Pabrikan Mobil Listrik Milik Elon Musk Bakal Menutup Beberapa Diler di China

3 menit
Pabrikan Mobil Listrik Milik Elon Musk Bakal Menutup Beberapa Diler di China, (Ilustrasi/Shutterstock).

Kamu pasti udah mengetahui ya kan pabrikan mobil listrik milik Elon Musk? Ya, Tesla berencana bakal menutup diler mereka di China. Rencana ini dilakukan lantaran produk lokal begitu menggila sehingga diler mobil Tesla rasanya udah nih mengakhiri bisnisnya di Negeri Tirai Bambu.

Seperti dikutip dari Antaranews.com, Minggu, (23/6/2019), produsen mobil listrik kenamaan Tesla memutuskan buat menutup beberapa diler mereka di kawasan elite China.

Banyak pengamat yang mengatakan bahwa langkah Tesla buat menutup beberapa dilernya di Negeri Tirai Bambu, lantaran kehadiran produk mobil listrik lokal yang menggila. Gak cuma itu, hal ini juga dilakukan upaya dalam penghematan biaya apalagi ditambah kini mobil-mobil listrik pabrikan China semakin banyak.

Baca juga: Wiih, Ini Dia 5 Mobil Termahal di Dunia dan Para Pemiliknya

Kehadiran mobil listrik lokal alasan Tesla menutup diler mereka juga

mobil tesla
Tesla memutuskan buat menutup dilernya di China alasan penghematan biaya juga, (Ilustrasi/Shutterstock).

Penutupan beberapa diler Tesla di China bakal dilakukan triwulan kedua dengan menutup ruang pamer mereka di Shanghai. Perusahaan mobil listrik yang berbasis di California, Amerika Serikat ini juga bakal memutuskan hubungan kerja dengan beberapa pegawai dan staf penjualannya di China.

“Kami akan menutup beberapa diler, tapi tetap mempertahankan platform, lokasi, dan pusat informasi di beberapa tempat ramai pembeli,” demikian pernyataan kantor Tesla seperti dikutip dari Antaranews.com.

Kalau dilihat dari laman resmi pabrikan mobil listrik milik Elon Musk ini, Tesla memiliki 64 diler di daerah Tiongkok. Elon Musk udah menyampaikan nih kalau penutupan sebagian besar diler mereka di China dilakukan demi mengupayakan penghematan biaya sehingga harga si Tesla ini pun bisa lebih realistis.

Tesla menyebutkan kalau 20 persen diler mereka sedang dalam peninjauan selama beberapa bulan ke depan. Hal ini dilakukan demi mempertimbangkan efektivitas, meskipun ada yang ditutup, beberapa diler Tesla di China juga masih ada yang buka kok.

Baca juga: Pernah Utang Rp 17 M! Ini Mobil Mewah Kevin Aprilio Mulai Minibus hingga Sport

Mundurnya Tesla dengan menutup beberapa diler di China ternyata mengundang pro dan kontra!

mobil tesla
Pabrikan mobil listrik Tesla milik Elon Musk bakal menutup beberapa diler mereka di China, (Ilustrasi/Shutterstock).

Tesla telah memberlakukan dengan menaikkan harga mobil listrik mereka sebesar 3 persen di seluruh dunia. Di 18 Maret 2019, mobil Tesla mengalami kenaikkan harga kecuali buat model 3 yang dipatok kisaran US$ 35.000 atau setara dengan Rp 495 jutaan.

Seorang pengamat otomotif independen di Shanghai Wu Shocheng mengatakan bahwa kebijakan mobil Tesla buat menutup dilernya udah tepat. Pasalnya nih, keberadaan pamor mobil Tesla ini udah cukup dikenal oleh warga di China.

Kebijakan yang dilakukan oleh Tesla emang mengundang pro dan kontra. Ada juga yang mengatakan nih kalau penutupan diler mereka di beberapa lokasi di China merupakan langkah gak bagus.

“Untuk membangun jaringan bisnis daring dan luring memang bagian dari strategi, namun Tesla seharusnya bisa memahami bahwa kendaraan merupakan aset terbesar kedua bagi keluarga di China. Bagi beberapa konsumen, butuh pengalaman nyata sebelum membuat keputusan membeli atau tidak,” ujar pengamat otomotif independen di Beijing Su Hui.

“Sangat perlu menjajal kendaraan secara fisik di diler sebelum memutuskan,” ungkapnya.

Nah, itu dia sedikit cerita soal keberadaan mobil Tesla di China. Gak heran kalau harga mobilnya yang mahal lalu persaingan ketat dengan pabrikan Negeri Tirai Bambu memaksa Tesla menutup dilernya di sana. (Editor: Mahardian Prawira Bhisma). 

Mahardian Prawira
Mahardian Prawira

Penyuka cokelat dan kopi yang mulai menyukai seputar dunia investasi, ekonomi dan bisnis. Lebih menyukai dan menghargai sebuah proses dalam mencapai sesuatu! Xoxo...