Terbukti Mitos, Persepsi Keliru Soal Rencana Keuangan Ini Masih Dipercaya Lho

3 menit
Mitos rencana keuangan. (Shutterstock)
Mitos rencana keuangan. (Shutterstock)

Kamu setuju kan kalau rencana keuangan itu penting buat dimiliki? Persoalannya nih, ada lho orang-orang yang menunda-nunda bikin rencana keuangan karena percaya pada persepsi-persepsi yang sesungguhnya keliru.

Udah jelas-jelas rencana keuangan itu dibikin dengan tujuan membantu memaksimalkan keuangan. Namun, tujuan baik tersebut sepertinya dikaburkan dengan persepsi-persepsi salah yang terlanjur dipercaya.

Dikutip dari NerdWallet, berikut ini adalah persepsi-persepsi keliru tentang rencana keuangan yang sebenarnya cuma mitos belaka.

Baca juga: Ingin Berkantong Tebal di 2019, Ini 4 Rencana Keuangan yang Harus Kamu Wujudkan

1. Rencana keuangan itu cuma buat orang-orang kaya

Rencana keuangan cuma buat orang kaya? Gak juga tuh. (Shutterstock)
Rencana keuangan cuma buat orang kaya? Gak juga tuh. (Shutterstock)

Hari gini masih berpikir rencana keuangan itu cuma buat orang-orang kaya? Kalau kamu percaya hal tersebut, kamu udah 100 persen salah.

Siapa pun boleh merencanakan keuangannya, gak peduli orang tersebut penghasilannya hanya sebesar UMR ataupun penghasilannya dua digit sebulan.

Berkat keuangan yang terencana, orang yang gajinya UMR sekalipun bisa punya banyak uang lho. Minimal, beberapa target finansial bisa tercapai karena keuangan yang terencana tersebut, seperti memiliki dana darurat, asuransi, hingga investasi.

Baca juga: Buat Rencana Jangka Pendek, Pilih Tabungan Berjangka atau Deposito?

2. Punya rencana keuangan itu mahal

Bikin rencana keuangan harus sewa financial advisor? Sendiri juga bisa. (Shutterstock)
Bikin rencana keuangan harus sewa financial advisor? Sendiri juga bisa. (Shutterstock)

Karena ada beberapa orang yang pakai jasa financial advisor, banyak orang yang berpikir kalau bikin rencana keuangan itu mahal. Padahal, menyewa financial advisor itu opsi yang boleh diambil atau gak.

Cukup banyak lho bacaan-bacaan yang memberikan panduan merencanakan keuangan dengan baik, dari yang gratis hingga berbayar. Tinggal dipilih aja mana yang cocok buat kamu.

Kalau pengin baca buku, kamu bisa baca The Index Card yang ditulis Helaine Olen dan Harold Pollack. Mau yang gratis? Baca aja tulisan-tulisan yang tersedia di Moneysmart. Cukup banyak lho tulisan-tulisan yang bertemakan rencana keuangan.

Baca juga: 6 Tips Perencanaan Keuangan yang Sebenarnya Gak Perlu Kamu Ikuti

3. Bikin rencana keuangan gak harus segera

Bikin rencana keuangan harus segera? santai aja kenapa. (Shutterstock)
Bikin rencana keuangan harus segera? santai aja kenapa. (Shutterstock)

Ada-ada aja alasan buat gak bikin rencana keuangan. Salah satunya yang paling sering dilontarkan adalah bikinnya bisa nanti setelah kondisi keuangan membaik.

Buat yang tahu pentingnya merencanakan keuangan, mereka bakal bingung begitu mendengar alasan tersebut. Jelas-jelas tujuan dari merencanakan keuangan itu adalah mengubah kondisi keuangan yang buruk menjadi baik.

Justru, bikin rencana keuangan itu kalau bisa sesegera mungkin begitu kamu udah punya penghasilan sendiri. Sebab, semakin cepat merencanakan keuangan, semakin cepat pula target-target finansial terwujud. Dengan begitu, hidup mapan bukan lagi sekadar angan.

4. Kunci rencana keuangan itu cuma perlu memiliki investasi

Kunci rencana keuangan harus punya investasi? Bukan cuma itu. (Shutterstock)
Kunci merencanakan keuangan harus punya investasi? Bukan cuma itu. (Shutterstock)

Katanya berinvestasi aja udah cukup disebut sebagai rencana keuangan. Emang benar investasi termasuk bagian dalam perencanaan keuangan. Namun, bukan berarti investasi jadi satu-satunya yang dimasukkan.

Perencanaan keuangan lebih dari itu lho. Selain investasi, hal-hal yang berkaitan dengan keuangan juga dimasukkan, mulai dari keseluruhan utang, pendapatan, tabungan, hingga arus kas. Ini masih ditambah dengan asuransi dan dana pensiun.

Karena banyaknya hal yang dimasukkan, jangan diartikan merencanakan keuangan itu ribet ya. Merencanakan keuangan itu bisa simpel kok.

Kamu bisa memulainya dengan menerapkan rumus 50/30/20. Rumus itu dimaksudkan buat mengalokasikan 50 persen penghasilan buat kebutuhan rutin bulanan, 30 persen buat kebutuhan pribadi ataupun utang, dan 20 persen buat dana darurat, asuransi, hingga investasi.

Nah, seperti itulah mitos-mitos seputar rencana keuangan yang sebaiknya diabaikan. Kalau kamu selama ini mempercayai salah satu atau beberapa diantaranya, mulailah buat berubah.

Semoga informasi di atas bermanfaat dan membantu kamu ya dalam mewujudkan rencana-rencana finansial! (Editor: Ruben Setiawan)

Boby
Boby

Lama bergelut dengan ensiklopedia. Kini fokus dengan urusan finansial. Di mana pun berada selalu berusaha sajikan karya yang terbaik. Semoga bermanfaat!