Sebelum Mengeluh Gaji Kurang Terus, Contoh Deh 5 Orang Pekerja Keras Ini

3 menit
mengeluh gaji kurang

Artikel DuitPintar.com ini pernah ditayangkan oleh partner content kami, Suara.com.

Orang bekerja pasti berharap dari gaji yang diperoleh untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari. Realitanya banyak orang mengeluh gaji kurang terus, bokek dan sejenisnya. Padahal yang salah bukan nominal gajinya, melainkan cara mengelola gajinya.

Meski gaji hanya sedikit di atas upah minimum, kalau diatur, pasti lebih kecil kemungkinannya bocor di sana-sini. Yang sering terjadi pas tanggal tua, kantong udah tipis. Bahkan terpaksa utang. Gak jarang akhirnya sampai mengeluarkan sumpah serapah gara-gara duit mepet.

Apakah dengan mengeluh masalah akan langsung selesai? Sebenarnya, bokek pada tanggal tua itu bukan hanya soal gaji mepet atau melimpah. Yang gajinya puluhan juta per bulan pun gak luput dari risiko bokek menjelang gajian. Kuncinya ada di pengaturan finansial.

[Baca: Percuma Naik Gaji Jika Masih Mempertahankan 5 Cara Mengatur Keuangan Ini]

Kalau kamu masih protes dan bilang gak mungkin, contoh deh 5 orang pekerja keras yang akan di bawah ini.

Bisa dibilang mereka kurang beruntung karena gak terlahir dari keluarga berada. Namun, berkat kerja keras dan kecermatan dalam soal keuangan, mimpi mereka bisa terwujud.

1. Pak Raki

mengeluh gaji kurang
Tuh, mau kerja apapun yang penting tetap semangat ya pak!

Usianya sudah kepala 4. Gak punya pekerjaan tetap. Tapi, dia giat menjadi pilot odong-odong di desanya di Jepara, Jawa Tengah.

Walau hanya dibayar seribu rupiah per kepala, gak melunturkan semangatnya. Berkat jiwa pekerja kerasnya, sang istri bisa terus masak tiap hari. Sementara anak-anaknya sanggup bersekolah, gak terlantar di jalanan.

2. Pak Sidik

Gak berbeda jauh dengan Pak Raki, Pak Sidik juga sudah gak muda lagi. Yang lebih memprihatinkan, kedua kakinya cacat sedari lahir. Meski begitu, Pak Sidik adalah pekerja keras.

Dia mencari nafkah dengan memproduksi dan memasarkan kerupuk singkong. Yang lebih keren, rekannya sesama tunadaksa ia ikut sertakan dalam usahanya, yang telah masuk pasar ekspor!

mengeluh gaji kurang
Punya keterbatasan fisik bukan alasan untuk gak berkarya

3. Bu Irma Suryati

Bu Irma mirip dengan Pak Sidik, memiliki keterbatasan karena cacat tubuh. Namun, seperti Pak Sidik pula, Bu Irma pantang menyerah dan berusaha melawan nasib.

Keterbatasan itu gak menghalanginya untuk memupuk tabungan. Bersama suaminya, yang juga difabel, Bu Irma menjalankan usaha dagang keset dan karpet. Bahkan bisnisnya diminati pasar di Australia dan Turki, loh.

mengeluh gaji kurang
Tetap tersenyum ya mbak

[Baca: Kisah Inspiratif 5 Pengusaha Muda Usia 20 Tahun yang Bisa Kamu Tiru]

4. Desi Priharyana

Orang pekerja keras yang satu ini masih muda. Namun, semangatnya mengumpulkan pundi-pundi rupiah sudah luar biasa. Saat teman sekolahnya masih ada di alam mimpi, dia sudah bangun dan siap berangkat.

Di sepedanya, tertata kerupuk singkong untuk dijualnya sepanjang perjalanan ke sekolah. Di sekolah, kawan dan gurunya pun menjadi pelanggan. Hasilnya, dia bisa turut membiayai adik-adiknya sekolah!

mengeluh gaji kurang
Usia sekolah aja bisa menghasilkan uang, hebat dik!

5. Pak Soleh

Pak Soleh adalah orang pekerja keras paling sepuh di daftar ini. Meski sudah renta, dia tetap menarik ojek untuk menyambung hidupnya. Perjalanan dari Depok ke Jakarta pun ia lakoni tiap hari demi lembaran rupiah.

Hebatnya lagi, dia gak pernah mematok tarif. Terserah penumpang mau bayar berapa. Meski begitu, gak jarang penumpang memberikan ongkos lebih karena kagum melihat semangat kerja Pak Soleh.

mengeluh gaji kurang
Usia tua bukan penghalang buat menjemput rezeki

Lima orang di atas hanyalah contoh. Mungkin ada ratusan, atau ribuan, orang pekerja keras lain seperti mereka di luar sana. Kisah mereka bisa menjadi inspirasi, juga pecut buat kita.

Daripada mengeluh gaji kurang terus dan gak punya duit, mending cari akal biar finansial terjaga. Jika belum ada rencana keuangan ya mulai bikin dong. Jangan hanya bertopang dagu!

[Baca: Simak Nih 4 Etika Buat Kamu yang Kerja Sambil Usaha Sampingan]
Kalau gaji dirasa kurang, coba cari sampingan. Malu dong sama kelima orang pekerja keras di atas kalau hanya bisa NATO alias no action talk only.

 

 

 

Image Credit:

  • http://cdn.klimg.com/dream.co.id/resources/news/2015/02/27/10836/664xauto-jalan-jalan-terus-demi-mengais-rejeki-150227b.jpg
  • http://1.bp.blogspot.com/-ndCg0goY4tY/U1oykUV97GI/AAAAAAAAAGs/HU7Ejrgjn9M/w1200-h630-p-nu/kisah+sidik.PNG
  • https://3.bp.blogspot.com/-5wohmrooZc0/V4uFUCYYZcI/AAAAAAAAJ8s/q59OlVdTyYwDkl4gMpSCfuoyAfhnSVJvQCLcB/s1600/irma.jpg
  • http://3.bp.blogspot.com/-HWlLNckYwKg/Vbq2e6ckYUI/AAAAAAAAxH4/uwo9NRbTUIA/s1600/Kamu%2BGa%2BMalu%2BApa%2BMalas%2BSekolah%2521%2BDesi%2BPriharyana%2BRela%2BBerjualan%2BSlondok%2BDisekolahnya%2BSendiri%2BDemi%2BBiaya%2BSekolah%2521.jpg
  • http://cdn-2.tstatic.net/tribunnews/foto/bank/images/tukang-ojek-pak-soleh_20150902_172348.jpg
Tifanny
Tifanny

Menjadi Public Relation Officer adalah cita-cita saya beberapa tahun lalu. Ternyata pasion saya yang sebenarnya adalah menjadi penulis profesional. Keuangan adalah hal yang selama ini sering saya abaikan. Kini saya sadar bahwa keuangan memegang peran penting dalam kehidupan semua orang. Dan hal itulah yang ingin saya bagikan ke semua orang.