Kupas Tuntas Mitsubishi Mirage, City Car Seharga Rp 170 Jutaan pada Zamannya

3 menit
Mitsubishi Mirage pernah menjadi mobil yang berlalu lalang di dunia otomotif nasional. (Shutterstock).

Di Indonesia, Mitsubishi Mirage pernah menjadi mobil yang berlalu lalang di dunia otomotif nasional. Kala itu ia bersaing dengan hatchback lainnya. Kini, nama Mirage perlahan meredup karena ia pun juga sudah tak dijual secara resmi. Bagi yang ingin bernostalgia, ada kenangan tersendiri mengenai mobil yang satu ini.

Jika hendak membelinya secara bekas, ada beberapa kelebihan dan kekurangan Mitsubishi Mirage. Sebelum benar-benar membeli, kami akan mencoba membeberkan sedikit mengenai kelebihan dan kekurangannya. Sebelum membahas kekurangannya, kami akan membahas kelebihannya terlebih dahulu.

Pada masa keemasannya yang dimulai pada tahun 2012 hingga 2017. Mobil ini sempat merajai segmen hatchback, dibanding para kompetitornya pada saat itu. Mitsubishi Mirage bahkan mencapai penjualan tertinggi pada tahun 2016 di bulan Juni. Kala itu MMKSI menjual Mirage di angka 22.721 unit. Angka ini merupakan angka penjualan yang sangat bagus untuk sebuah city car.

Di tahun 2016, Mitsubishi meluncurkan varian terbaru dari Mirage dengan nama New Mirage. Sayangnya dua tahun kemudian pada 2018, pihak Mitsubishi resmi menyuntik mati Mirage.

Sehingga tidak ada lagi Mirage yang dijual secara resmi di Indonesia. Kalaupun ada, itu pasti stok lama yang masih disimpan oleh diler Mitsubishi. Lalu, apa sih kelebihan dari mobil 5 penumpang ini?

Baca juga: Dibanderol Rp 400 Jutaan, Ini Spesifikasi Lengkap Crossover Premium Mazda CX-3

Kelebihan Mitsubishi Mirage

Mitsubishi Mirage
City car seharga Rp 170an juta dari Mitsubishi (Shutterstock).

Mobil ini memiliki beberapa kelebihan diantaranya adalah lingkar kemudi yang ringan, suspensi sangat empuk, bahan bakar irit, climate control, interior bagus, dan dimensi yang sangat kompak.

Kelebihan lain dari mobil ini adalah ia memiliki sistem pengereman yang cukup mumpuni di kelasnya. Tak heran jika Mirage cukup disukai oleh jiwa-jiwa muda.

Soal suspensi, mobil ini sangat terkenal akan keempukannya. Ada beberapa orang yang suka dengan karakter suspensi ini, ada juga yang berpendapat tidak suka. Bagi mereka yang menyukai perjalanan santai, suspensi yang empuk tentu menjadi idola.

Lain ceritanya bagi mereka yang menyukai kecepatan. Suspensi yang terlalu empuk tentunya akan memberikan handling yang kurang baik. Tak hanya itu, body roll akan sangat terasa karena empuknya suspensi.

Baca juga: Hampir Setengah Miliar Rupiah, Begini Spesifikasi Lengkap Honda X-ADV

Kekurangan ada di getaran mesin

Mitsubishi Mirage
Kekurangan mobil ini ada di getaran mesin (Shutterstock).

Dibalik kelebihannya tersebut, Mitsubishi Mirage bukanlah sebuah mobil yang terlahir sempurna. Ia masih memiliki beberapa kekurangan yang dimiliki. Salah satu isu yang kerap melanda mobil ini adalah getaran mesin. 

Mirage dibekali dengan mesin 1.200 cc, 3 silinder. Ya, hanya 3 silinder. Di kelasnya, hanya Mirage dan Nissan March yang memakai mesin 3 silinder. Hal ini membuat kekurangan Mitsubishi Mirage seakan menjadi yang utama dibanding kompetitornya.

Mesin 3 silinder ini dinilai memiliki getaran yang sangat kuat dibanding 4 silinder. Peredaman untuk Mirage generasi pertama juga dinilai kurang mumpuni. Masih terdapat banyak kekurangan mengenai suara yang masuk ke dalam kabin. 

Fitur lain yang menjadi kekurangan Mitsubishi Mirage ini adalah minimnya perangkat keselamatan pada mobil ini. Mirage tipe GLX dan GLS belum dilengkapi perangkat ABS pada sistem pengeremannya.

Padahal, varian lainnya sudah memakai ABS, EBD hingga immobilizer. Ketiga fitur yang cukup penting ini baru ada pada varian Mirage tipe Exceed atau tipe termahal yang ada. Saat itu, Mirage dijual di harga Rp 170 jutaan. Seat belt atau sabuk pengaman yang tidak bisa diatur ketinggiannya juga menjadi alasan lain mengapa Mirage lama kelamaan semakin ditinggalkan.

Itulah kelebihan dan kekurangan Mitsubishi Mirage yang ada di Indonesia. Jika hendak membeli sebuah Mirage dengan kondisi bekas, kamu dapat melihatnya di website Carmudi. (Editor: Winda Destiana Putri).

 

Winda Destiana
Winda Destiana

No place is ever bad as they tell you its going to be