganya waktu, termasuk dalam urusan finansial. Tanpa rencana dan kedisiplinan soal waktu, kehidupan finansial pastilah berantakan. Cerita inilah yang hendak saya bagikan kepada semuanya lewat beragam cara, terutama tulisan.