Kamu Bakalan Rugi Kalau Gak Memanfaatkan Trik-Trik Jitu Menabung Saham Ini

5 menit
Menabung saham
Trik menabung saham (Shutterstock)

Siapa bilang investasi saham itu mesti langsung tempatkan dana dalam jumlah besar? Kini kamu bisa berinvestasi dengan cara menabung saham.

Gak jauh beda dengan tabungan pada umumnya, tiap bulannya kamu cuma perlu konsisten menyisihkan dana secukupnya untuk menabung saham. Misalnya, kamu alokasikan uang Rp 1 juta sebulan. Dana segitu udah lebih dari cukup buat berinvestasi.

Pastinya yang namanya beli saham, kamu wajib punya akun atau biasa disebut rekening efek terlebih dahulu.

Pembukaan rekening efek bisa dilakukan di perusahaan sekuritas. Mulai dari Mandiri Sekuritas, BCA Sekuritas, BNI Sekuritas, hingga MNC Sekuritas.

Kalau lebih suka melakukan pembukaan rekening efek secara online, kamu bisa mendaftarkan diri di IndoPremier Sekuritas dan Mirae Sekuritas. Gak sampai lewat satu hari, rekening efek kamu siap digunakan.

Nah, buat kamu yang udah punya rekening efek, tapi bingung gimana mulai menabung saham, ada trik-triknya nih yang bisa kamu lakukan agar terhindar dari kerugian.

Seperti yang kamu tahu, investasi saham itu punya kerugian selain mencetak untung yang besar.

Karena itu, para investor, terutama yang pemula, kudu tahu gimana cara menyiasatinya. Sebab dengan meminimalkan kerugian, keuntungan yang diperoleh bisa maksimal.

Lalu, apa aja trik-triknya? Langsung aja yuk cek ini:

1. Pilih saham LQ 45 lalu cek fundamentalnya dengan melihat laporan income

Saham LQ45
Saham LQ45

Sejujurnya, melakukan analisis fundamental pada saham itu butuh effort dan niat yang sungguh-sungguh. Makanya cukup banyak orang yang malas duluan kalau berkaitan urusan yang satu ini.

List Saham LQ45
List Saham LQ45

Ujung-ujungnya, mereka mengandalkan isu sana-sini yang belum tentu valid alias disclaimer on.

Syukur-syukur kalau informasinya benar dan bikin kita cetak untung banyak, gimana kalau gak? Rugi banget deh uang yang diinvestasikan.

Itulah kenapa mulai deh buat cek fundamental suatu emiten. Minimal kamu cek fundamentalnya dengan melihat laporan income perusahaan tersebut. Informasi tersebut bisa kamu dapat di website IDX.

Nah, karena banyak saham yang tercatat, pilih aja saham-saham yang tergabung dalam LQ 45.

Kenapa? Pasalnya, emiten yang tercatat punya kapitalisasi pasar dan transaksi perdagangan yang tinggi selama 12 bulan terakhir.

Ambil datanya dari Ringkasan Performa Perusahaan LQ45. Kemudian cek satu-satu income atau revenue perusahaan. Lalu cek juga profitnya.

Kalau grafik balok income atau revenue perusahaan tiap tahun menunjukkan peningkatan begitu pun dengan profitnya, saham perusahaan itu bisa dikatakan layak beli. Sebab, setiap tahunnya perusahaan tersebut selalu berkinerja baik.

Hindari menabung saham yang grafik income dan profitnya naik turun, kecuali kamu udah expert.

2. Gunakan stock screener di TradingView

Stock Screener
Stock Screener

Agar memudahkan kamu dalam memilih saham yang tepat, gunakan stock screener di TradingView. Stock screener bermanfaat buat menyaring saham-saham sesuai kriteria yang kamu mau.

Stock Screener
Stock Screener

Saring saham-saham yang hendak kamu beli berdasarkan kapitalisasi pasar (market capitalization) dan return on equity (ROE).

Sekadar diketahui, kapitalisasi pasar adalah jumlah lembar saham yang beredar dikalikan harga per lembarnya. Semakin besar kapitalisasi pasarnya, semakin aman saham tersebut dimiliki. Sebab pergerakan harganya gak terlalu fluktuatif.

Biasanya saham-saham blue chip adalah saham-saham yang memiliki kapitalisasi pasar yang tinggi. Saham dikategorikan blue chip jika kapitalisasi pasarnya mencapai Rp 10 triliun lebih. Buat pemula, saham blue chip itu amat direkomendasikan lho.

Sementara return on equity (ROE) adalah rasio yang menghitung net profit dibagi total ekuitas. Sederhananya nih ROE mencerminkan tingkat pengembalian keuntungan atas modal atau ekuitas yang dimiliki. Makin tinggi ROE, makin layak saham itu buat dimiliki.

