Ini Alasan Kenapa Mobil Bekas Laku Jelang Lebaran!

2 menit
Ilustrasi Mobil Bekas (Shutterstock)
Ilustrasi Mobil Bekas (Shutterstock)

Menjelang hari raya Idul Fitri transaksi penjualan mobil bekas melonjak. Carsome, platform jual mobil bekas daring mencatatkan lonjakan kenaikan penjualan mobil bekas 37 persen. Kenaikan terjadi mulai Januari sampai Mei 2019 berjalan.

Dimana tren ini diprediksi terus meningkat sampai dengan awal Juni 2019 menjelang Idul Fitri. Andreas Djingga, Country Manager Carsome Indonesia mengatakan lonjakan ini sesuai prediksi perusahaan. Juga sejalan dengan prediksi GAIKINDO sebagai induk industri otomotif nasional.

Dimana GAIKINDO sendiri awal tahun telah memprediksi kenaikan signifikan pada transaksi mobil bekas nasional. “Ini sesuai perkiraan industri juga bahwa 2019 pasar mobil bekas cukup prospektif. Perusahaan telah menyambut dengan baik peluang peningkatan aktivitas pasar ini,” jelas Andreas Djingga.

Menurut pengamatan di Carsome, ada beberapa alasan khusus orang menjual mobil mereka jelang Idul Fitri. Beberapa alasan yang sering muncul seperti ingin mendapatkan harga pasaran lebih baik pada momen menjelang Idul Fitri.

Adanya kebutuhan uang tunai untuk berbagai keperluan mereka. Lalu karena ada rencana untuk mengganti mobil mereka. “Banyaknya kebutuhan konsumsi pada periode ini yang mendorong orang menjual mobil mereka. Baik itu untuk dialihkan ke kebutuhan lainnya, ataupun upgrade mobil mereka,” jelas Andreas Djingga.

Lebih lanjut, Andreas Djingga mengatakan bahwa di Carsome, tren peningkatan transaksi ini terjadi setiap tahun. Selama 3 tahun Carsome beroperasi di Indonesia. Banyaknya orang menjual mobil mereka juga memang didasari pada rata-rata kenaikan harga mobil pada periode menjelang Idul Fitri.

“Biasanya harga mobil bekas bisa naik rata-rata 5 persen dibanding periode lainnya. Permintaan pasar yang naik membuat harga jual mobil juga naik,” kata Andreas Djingga.

Dealer Aktif Cari Mobil Bekas

Dengan model bisnis C2B (Consumer to Business), Carsome mampu menghubungkan penjual mobil dengan ribuan dealer terverifikasi sebagai pembeli. Secara khusus, hal ini memberikan efek peningkatan transaksi di platform menjelang hari raya Idul Fitri. Sebab terjadi kenaikan permintaan pada periode ini pula dari dealer rekanan.

Dealer-dealer sangat aktif mencari mobil untuk memenuhi kenaikan permintaan pelanggan mereka. Carsome mengakomodir rantai pasar yang sedang berputar tinggi ini. Banyaknya orang menjual mobil bekas yang dibarengi juga permintaan tinggi stok mobil bekas dari dealer untuk dijual kembali.

“Rekanan dealer kami lebih aktif untuk memenuhi stok mobil bekas dagangan mereka. Hal ini untuk antisipasi para pencari mobil bekas di dealer mereka. Seringkali mereka juga sudah ada permintaan yang datang namun barangnya belum ada. Sehingga mereka lebih gencar cari dan berani melakukan penawaran tinggi pada mobil yang diincar.

Sistem penawaran transparan dari Carsome menghubungkan penjual ke ribuan dealer se-Jabodetabek. Ini membuat mobil diperebutkan dan mendapat harga jual terbaik. Termasuk juga pada momen ini,” jelas Andreas Djingga.

Berbagai motivasi penjual yang mendorong lonjakan transaksi menjelang Idul Fitri merupakan fenomena unik di Indonesia.

Oleh karena itu, Carsome Indonesia juga telah mengantisipasi hal ini mulai dari awal tahun 2019. Diantaranya dengan meningkatkan layanan seperti penambahan titik Full Service Branch. Kemudian penambahan inspektor profesional ahli. Juga meluncurkan kampanye marketing untuk menyambut tren kenaikan pasar.

“Semua lini layanan kami pastikan maksimal. Agar kami dapat memberikan pengalaman semudah mungkin dalam menjual mobil bekas kesayangan. Tidak terkecuali pada periode kenaikan transaksi menjelang Idul Fitri ini. Layanan kami pastikan optimal, mobil diperebutkan oleh ribuan dealer. Penjual mendapat harga terbaik,” tutup Andreas Djingga.

Editor: Ayyi Achmad Hidayah

Pramdia Arhando
Pramdia Arhando

Atlet renang yang gagal, tapi pernah jadi juara. Kini masuk dunia jurnalistik dan finansial. Semua tulisan di sini dari fakta dan kisah nyata.