6 Cara Memilih Nama Merek Buat Bisnis Baru Kamu yang Mudah Diingat

3 menit
Nama merek itu penting sebuah bisnis (Shutterstock).
Nama merek itu penting sebuah bisnis (Shutterstock).

Bingung karena gak ada ide, untuk memberi nama merek atau bisnis barumu? Tenang saja, kamu gak sendiri.

Memilih nama itu merupakan hal yang sangat penting untuk dipikirkan. Karena nama mencerminkan semuanya.

Salah pemberian nama justru bisa berakibat fatal ke depannya. Coba perhatikan saja nama perusahaan seperti Google, Starbucks, Go-Jek, Grab, Amazon, Tokopedia, dan lainnya. Semua mudah diingat dan semuanya terdiri dari satu kata.

Buat kamu yang memang sedang berjuang memilih nama merek bisnis barumu. Lakukan saja hal-hal di bawah ini. 

Baca juga: Butuh Strategi Cerdik, Gini 5 Tips Agar Bisnis Sewa Apartemen Hasilkan Banyak Uang!

1. Jangan buru-buru

Nama Merek
Meeting konsep nama brand jangan terburu-buru (Shutterstock).

Gak usah terburu-buru ya, nikmati saja prosesnya. Cari nama itu gak gampang, dan kalau sampai salah maka kamu bakal kerepotan sendiri ke depannya.

Akan tetapi, bukan berarti kamu malah jadi sibuk mikirin nama ketimbang proses bisnisnya ya. Hal yang satu itu juga gak kalah penting. Intinya semua harus berjalan secara paralel.

2. Siapa target pasarnya

Nama Merek
Menentukan target pasar (Shutterstock).

Memilih nama merek bukan perihal keren-kerenan. Kamu juga mesti mikirin gimana tanggapan audiens sama merek yang nanti bakal mereka pakai.

Kalau audiensnya berstatus kelas menengah ke atas, nama brand kamu tentunya harus terlihat eksklusif. Bisa jadi menggunakan istilah dari luar negeri sekalian.

Faktor audiens intinya memang penting, oleh karena itu nama memang gak boleh sembarangan.

3. Cari yang mudah diucapkan

Nama Merek
Cari yang mudah diucapkan (Shutterstock).

Semakin sulit diucapkan maka makin sulit juga diingat. Kamu harus tahu lho seiring dengan berkembangnya teknologi, fitur Google Assistant atau Siri di Macbook dan iPhone makin sering dipakai di masa depan.

Ketika merekmu sulit untuk diucapkan, maka aplikasi-aplikasi itupun bakal sulit mendeteksinya. Berhubung Siri maupun Google Assistant sangat mengandalkan sinyal dari suara kita sendiri. 

4. Satu kata lebih baik daripada lebih

Nama Merek
Merumuskan nama merek (Ilustrasi by Shutterstock).

Di atas sudah dijelaskan tentunya, bahwa perusahaan-perusahaan teknologi raksasa atau perusahaan besar lainnya, punya merek yang namanya cuma satu kata. 

Di samping itu, nama yang pendek juga akan mempermudahmu ketika membuat situs bukan? Pikir-pikir lagi deh kalau mau membuat nama yang panjang.

Pertimbangkan pula ketika pelanggan atau penggunamu berniat mencari produkmu secara online. Kalau namanya kepanjangan pasti males ngetiknya.

5. Jangan maksa

Gak semua nama merek yang diadopsi dari nama pendirinya itu pasti bagus. Soichiro Honda, Henry Ford, mungkin diberkati dengan nama yang bagus. Apakah kamu pede jika namamu digunakan sebagai merek? Atau malah sebaliknya?

Ingat lho pendiri Facebook namanya Mark Zuckerberg, Amazon juga didirikan oleh seorang bernama Jeff Bezos. Mereka gak lantas menggunakan nama belakangnya untuk dijadikan nama produk.

6. Cari yang beda

Jangan pernah menggunakan nama yang mirip-mirip atau bahkan mengandung kata produk atau merek perusahaan lain. Cari yang beda sekalian.

Ketika kamu menggunakan kata yang sama atau mirip, tentu saja orang bakal lebih mengingat merek yang sudah lebih lama berdiri ketimbang milikmu.

Itulah enam kiat memilih nama merek untuk bisnismu. Intinya, nama itu penting banget lho dan pemilihannya memang gak boleh sembarangan. (Editor: Winda Destiana Putri).

Aulia Akbar
Aulia Akbar

Sebagai mantan jurnalis dan praktisi humas, saya memutuskan untuk menekuni beladiri paling ekstrim di dunia. Di kesempatan yang sama, izinkanlah saya untuk berbagi tips keuangan dan cerita inspiratif buat Anda.