Memilih Homeschooling Buat Anak Boleh-Boleh Aja, tapi Pahami Dulu Seluk-Beluknya

Memilih Homeschooling Buat Anak

Pernah dengar kata “homeschooling” dong? Homeschooling atau sekolah rumah merupakan kegiatan belajar-mengajar yang dilakukan di luar sekolah, gak cuma terbatas di rumah aja. Orangtua atau guru pendamping khusus bisa menjadi tenaga pengajarnya.

Sistem pembelajaran yang satu ini bisa jadi solusi alternatif bagi para orangtua yang menghadapi kendala tertentu terkait dengan kurikulum pendidikan maupun lingkungan sekolah.

Salah satu orangtua yang mengalami kendala seperti ini adalah Veronica Sally, seorang single mom dengan satu anak perempuan bernama Rasya (11 tahun). Rasya mulai menjalani sistem homeschooling saat menginjak kelas 5 SD dan kini sudah berjalan selama satu tahun.

Sebelumnya, Rasya bersekolah di sekolah umum. Namun saat duduk di kelas 4 SD, Rasya mengalami depresi berat karena menjadi korban bullying. Keterbatasan Sally yang saat itu sedang berjuang dalam urusan finansial membuatnya memilih sistem homeschooling sebagai solusi.

Nah, kalau buah hatimu juga mengalami hal yang sama seperti Rasya, atau memang memilih untuk menerapkan cara didik sendiri kepada anak, homeschooling memang bisa dijadikan pilihan. Tapi sebelum menerapkannya, ketahui dulu seluk-beluk sistem pendidikan ini ya.

Kelebihan

1. Lebih mudah dipantau

memilih homeschooling buat anak
Ayo nak, belajar yang rajin ya biar jadi orangsukses! (Private Teaching / rockingmama)

Karena sifatnya lebih pribadi, yaitu dengan satu guru dan satu murid, perkembangan pendidikan anak homeschooling bakal lebih mudah terpantau secara khusus. Sistem homeschooling pun bikin kegiatan belajar-mengajar jadi lebih fokus.

Karakter anak juga bisa dikenal lebih baik. Sama halnya dengan kekurangan dan kekuatan si anak bisa diarahkan dengan cara yang juga tepat. Keunikan hingga bakat anak juga bisa dideteksi.

2. Lebih bebas berkreasi

Dalam hal ini, anak akan lebih bebas untuk berkarya dan berkreativitas dalam melakukan sesuatu hal karena gak akan terganggu oleh siapa pun. Selain itu, bakat dan kreativitasnya bisa lebih terarah karena mereka bebas mengekspresikan apa yang ada di pikirannya.

3. Lebih mandiri dan percaya diri

Anak homeschooling biasanya lebih percaya diri karena mereka terbiasa belajar sendiri dan gak dibanding-bandingkan. Hal ini akan membuat mereka lebih percaya diri dalam mengeluarkan bakat dan kemampuannya di bidang akademik. Rasa optimis jadi orang sukses pun biasanya sangat kuat tertanam dalam diri anak homeschooling.

4. Lebih cepat berkembang

Karena sistem belajarnya yang privat, anak homeschooling bisa tanpa ragu mengajukan pertanyaan kapan saja mereka mau. Mereka akan lebih sering terlibat diskusi dengan sang pengajar. Ini nih yang akan bikin anak homeschooling lebih cepat  berkembang.

5. Lebih terlindung dari pergaulan menyimpang

Pengaruh pergaulan memang jadi momok menakutkan bagi orangtua yang punya anak-anak usia labil. Nah, sistem homeschooling meminimalisir kemungkinan pengaruh pergaulan buruk seperti obat-obatan terlarang, tawuran, dan lainnya. Bahkan hingga hal-hal remeh seperti jajanan makanan yang berbahaya.

memilih homeschooling buat anak
Hayoo jangan jajan sembarangan ya dek, nanti kalau sakit perut gimana? (Jajanan Sekolah / republika)

6. Waktu belajar fleksibel

Karena sifatnya lebih privat, waktu belajar setiap harinya pun dapat ditentukan sendiri. Gak perlu bangun terlalu pagi seperti layaknya sekolah biasa. Jam istirahat dan selesai belajar pun bisa diatur sesuai keinginan serta situasi si anak.

Kekurangan

1. Jumlah teman lebih sedikit

Sistem belajar homeschooling bisa menyebabkan anak kehilangan interaksi dengan teman sebaya dan orang lain. Dengan kata lain, jaringan interaksi anak dengan manusia yang lain menjadi lebih sempit. Hal ini bisa bikin anak homeschooling cenderung susah bergaul dan lebih pendiam.

2. Kemampuan anak sulit terukur dengan teman sebaya

Anak homeschooling gak punya teman-teman sekelas, jadi bakal sangat sulit untuk mengukur kemampuan yang dimiliki karena gak ada pembanding. Di sekolah umum, anak-anak dibiasakan untuk saling bersaing secara positif demi mengapai semua cita-citanya lewat beragam cara dan kegiatan.

