Mau Bisnis Untung, Teknologi Wajib Dikuasai! Ini Alasannya

2 menit
Penguasan Teknologi Penting (Shutterstock)
Penguasan Teknologi Penting (Shutterstock)

Penguasaan bidang teknologi akan menjadi tantangan sebuah negara kedepan. Sebab saat ini peran teknologi bukan hanya sekedar ilmu, tapi pengembangan bisnis, pengentasan kemiskinan, hingga pemecahan berbagai masalah.

Direktur Re-Industrialisasi Ikatan Alumni Institut Teknologi Bandung (IA-ITB), Achmad Rizal mengatakan,  generasi milenial yang menjadi penopang kehidupan bangsa Indonesia kedepan harus menjadi motor penggerak perubahan.

Sebab, pada generasi inilah, nasib bangsa Indonesia kedepan ditentukan dari saat ini, sebagai generasi yang memiliki usia produktif, generasi milenial harus melek teknologi dan memanfaatkan teknologi secara baik dan benar.

Menurut Achmad Rizal, anak-anak muda dan kaum milenial sudah saatnya unjuk gigi agar memiliki kemampuan technopreneurship yang mumpuni. 

“Ini era anak muda, era kaum milenial. Mereka yang akan menentukan nasib bangsa ke depan. Mereka harus melek digital, mereka harus melek teknologi, dan mereka harus tahu bahwa teknologi harus bisa diterapkan dalam bisnis. Bukan hanya sekadar pajangan yang dilombakan, bukan hanya disimpan dalam perpustakaan,” kata Rizal.

Ia mengingatkan semua kalangan bahwa ekonomi masa depan adalah ekonomi digital. Para teknopreneur juga harus melek digital. Aplikasi teknologi untuk kepentingan bisnis juga mau tak mau sudah harus berorientasi digital.

Gojek dan Bukalapak Contoh Positif

Pada kesempatan itu, Rizal mengingatkan, agar bisa kompetitif, ekonomi digital harus mengambil peranan penting. Ia mencontohkan konsep sharing economy yang dilakukan Go-Jek dan ekspansinya ke luar negeri, maupun marketplace seperti Bukalapak. 

“Muncul teknologi baru yang mengakibatkan perubahan luar biasa di semua disiplin ilmu, ekonomi, dan industri. 75 persen pekerjaan melibatkan kemampuan sains, teknologi, teknik dan matematika, internet of things. Oleh karenanya lulusan perguruan tinggi harus siap untuk digital challenge dan memiliki digital talent,” jelasnya.

Infrastruktur Penunjang

Kedepan, dalam menghadapi tantangan global dalam hal teknologi, pemerintah juga tengah menyiapkan tol langit sebagai infrastruktur digital Indonesia. Tol langit ini merupakan bagian dari proyek Palapa Ring yang sudah hampir rampung dibangun khususnya di Indonesia bagian timur. 

Proyek senilai Rp 7,7 triliun ini ditargetkan selesai pada tahun 2019 ini. Konektivitas Palapa Ring yang dipopulerkan dengan tol langit ini memastikan bahwa seluruh indonesia akan mampu dijangkau koneksi internet supercepat dengan kecepatan minimal 30 mbps. 

“Bicara tentang koneksi internet, kecepatan internet Indonesia pada tahun 2018 berada di peringkat 108 dunia dengan rata-rata kecepatan 10,53 mbps. Ini akan naik peringkat ke posisi 94 dengan rata-rata kecepatan internet 15,52 mbps,” kata Rizal.

Kecepatan internet ini memang masih jauh jika dibandingkan dengan Singapura yang berada di peringkat pertama dengan kecepatan 190,94 mbps.

Mega proyek Palapa Ring ini, menurut Achmad Rizal, secara positif akan memungkinkan pergerakan ekonomi digital Indonesia. 

Selain sebagai penyambung komunikasi internet antar-daerah secara cepat dan real time, tersambungnya seluruh daerah Indonesia dalam jaringan telekomunikasi akan membuat seluruh sektor kehidupan menjadi lebih mudah dan lebih cepat. 

Akses internet yang memadai akan bisa meningkatkan ekonomi digital secara positif. “Para teknopreneur harus bisa mengambil manfaat dari pengembangan ekonomi digital ini,” pungkasnya.

Editor: Ayyi Achmad Hidayah

Pramdia Arhando
Pramdia Arhando

Atlet renang yang gagal, tapi pernah jadi juara. Kini masuk dunia jurnalistik dan finansial. Semua tulisan di sini dari fakta dan kisah nyata.