Aman dan Kasih Cuan Gede, Ini Produk Investasi yang Cocok Buat Milenial

3 menit
Investasi Ala Milenial (Shutterstock)
Investasi Ala Milenial (Shutterstock)

Pemerintah terus mengajak generasi muda untuk investasi di berbagai instrumen yang disediakan oleh pemerintah maupun bursa saham.

Dari sisi pemerintah, penerbitan surat utang terus dilakukan guna meningkatkan ketertarikan generasi muda dalam berinvestasi. Selain memberikan nilai keuntungan, berinvestasi pada negara juga memberikan sumbangsih atau membantu keuangan negara.

Terbaru, pemerintah baru saja menerbitkan obligasi negara ritel Indonesia (ORI) seri 016 dengan tingkat kupon 6,8 persen. Investasi ini ditawarkan khusus kepada investor ritel atau individu masyarakat Indonesia bukan perusahaan ataupun asing.

Pemerintah menetapkan minimum pemesanan sebesar Rp 1 juta dan batasan maksimalnya hingga Rp 3 miliar. 

Direktur Surat Utang Negara DJPPR Kementerian Keuangan Loto Srinaita Ginting menjelaskan, pada ORI seri 016 pemerintah mulai memasarkan melalui kanal distribusi online termasuk fintech.

Menyasar Investor Milenial Indonesia

Hal ini dilakukan guna menarik minat investor muda yang genar bertransaksi secara online. “Kalau yang sebelumnya di 2018 itu masih belum online. Ini akan lebih mudah,” ujar Loto di Jakarta.

Adapun terdapat beberapa tahapan untuk bisa menjadi investor pada instrumen ORI 016 ini. Tahap pertama, individu yang beminat diwajibkan melakukan registrasi terlebih dahulu.

Registrasi dapat dilakukan setiap saat bahkan sebelum masa penawaran ORI 016 ini dibuka. Adapun pendaftaran bisa dilakukan pada sistem elektronik yang tersedia pada mitra distribudi penawaran ORI 016 ini.

Registrasi dengan menginput data pribadi seperti data diri,  nomor SID (Single Investor Identification), nomor Rekening Dana dan nomor Rekening Surat Berharga. 

Sedangkan calon investor yang belum memiliki nomor SID, Rekening Dana, dan atau Rekening Surat Berharga, dapat menghubungi   mitra distribusi.

Kemudian, setelah registrasi berhasil, calon investor melakukan pemesanan ORI016 dengan sebelumnya membaca ketentuan dalam Memorandum Informasi. Pemesanan hanya dapat dilakukan pada saat masa penawaran ORI016.

Cara Investasi ORI 016

Adapun masa penawaran ORI 016 dilakukan sejak 2 hingga 24 Oktober 2019 mendatang.

Setelah melakukan pemesanan, akan dilakukan diverifikasi (verified order). Calon investor mendapatkan kode pembayaran (billing code) melalui email atau sms sesuai kebijakan masing-masing mitra distribusi.

Kode pembayaran tersebut digunakan sebagai penyetoran dana investasi ORI 016.

Setelah pembayaran dilakukan, calon investor akan memperoleh Nomor Transaksi Penerimaan Negara (NTPN) dan pemberitahuan terkait pemesanan yang telah selesai. Kemudian akan memperoleh alokasi ORI016 pada tanggal settlement atau waktu penerbitan.

Agen Penjual ORI 016

Adapun, kanal distribusi penjualan ORI ini sudah semakin masif dengan melibatkan 14 bank dan perusahaan financial technology (fintech). Ada dua perusahaan fintech peer to peer lending (P2P) dan tiga fintech berizin khusus sebagai agen penjual reksa dana (Aperd).

Sedangkan untuk perbankan, mulai dari PT Bank Central Asia Tbk (BCA), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Bank Permata Tbk (BNLI). Lalu PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN). Kemudian PT Bank Maybank Indonesia Tbk (BNII), PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA), dan PT Bank OCBC NISP Tbk (NISP).

Selain itu, PT Bank HSBC Indonesia, PT Bank DBS Indonesia, PT Bank UOB Indonesia, dan PT Bank Commonwealth. 

Sedangkan untuk sekuritas yang menjual ORI-016 adalah PT Trimegah Sekuritas Tbk (TRIM), PT Danareksa Sekuritas, PT Bahana Sekuritas, dan PT Mandiri Sekuritas.

Kemudian untuk fintech, perusahaan P2P adalah PT Mitrausaha Indonesia Grup (Modalku) dan PT Investree Radhika Jaya dan perusahaan fintech Aperd. Terdiri dari PT Bareksa Portal Investasi, PT Star Mercato Capitale (TanamDuit), dan PT Nusantara Sejahtera Investama (Invisee).

Cukup Butuh Uang Rp 1 Juta

Direktur Surat Utang Negara Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan, Loto Srinaita Ginting mengatakan, generasi muda dapat membeli instrumen investasi ini dengan cukup mudah karena sudah tersedia di pasar sekunder maupun pasar online.

Dengan memiliki dana investasi sebesar Rp 1 juta hingga Rp 3 miliar, generasi muda bisa mendapatkan surat utang negara ini.

Sebelumnya, pada tahun 2018, penjualan ORI hanya mengandalkan pasar offline, dan kini telah merambah dunia digital agar keterlibatan generasi muda semakin meningkat.

Kemudian untuk penyelesaian penawaran (settlement) akan dilakukan pada 30 Oktober 2019. Pemerintah melalui Kementerian Keuangan menargetkan penghimpunan dana sebesar Rp 9 triliun dari penerbitan obligasi negara ritel Indonesia (ORI) seri 016.

Sudah Ada 9 Produk Sepanjang Tahun

Hingga kini, tercatat pemerintah telah menerbitkan 9 Surat Berharga Negara (SBN) ritel yang dilakukan pada tahun ini.

Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Luky Alfirman mengatakan, target yang ditetapkan pemerintah untuk surat utang ini memang lebih tinggi dibandingkan yang sebelumnya.

“Target Rp 9 triliun untuk penerbitannya, memang ini berbeda dengan sebelumnya, SBR itu non tradable. Ini kan tradable, lebih likuid, jadi targetnya lebih besar,” ujar Luky di Jakarta.

Dia menambahkan, hingga akhir tahun ini pun pemerintah menargetkan bisa menghimpun dana hingga Rp 60 triliun dari penerbitan SBN ritel. 

Sementara itu, dari penerbitan yang sudah dilakukan yakni 8 penerbitan, dana yang sudah dihimpun pemerintah telah mencapai Rp 40,2 triliun.

Kemudian, untuk pembayaran kupon akan dilakukan setiap bulan pada tanggal 15. Adapun pembayaran kupon pertama kali dilakukan pada 15 Desember 2019. Dengan memiliki dana investasi sebesar Rp 1 juta hingga Rp 3 miliar, generasi muda bisa mendapatkan surat utang negara ini.

Editor: Ayyi Achmad Hidayah

Pramdia Arhando
Pramdia Arhando

Atlet renang yang gagal, tapi pernah jadi juara. Kini masuk dunia jurnalistik dan finansial. Semua tulisan di sini dari fakta dan kisah nyata.