Banner ImageBanner Image

Putuskan Jadi Vlogger, Ahok Bisa Dapat Penghasilan Segini

4 menit
Ahok atau BTP membuat vlog (Instagram/@basukibtp)

Setelah bebas dari Rutan Mako Brimob, Depok, Basuki Tjahaja Purnama (BTP) atau yang kerap disapa Ahok, dikabarkan berniat aktif membuat vlog alias jadi vlogger untuk mengais rezeki. Wah, kira-kira berapa ya penghasilan yang bakal diterima BTP jika jadi vlogger?

Pria yang kini lebih memilih dipanggil BTP itu sudah membuat vlog pertamanya dengan putranya, Nicho Sean, berjudul “Pulang” di akun panggilsayabtp yang sudah aktif di YouTube.

BTP setelah menjalani proses administrasi sebelum bebas dari Mako Brimob (Instagram/@basukibtp)
BTP setelah menjalani proses administrasi sebelum bebas dari Mako Brimob (Instagram/@basukibtp)

Meski baru ada satu video berdurasi 9 menit di akun tersebut, video itu sudah viral. Terhitung pada 29 Januari 2019, sudah ada empat orang yang menyaksikan video tersebut, diiringi 430 likes.

Dengan menjadi vlogger, otomatis BTP akan semakin kaya. Pasalnya, gak sedikit vlogger di Indonesia yang meraup keuntungan dari membuat konten video.

Di samping itu, BTP juga punya banyak fans atau pendukung di Jakarta. Tentu saja point-point tersebut akan membuat subscriber-nya bakal terus bertambah.

Penasaran berapa rupiah yang bisa diraih BTP dari kegiatannya membuat vlog? Berikut, rinciannya:

1. YouTube

BTP membuat vlog (Instagram/@basukibtp)
BTP membuat vlog (Instagram/@basukibtp)

Setelah membuat vlog, lantas ngapain? Ya sudah pasti video itu bakal diunggah ke YouTube dong. Kalau bukan YouTube, platform mana lagi yang bisa diandalkan untuk memviralkan video BTP.

YouTube memiliki mekanisme untuk sistem monetisasi para user-nya. Intinya, akun BTP harus punya viewers dan subscriber yang banyak dulu sebelum mantan Gubernur DKI Jakarta itu bisa menerima uang dari YouTube.

Kalau bicara viewers atau subscriber, kita semua bisa tutup mata deh. Bukan hal sulit bagi BTP untuk mendapatkannya dalam jumlah banyak.

Sistem AdSense di YouTube akan mengatur dan menentukan iklan yang dipasang di video akun BTP.

Sekadar diketahui, Youtubers Bayu Skak blak-blakan mengungkapkan, kalau di tahun 2017 saat subscriber-nya 1 juta bisa mendapat US$ 2 ribu atau Rp 28 jutaan dari AdSense!

Kira-kira, penghasilan BTP nanti jadi berapa ya?

Baca juga: Bisa Raih Miliaran Rupiah! Begini Cara YouTuber Mencetak Uang dari YouTube

2. Sponsored content

BTP membuat vlog (Instagram/@basukibtp)
BTP membuat vlog (Instagram/@basukibtp)

Kalau cuma dari AdSense saja tentu gak seru dong. Para vlogger juga seringkali mendapatkan produk endorsement atau iklan tertentu yang memanfaatkan selebriti atau seorang profesional untuk mengatakan hal baik tentang sebuah produk atau layanan dari berbagai brand.

Sebut saja seperti Boy William, yang seringkali bikin video nebeng-nebengin selebriti di mobilnya. Boy pernah mengakui, mobil BMW dan Audi yang ditumpanginya adalah mobil yang dipinjamkan APM sebagai bentuk sponsorship di video tersebut.

Nah, jelas banget kalau vlogger bisa menetapkan tarif sponsorship sesuai yang mereka inginkan.

Yang pasti, dana yang diberikan brand untuk sponsorship ini gak kecil. Paling gak bisa nutup biaya produksi video deh.

Menurut salah seorang travel blogger, Evan Edinger, dana yang bisa dia dapatkan lewat sponsorship ini kabarnya mencapai 12 kali pendapatan AdSense sebulan. Wow, banget ya!

Kalau dari AdSense saja Rp 28 juta, berarti dari sponsorship bisa Rp 336 juta atau mungkin sampai miliaran. Angka fantastis, bukan?

Baca juga: Sebentar Lagi Bebas, Ini Fakta Tentang Ahok dan Sumber Kekayaannya

3. Affiliate link

BTP membuat vlog (Instagram/@basukibtp)
BTP membuat vlog (Instagram/@basukibtp)

Brand-brand yang meng-endorse sang vlogger gak jarang memintanya untuk menempatkan link e-commerce di deskripsi video review produk yang dibuat vlogger. Tujuannya, untuk mencari pangsa pasar baru yang berasal dari subscriber atau fans vlogger yang bersangkutan.

Cara ini biasanya seringkali dilakukan para beauty atau fashion blogger. Setelah netizen meng-klik link yang ada di deskripsi video itu, maka dia akan masuk ke halaman e-commerce yang menjual produk yang tengah di-review.

CameoProject pernah mengungkapkan, untuk biaya endorsement yang mereka terima memang cukup variatif. Tapi, umumnya mulai dari Rp 500 ribuan hingga tak terhingga. Kalau mau aman, coba sesuaikan saja dengan bujet pembuatan videonya.

Namun, idealnya vlogger juga bisa mendapatkan insentif 5 hingga 20 persen dari total penjualan online di link tertera. Kalau penjualannya saja Rp 10 juta, so penghasilannya ya Rp 500 ribu.

Gak mungkin ya kalau BTP me-review produk kecantikan. Tapi, kalau misalnya BTP memang tertarik me-review, kira-kira produk apa yang bakal diulas? Pakaian atau mobil?

4. Merchandise

BTP membuat vlog (Instagram/@basukibtp)
BTP membuat vlog (Instagram/@basukibtp)

Seorang vlogger pada dasarnya adalah selebriti juga. Namun, gak ngetop di layar kaca atau radio melainkan di YouTube dan dunia maya.

Die hard fans BTP juga gak sedikit. So, gak rugi juga kan ketika BTP berniat membuat merchandise eksklusif untuk para followers-nya?

Merchandise itu bisa berupa T-shirt, topi, atau pernak pernik lainnya yang kiranya bisa jadi kenang-kenangan atau bisa dipakai.

Itulah sumber uang BTP jika dia memutuskan mencari rezeki dengan cara membuat vlog. Cukup banyak pastinya, dan sangat menjanjikan bagi BTP yang handal dalam hal public speaking.

Apakah kamu tertarik juga mengikuti langkah BTP? Kalau ya, informasi di atas tentu bermanfaat buat kamu! (Editor: Chaerunnisa)

Aulia Akbar
Aulia Akbar

Sebagai mantan jurnalis dan praktisi humas, saya memutuskan untuk menekuni beladiri paling ekstrim di dunia. Di kesempatan yang sama, izinkanlah saya untuk berbagi tips keuangan dan cerita inspiratif buat Anda.

MoneySmart.id adalah portal finansial terbesar dan terpercaya di Indonesia. Melalui konten yang kreatif dan inspiratif, kami berdedikasi untuk menjadi pemandu Anda dalam pengelolaan keuangan yang lebih baik.

IKUTI KAMI DI

Say Hello!

(021) 3005 6456

[email protected]

Jl Benda No. 92,
Jakarta Selatan, Indonesia 12560

Singapore Indonesia Hong Kong Taiwan