Sering Transaksi Menggunakan Mesin EDC, Ketahui Dulu Hal Ini Biar Paham

3 menit
Sering menggunakan mesin EDC saat bertransaksi? Kamu mesti ketahui beberapa hal ini, (Ilustrasi/Shutterstock).

Bersama dengan mesin ATM, mesin EDC menjadi bagian yang gak terpisahkan dari transaksi non-tunai. Biasanya mesin yang satu ini digunakan saat kamu mau membayar belanjaan dengan kartu kredit atau kartu debit.

Mesin EDC ini bisa kamu temukan keberadaannya di bagian kasir toko-toko modern, minimarket, ataupun supermarket.

Dulunya sebelum diluncurkannya program Gerbang Pembayaran Nasional atau GPN, satu toko bisa memiliki 2 – 3 mesin EDC. Kini kondisi tersebut gak bakal kamu temui lagi. Sebab Bank Indonesia telah menetapkan aturan satu merchant cukup gunakan satu mesin EDC.

Sebagai media buat melakukan transaksi, sebenarnya nih ada beberapa hal yang sebaiknya diketahui dari penggunaan mesin EDC ini, penasaran apa aja? Ketahui dalam ulasan berikut ini.

Baca juga: Kartu ATM BRI Mana yang Banyak Untungnya? Cek di Sini

Apa itu mesin EDC dan gimana cara kerjanya?

Mesin EDC kamu mesti tahu gimana cara penggunaannya, (Ilustrasi/Shutterstock).

Mesin Electronic Data Capture yang kemudian disingkat menjadi mesin EDC adalah mesin yang difungsikan buat menerima pembayaran nontunai dari kartu kredit ataupun kartu debit.

Cara kerja mesin EDC mirip-mirip dengan mesin ATM. Kamu masukkan kartu atau menggeseknya. Setelah itu, masukkan PIN ke mesin buat mengonfirmasi transaksi.

Kini sejak adanya chip di kartu kredit atau debit, penggesekan kartu udah jarang dilakukan. Buat transaksi, kartu dimasukkan ke dalam mesin EDC. Sementara buat yang gunakan uang elektronik atau e-money, cukup tempelkan kartu di mesin supaya transaksi terjadi.

Baca juga: Kartu ATM Mandiri Tertelan? Hubungi Call Center Mandiri Di Nomor Ini

Begini tahapan-tahapan transaksi di mesin EDC sewaktu bakal melakukan pembayaran di kasir.

  • Serahkan kartu kredit atau debit atau e-money ke kasir.
  • Kasir bakal menggesek buat yang masih pakai teknologi magnetic stripe atau memasukkan kartu ke mesin EDC buat yang pakai teknologi chip.
  • Besaran nominal yang dibayarkan nantinya dimasukkan kasir ke mesin EDC.
  • Kamu bakal diminta buat memasukkan PIN ke mesin atau tanda tangan struk yang keluar.
  • Struk keluar sebagai tanda transaksi berhasil dilakukan.

Hal-hal ini perlu kamu ketahui dari mesin EDC

Beberapa hal ini mesti kamu perhatikan mesin EDC, (Ilustrasi/Shutterstock).

Agar kamu makin paham tentang mesin EDC, ada beberapa hal yang perlu kamu tahu dari media transaksi yang satu ini. Disimak yuk!

1. Biaya transaksi di mesin EDC ditanggung pedagang atau merchant

Jangan sampai kamu gak tahu hal ini ya. Biaya transaksi di mesin ini emang dibebankan ke pedagang atau merchant sepenuhnya. Jadi, kamu harus menolak atau curiga kalau dimintai biaya.

Biaya yang dibebankan ke nasabah berbeda-beda besarannya, yaitu dari 0,15 – 0,75 persen. Biasanya biaya 0,15 persen dibebankan ke transaksi bank yang sama atau On Us. Sementara biaya 0,75 persen dibebankan ke transaksi bank yang berbeda atau Off Us.

Baca juga: Gini Cara Hubungi Call Center Bank Mega Saat Kehilangan Kartu Kredit dan ATM

Khusus transaksi pemerintah ke masyarakat, masyarakat ke pemerintah, atau donasi sosial yang sifatnya nirlaba gak dikenakan biaya sama sekali alias 0 persen.

2. Gesek kartu kredit ke mesin EDC sama sekali gak dikenakan biaya

Rupanya ada pengecualian kalau transaksinya dengan kartu kredit. Penggunaan kartu kredit di mesin ini sama sekali gak dikenakan biaya. Dengan kata lain, adanya biaya cuma berlaku kalau transaksi menggunakan kartu debit.

3. Transaksi EDC bisa aja gagal

Bisa aja transaksi yang dilakukan dengan menggunakan mesin ini dan mengalami kegagalan. Kalau kamu mengalami hal ini, ada baiknya menghindari penggesekan kedua kalinya atau double swipe.

Sebab Bank Indonesia atau BI melarang dilakukannya double swipe. Menurut BI, dilakukannya double swipe bisa berpotensi terjadinya pencurian data.

Ada beberapa penyebab transaksi EDC bisa gagal.

  • Keliru memasukkan PIN.
  • Adanya gangguan sistem atau jaringan.
  • Kerusakan pada pita magnetik.
  • Saldo atau limit gak cukup.

Ini caranya supaya aman transaksi dengan mesin EDC

Cara ini biar aman saat menggunakan mesin EDC ketika bertransaksi, (Ilustrasi/Shutterstock).

Hal-hal yang gak diinginkan bisa aja terjadi saat bertransaksi di mesin ini. Agar transaksi aman dilakukan, ada beberapa tips nih yang bisa kamu lakukan.

  • Pastikan gak ada orang yang melihat PIN saat kamu transaksi di mesin EDC.
  • Lihat nominal yang ditagih sebelum PIN dimasukkan dan pastikan gak ada kelebihan.
  • Kalau transaksi sampai ditolak, hubungi segera bank penerbit kartu.
  • Jangan sampai kamu lupa mengambil kartu milikmu.

Demikian informasi seputar mesin EDC. Setelah baca informasi di atas, mudah-mudahan kamu makin paham ya transaksi di mesin EDC. (Editor: Mahardian Prawira).

Boby
Boby

Lama bergelut dengan ensiklopedia. Kini fokus dengan urusan finansial. Di mana pun berada selalu berusaha sajikan karya yang terbaik. Semoga bermanfaat!

MoneySmart.id adalah portal finansial terbesar dan terpercaya di Indonesia. Melalui konten yang kreatif dan inspiratif, kami berdedikasi untuk menjadi pemandu Anda dalam pengelolaan keuangan yang lebih baik.

IKUTI KAMI DI

Say Hello!

(021) 3005 6456

[email protected]

Jl Benda No. 92,
Jakarta Selatan, Indonesia 12560

MoneySmart Singapore MoneySmart Indonesia MoneySmart Hong Kong