3. Belum ada standardisasi kurikulum

Hingga saat ini kurikulum yang digunakan homeschooling masih belum tetap. Tentu saja ini bisa bikin anak kesulitan dalam mengikuti perkembangan pendidikan layaknya di sekolah umum. Dan karena gak bersekolah di institusi pendidikan pada umumnya, anak homeschooling harus ikut program paket C saat ujian nasional.

Apa saja yang harus dipersiapkan sebelum memulai sistem homeschooling?

1. Diskusi dengan anak

Jangan lupa bahwa meskipun orangtua berperan sebagai pengambil keputusan, yang akan menjalankan homeschooling adalah anak. Ada baiknya sebelum memutuskan sepihak, ajak anak berdiskusi.

Jelaskan dengan bahasa dan cara yang paling mereka mengerti tentang homeschooling dan perbedaannya dengan sekolah biasa. Jadi, sebenarnya yang paling menentukan adalah keinginan anak, apakah mereka bersedia menjalani homeschooling atau gak.

memilih homeschooling buat anak
Asyik nih yang lagi curhat sama mama ya nak! (Diskusi Sama Anak / isigood)

2. Research

Cari tahu dan kumpulkan informasi sebanyak mungkin tentang homeschooling. Jika perlu, banyak bertanya kepada orangtua yang sudah menjalankan sistem pembelajaran ini. Jangan menyepelekan dan menganggap sistem ini mudah dan bisa dilakukan sekehendak hati. Ingat, ini menyangkut nasib pendidikan anak lho. Bukan sekedar tren yang bisa begitu saja nekat diikuti.

3. Bujet

Setelah melakukan research mendalam tentang sistem homeschooling, orangtua harus melihat kemampuan finansial. Sistem homeschooling yang mana yang paling terjangkau.

Misalnya, jika ternyata keuangan orangtua terbatas, seperti yang dialami oleh Veronica Sally, memilih homeschooling yang disediakan oleh PKBM (Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat) adalah keputusan tepat.

Sebaliknya, jika keuangan orangtua cukup mapan dan memiliki kesibukan tinggi, sistem homeschooling pihak swasta dengan bantuan tenaga pengajar dari luar bisa dipertimbangkan.

4. Sistem

Yang gak kalah penting tentu saja mempertimbangkan dan memilih sistem homeschooling yang paling tepat. Orangtua bisa menjadi pengajar utama bagi si buah hati jika memang memiiliki komitmen dan kemampuan mumpuni dalam akademik anak.

Tapi, meskipun orangtua punya cukup waktu untuk mendampingi dan jadi pengajar utama, menggunakan tenaga pengajar yang sudah ahli tetap menjadi pilihan bijak.

memilih homeschooling buat anak
Buat anak hrus selektif soal tenaga pendidik ya! (Tenaga Pendidik / diogoprofessor)

Para tenaga pengajar memiliki kemampuan mengajar sesuai kurikulum pendidikan yang berlaku umum. Ini akan memudahkan anak memahami pelajaran dan gak ketinggalan jauh dengan teman-teman sebaya di sekolah biasa.

Setiap orangtua pasti akan selalu berusaha memberikan yang terbaik bagi sang buah hati, terutama kalau menyangkut pendidikan. Maka itu, buatlah pilihan yang bijak dan paling sesuai dengan situasi dan kondisi, termasuk keuanganmu. Buat anak, jangan coba-coba ya!

 

Yang terkait artikel ini:

[Baca: Menyekolahkan Anak Di Sekolah Alam Ketahui Dulu Nih Untung Ruginya]

[Baca: Mau Pilih Sekolah Buat Si Kecil Perhatikan 12 Hal Ini]

[Baca: Ketika Anak Harus Masuk Universitas Swasta dan Dana Pendidikan Kurang]

Tifanny
Tifanny

Menjadi Public Relation Officer adalah cita-cita saya beberapa tahun lalu. Ternyata pasion saya yang sebenarnya adalah menjadi penulis profesional. Keuangan adalah hal yang selama ini sering saya abaikan. Kini saya sadar bahwa keuangan memegang peran penting dalam kehidupan semua orang. Dan hal itulah yang ingin saya bagikan ke semua orang.

MoneySmart.id adalah portal finansial terbesar dan terpercaya di Indonesia. Melalui konten yang kreatif dan inspiratif, kami berdedikasi untuk menjadi pemandu Anda dalam pengelolaan keuangan yang lebih baik.

IKUTI KAMI DI

Say Hello!

(021) 3005 6456

[email protected]

Jl Benda No. 92,
Jakarta Selatan, Indonesia 12560

MoneySmart Singapore MoneySmart Indonesia MoneySmart Hong Kong