Mau Anakmu Tajir Melintir? Ini 7 Cara untuk Mengajarinya Agar Melek Keuangan

4 menit
mengajari anak
Cara mengajari anak biar melek keuangan. (Shutterstock)

Mengajari anak soal keuangan bukan hal yang mudah. Apalagi kalau kamu punya keinginan agar kelak anakmu tumbuh sebagai orang yang gak konsumtif dan kaya. 

Untuk membuatnya paham soal finansial, gak cukup hanya dengan sebatas memberikan uang saku mingguan, mengajari cara belanja, nabung di celengan, atau mengajaknya main board game monopoli.

Cara itu memang gak salah, akan tetapi gak akan cukup untuk membuatnya melek investasi di masa depan.

Pada kesempatan kali ini, MoneySmart bakal membocorkan ke kamu beberapa tips bertahap untuk mengajari anak soal finansial yang mudah diaplikasikan dan efektif. Semoga bisa bermanfaat buat masa depan si buah hati.

Baca juga: Wow! 5 Dongeng Ini Bisa Bikin Anakmu Mapan Secara Finansial

1. Buat rekening tabungan anak dan jelaskan soal bunga bank serta bunga bergulung

mengajari anak
Buatkan rekening untuk anakmu. (Pixabay)

Mengajari anak nabung di celengan jelas udah gak zaman. Sementara itu kalau hanya sebatas mengenalkan cara nabung di bank juga gak efektif.

Berikan saja kado berupa tabungan anak kepadanya di hari ulang tahun atau di momen-momen lain. Setelah itu, jelaskanlah apa yang dimaksud dengan kartu ATM, bunga dan metode bunga bergulung yang ada di bank. 

Bunga atau sistem bagi hasil (bagi bank syariah) adalah sebuah keuntungan yang bisa didapat dengan cara menyimpan uang di bank. 

Sementara itu, bunga bergulung adalah peningkatan nilai keuntungan dalam bentuk bunga yang ditambahkan dalam ke nilai pokok (yang telah dikenakan bunga). Sederhananya begini, bunga bergulung ibarat sebuah bola salju yang ketika berputar maka akan jadi tambah besar. 

Nah untuk mendapatkan keuntungan bak bola salju yang terus membesar, maka harus nabung di bank. Katakan padanya bahwa, jika sejak kecil sudah nabung di bank, maka saat dewasa nanti uangnya bisa lebih banyak ketimbang papa mama sekarang. 

Baca juga: Anak Sekolahan Juga Bisa Punya Tabungan, Ini Caranya yang Tepat Buat Kamu

2. Mengajari anak soal biaya-biaya potongan di tabungan bank

mengajari anak
Perkenalkan dia dengan biaya potongan di bank. (Pixabay)

Obrolan mengenai bunga bergulung mungkin bakal menarik hati si kecil untuk giat menabung agar jadi kaya. Namun jangan lupa, bahwa ada biaya administrasi juga yang dikenakan oleh bank. 

Sebagian besar tabungan anak memang sifatnya bebas biaya administrasi. Namun saat mereka beranjak remaja, ajari juga soal biaya-biaya administrasi yang dikenakan bank pada tabungan mereka.

Jelaskan padanya bahwa biaya-biaya tersebut bisa memotong keuntungan menabung di masa depan. Dengan mengetahui hal ini, setidaknya dia akan lebih waspada atau bertanya balik kepadamu soal solusinya.

Saat itulah kamu bisa mengenalkan kepadanya soal investasi deposito. Saat mereka beranjak remaja, buatkanlah akun deposito atas namanya. Ajarilah untuk berinvestasi di sektor yang minim risiko ini, meski imbal hasilnya gak besar. 

Baca juga: 6 Hal Seputar Keuangan Rumah Tangga yang Harus Dirahasiakan ke Anak

3. Kenalkan emas padanya

mengajari anak
Kenalkan dia dengan investasi emas. (Pixabay)

Mengajari anak soal investasi tentu gak akan cukup jika hanya seputar deposito saja. Kenalkan juga soal emas yang bisa membuatnya kaya di masa depan.