Di stock screener kamu bisa menyaring saham-saham mana yang punya kapitalisasi pasar yang besar dan ROE yang tinggi.

Caranya, buka www.tradingview.com/screener/. Kemudian di Column Setup (gambar tiga garis berdiri) kosongkan semua checklist.

Setelah itu, pilih Market Capitalization di Column Setup. Lalu pilih Return on Equity (TTM). Tambah sektor dan last kalau kamu mau. Last itu buat mengetahui harga terakhir saham tersebut dijual.

Pada menu Market Capitalization, masukkan 20000B agar ditampilkan saham blue chip. Pada menu ROE, masukkan Above 15. Tinggal dipilih deh mana saham-saham yang pengin kamu beli. Dengan begitu, kamu menabung saham-saham yang tepat.

3. Manfaatkan chart di RTI Infokom buat cari tahu kapan waktunya beli saham

RTI
RTI

Menabung saham kurang afdol kalau gak pakai RTI Infokom. Sebab di website tersebut kamu bisa pantau informasi fundamental sekaligus lakukan analisis teknikal.

RTI
RTI

Membeli saham pada waktu yang tepat ada hubungannya dengan kegiatan analisis teknikal. Agar gak mumet-mumet amat nih, kamu lakukan analisisnya berdasarkan indikator moving average dan stochastic.

Moving average biasanya digunakan buat mengetahui pergerakan harga saham, apakah kecenderungan naik atau turun. Sementara stochastic digunakan buat cari tahu kapan waktunya beli ataupun jual saham.

Gimana cara lakukan analisis di chart yang disediakan RTI Infokom? Pertama-tama kamu buka www.rti.co.id. Lalu pilih Free Trial di pojok kanan atas. Pilih menu Chart.

Masukkan kode saham yang kamu pengin beli, misalnya JPFA, maka akan ditampilkan pergerakan harga sahamnya.

Kemudian pilih Indicators dan masukkan moving average. Masukkan satu kali lagi. Lalu masukkan stochastic. Pada moving average, atur dengan memasukkan angka 100 sebagai pertanda 100 hari dan 200 di satunya lagi.

Lihat gimana arah dari garis moving average tersebut. Apabila kedua arah garis kedua moving average bergerak naik, saham tersebut berarti layak beli. Kalau turun ataupun datar, hindari buat membelinya.

Sementara di stochastic lihat arah pergerakan garis biru dan merah. Kalau bergerak turun hingga menyentuh area warna putih terbawah, itu pertanda saham sedang turun. Belilah saat pergerakan garis yang sedang di bawah tersebut menunjukkan kenaikan.

Lain seandainya pergerakan garis biru dan merah masuk area putih teratas. Itu pertanda waktunya jual kalau kamu bertujuan trading saham.

Buat yang menabung saham, abaikan aja garis tersebut dan fokus pada pergerakan garis yang menuju area terbawah buat beli saham.

4. Pantau terus berita-berita ekonomi dan finansial

Sentimen-sentimen amat memengaruhi pergerakan harga saham. Bisa aja suatu harga saham mendadak naik karena berita positif mengenai perusahaan tersebut. Bisa aja turun karena berita yang negatif.

Paling penting adalah kondisi ekonomi suatu negara. Kalau kondisi ekonomi negara baik-baik aja atau gak ada krisis, pastinya IHSG mustahil bergerak turun terjun bebas.

Inilah kenapa kamu harus terus pantau berita-berita ekonomi dan finansial. Kamu bisa temukan berita tersebut di Kontan, CNBC Indonesia, KataData, atau MoneySmart. Jangan pernah melewatkan hari tanpa baca supaya kamu gak ketinggalan informasi.

Sebab melewatkan informasi yang penting bisa bikin kamu kehilangan kesempatan mendapat untung. Atau kamu malah rugi karena masih belum menjual saham yang dimiliki.

Itu tadi beberapa trik yang harus kamu tahu buat meminimalkan kerugian saat menabung saham. Semoga informasi barusan membantu kamu agar selalu cuan! (Editor: Chaerunnisa)

Boby
Boby

Lama bergelut dengan ensiklopedia. Kini fokus dengan urusan finansial. Di mana pun berada selalu berusaha sajikan karya yang terbaik. Semoga bermanfaat!

MoneySmart.id adalah portal finansial terbesar dan terpercaya di Indonesia. Melalui konten yang kreatif dan inspiratif, kami berdedikasi untuk menjadi pemandu Anda dalam pengelolaan keuangan yang lebih baik.

IKUTI KAMI DI

Say Hello!

(021) 3005 6456

[email protected]

Jl Benda No. 92,
Jakarta Selatan, Indonesia 12560

Singapore Indonesia Hong Kong Taiwan