Mendidik Anak untuk Disiplin Gak Perlu Boros, Loh!

3 menit
mendidik anak untuk disiplin

Siapa sih yang gak mau anaknya berdisiplin? Setiap orang tua selalu berusaha menanamkan kedisplinan untuk anaknya demi kebaikan. Salah satunya lewat reward and punishment.

 

Tapi apakah reward and punishment benar efektif untuk membuat anak disiplin? Di sejumlah artikel tentang tips mendidik anak untuk disiplin ada saja saran untuk menerapkan pemberian hadiah dan hukuman ini.

Padahal beberapa penelitian tidak merekomendasikan pemberian punishment alias hukuman buat anak. Contohnya pakar pendidikan Elaine Wilson dari Oklahoma State University yang getol menyarankan orang tua, khususnya para mommies, meninggalkan metode reward and punishment.

 

Kenapa Reward and Punishment Tak Disarankan?

 

anak menangis
Anak disiplin tapi pengeluaran bertambah malah bisa bikin pusing pala barbie nanti

 

Dengan menggunakan metode reward and punishment, artinya kita meragukan kemampuan anak memahami dan memecahkan masalah sendiri. Mengganjar hadiah untuk perbuatan yang baik boleh dilakukan sekali-kali.  Jika sering dilakukan, si anak akan selalu berharap hadiah jika hendak melakukan sesuatu.

 

Ini berbahaya buat si anak jika kelak dia sudah dewasa. Sebab dia akan menganggap semua orang akan memberinya materi jika dia melakukan sesuatu yang baik untuk orang itu. Jika dia tak mendapat apa yang dia harapkan, pastinya dia akan kecewa karena telanjur dididik seperti itu di rumah.

 

Selain itu, pemberian hadiah terus-menerus bisa bikin boros keuangan keluarga. Bayangkan jika anak terobsesi mengejar hadiah. Bisa-bisa duit belanja kesedot cuma buat beli hadiah si kecil.

 

Misalnya pengalaman Mommy Cindy yang beberapa bulan ini merasa boros setelah anaknya, Edo, masuk sekolah. Biaya pendidikan anaknya sih aman karena sudah ada asuransi pendidikan. Bujet per hari juga sudah dia hitung. [Baca: Kenapa Harus Bingung Memilih Asuransi Pendidikan?]

 

Ternyata, pengeluaran Mommy Cindy membengkak lantaran suka menjanjikan suatu hadiah kalau Edo rewel, contohnya ketika Edo susah bangun untuk sekolah. Saat Edo ogah-ogahan makan juga sering dijanjikan hadiah agar mau makan.

 

Edo malah jadi sering ogah-ogahan agar diiming-imingi hadiah. Begitu dijanjikan akan diberi hadiah, barulah dia mau menuruti permintaan orang tuanya.

 

Walhasil, setiap weekend tiba Mommy Cindy selalu membawa Edo jalan-jalan sebagai hadiah karena mau nurut. Ujungnya, dia jadi boros karena beli ini-itu buat Edo di jalan.

 

Ketimbang reward and punishment, menurut Elaine Wilson, lebih baik mommies menerapkan metode konsekuensi alami dan logis dalam mendidik anak untuk disiplin. Apa itu konsekuensi alami dan logis?

 

Konsekuensi Alami dan Logis

anak anak
Anak-anak bisa diajari disiplin tanpa harus diberi iming-iming hadiah, kok


Konsekuensi alami
adalah konsekuensi yang datang secara alami, tidak dibuat-buat. Misalnya jika si anak tidak makan, ingatkan dia akan kelaparan. Jika ngeyel, biarkan sampai dia mengalami sendiri konsekuensi itu sehingga akan meminta makan.

 

Kemudian jika dia tak mau menabung, ingatkan dia tak akan bisa membeli barang yang dia kehendaki. Kalau dia sudah mendapati sendiri konsekuensi ketidaksiplinannya, dia akan belajar untuk menghindari konsekuensi tersebut.

 

Konsekuensi logis adalah konsekuensi yang dibuat oleh orang tua. Misalnya kalau anak tak mau menaruh pakaian kotor di tempat cucian, sembunyikan pakaian bersih dari lemari pakaiannya. Dengan begitu, dia tahu bahwa konsekuensi tak menaruh pakaian kotor adalah tak mendapat pakaian bersih.

 

Tujuan utama metode pendidikan ini adalah memberikan pengalaman belajar buat si kecil. Anak akan belajar memahami hukum sebab-akibat secara alami. Tapi mungkin mereka akan kesulitan pada tahap-tahap awal, ini wajar.

 

Dalam kasus anak susah menabung, misalnya. Dia mungkin merasa uangnya tak cukup-cukup dan waktunya terlalu lama. Orang tua bisa sedikit membantu dengan menambahi uang tabungannya sehingga cukup untuk membeli barang yang dikehendaki.

 

Yang penting, anak berusaha dan berpikir sendiri. Jika tidak melakukan A, maka dia akan mendapatkan B. Demikian juga sebaliknya.

 

Dengan menerapkan metode ini, mommies mendapat dua manfaat sekaligus. Pertama, tentu bisa melatih kedisiplinan anak. Kedua, keuangan keluarga bisa terjaga agar tak boros gara-gara terlalu banyaknya hadiah buat si buah hati. Uang hadiah pun bisa dialihkan ke hal lain, misalnya investasi. [Baca: Tips Membangun Usaha Rumahan untuk Mommies]

 

 

 

Image credit:

  • http://kanalsatu.com/images/20140624-142752_7.jpg
  • http://static2.stuff.co.nz/1354835120/267/8050267.jpg
MoneySmart
MoneySmart

MoneySmart adalah portal finansial terbesar dan terpercaya di Indonesia. Melalui konten yang kreatif dan inspiratif, kami berdedikasi untuk menjadi pemandu Anda dalam pengelolaan keuangan yang lebih baik.