Kamu juga bisa memberikan hadiah berupa “emas batangan” asalkan kamu bisa menyimpannya dengan baik. 

Katakan padanya bahwa logam mulia ini akan menjadi barang yang sangat mahal di masa depan. Dengan ini, dia bisa membeli apapun yang dia mau. 

Cobalah untuk membentuk mindset dalam dirinya bahwa dengan menabung emas, dia bisa jadi ‘raja’ di kemudian hari. Tapi jangan lupa, ajari juga perbedaan emas batangan dan emas di perhiasan ya. 

Baca juga: Penting Untuk Masa Depan, Ini 5 Cara Mudah Mengajari Anak Investasi

4. Ajak belanja di pasar

mengajari anak
Biasakan belanja di pasar. (Pixabay)

Belanja di pasar untuk beli bahan makanan yang murah tentu bisa lebih hemat. Terlepas dari anak perempuan atau laki-laki, ajak saja blusukan ke pasar.

Membelikan jajanan buatnya di pasar juga gak akan buang-buang duit kan. Tentunya lebih hemat ketimbang jajanan yang ada di mall.

Selain itu, sesekali ajak dia untuk membandingkan harga barang-barang di pasar dengan yang ada di mall. Lambat laun, dia pun mengerti bahwa ada tempat membeli barang yang lebih murah ketimbang di mall atau swalayan.

5. Mengajari anak olah raga pagi atau beraktivitas outdoor

mengajari anak
Ajak beraktivitas di luar ruangan biar gak kecanduan gadget. (Pixabay)

Kamu pasti berpikir, apa manfaatnya aktivitas ini untuk keuangan? Apa kaitannya sama belanja, nabung, dan lainnya? 

Aktivitas ini tujuannya adalah untuk menghindari “kecanduan gadget”. Kecanduan gadget jelas bisa menguras uang lho. Biaya kuota bisa bengkak dan ujung-ujungnya hal ini gak baik untuk pertumbuhannya di masa depan.

Selain membuat badan sehat, aktivitas outdoor ini juga bisa membuat mereka lebih mandiri.  

6. Larang utang untuk konsumtif

mengajari anak
Ajarkan untuk tidak berutang untuk kebutuhan konsumtif. (Pixabay)

Utang juga harus dia pahami. Akan tetapi, hati-hati untuk menjelaskan hal yang satu ini. Utang bukan cuma sekadar “ambil barang saat ini dan bayar nanti.”

Berutang sejatinya memang gak salah, tapi kalau untuk keperluan konsumtif memang ada batasannya.

Jelaskan pula bahwasannya membeli barang dengan cara utang gak sekadar bayarnya nanti, melainkan ada beban biaya (bunga) yang harus dibayarkan di luar jumlah uang yang diutangkan kepada kita. Bagaimanapun juga, kamu harus mulai mengajari anak soal ini.

7. Jelaskan makna tentang kekayaan bersih

mengajari anak
Perlahan, buat dia paham soal kekayaan bersih. (Pixabay)

Nah ini mungkin adalah hal terumit yang harus kamu ajarkan kepadanya. Intinya, kekayaan bersih ini adalah total aset yang dimiliki oleh seseorang. Kekayaan bersih bukan cuma jumlah saldo di bank, melainkan juga seputar harga rumah, mobil, investasi, dan lainnya dikurangi dengan jumlah utang.

Ceritakan padanya bahwa, jika seseorang ingin kaya tujuh turunan, maka kekayaan bersih seseorang harus bertambah dari tahun ke tahun. 

Dengan hal ini, dia akan termotivasi untuk rajin nabung dan gak konsumtif. Karena impiannya adalah menjadi orang yang kaya. 

Itulah tujuh tahapan mengajari anak soal keuangan yang cukup efektif. Selamat mencoba dan semoga berhasil. (Editor: Ruben Setiawan)

Aulia Akbar
Aulia Akbar

Sebagai mantan jurnalis dan praktisi humas, saya memutuskan untuk menekuni beladiri paling ekstrim di dunia. Di kesempatan yang sama, izinkanlah saya untuk berbagi tips keuangan dan cerita inspiratif buat Anda.