Franka Soeria, Modest Fashion Expert dengan Tarif Puluhan Ribu Dolar dan Klien Putri Kerajaan

5 menit
Modest Fashion Week
Franka Soeria co-founder Modest Fashion Week dengan penghasilan puluhan dolar dan klien putri kerajaan (MoneySmart/Ardi Mandiri)

Gelaran Modest Fashion Week telah terukir di empat negara mulai dari Istanbul Modest Fashion Week yang dihelat pada Mei 2016, London Modest Fashion Week April 2017, Dubai Modest Fashion Week Desember 2017, dan Jakarta Modest Fashion Week pada Juli 2018.

Adalah Franka Soeria, wanita asal Indonesia yang awalnya berprofesi sebagai jurnalis di Kompas Gramedia Group menggagas pergelaran mode busana santun tersebut.

Meski Modest Fashion Week (MFW) dunia telah sukses digelar, ternyata dalam perjalanannya tidak semulus yang dilihat. Di balik semua kesuksesan itu, ada pengorbanan yang harus dilalui ibunda Metehan Rivera Semin tersebut.

Awalnya, co-founder MFW sekaligus desainer ini pindah ke Turki setelah menikah dengan pria Turki bernama Ismail Semin pada 2013. Di sana, dia pun memulai kariernya sebagai fashion consultant dan public relation.

“Awalnya (mengembangkan usaha di bidang modest fashion) sulit sekali, hampir putus asa dan ingin balik ke Indonesia. Hingga akhirnya saya menemukan partner yang mengembangkan platform hijab bernama alahijab.com,” kata Franka kepada MoneySmart.

Platform hijab berbasis e-commerce ini terdiri dari komunitas muslim dunia.

“Berbekal kemampuanku mengurus event dan koneksi rekanan bisnis Ozlem di Turki, kami pun berencana membuat sesuatu yang lebih besar ketimbang hanya sebuah startup. Hal ini dipicu kuatnya basis komunitas hijab dari platform alahijab.com,” ungkapnya.

Dari platform alahijab.com itulah perjalanan ibu satu anak ini menggelar MFW dunia. Seperti apa kisah inspiratifnya? Simak pemaparannya kepada MoneySmart di sini:  

Bermula dari alahijab

Franka Soeria
Franka Soeria sukses jadi modest fashion expert bermula dari alahijab (MoneySmart/Ardi Mandiri)

Franka tak menampik, alahijab.com, platform sosial global satu-satunya untuk fesyen hijab yang didirikan pada 2006 menjadi awal kesuksesannya di bidang modest fashion.

Menggeluti alahijab selama hampir tiga tahun, Franka semakin memperlebar jaringannya di berbagai belahan dunia di Eropa, Asia hingga Afrika yang memberikan dukungan dalam berbagai bentuk.

Kesempatan ini dimanfaatkan pula oleh para desainer Indonesia yang diberikan tempat oleh Franka turut memajukan mode Tanah Air.

“Semua bermula dari start up saya yang secara online sebenarnya gak berhasil, tapi secara offline sukses, yaitu alahijab.com. Akhirnya ada e-commerce datang ke saya minta untuk dibikinin event bazaar, tapi saya bilang fashion week saja, waktu itu di Istanbul,” paparnya.

“Ternyata benar, semua booming. Sebelum event saja, saya sudah diwawancarai AP, itu yang bikin jadi terkenal, banyak media internasional meliput. Akhirnya ya sudah, sukses, semua orang mulai appreciate,” sambungnya saat berbincang di Markamarie HQ.

Baca juga: Ini Dia 7 Kisah Pengusaha Sukses Indonesia di Bawah Umur 25

Dipercaya membuat event fashion internasional

Franka Soeria
Franka Soeria diminta menghelat pergelaran fashion internasional (MoneySmart/Ardi Mandiri)

Berkat keberhasilannya menggelar event fashion week itulah pembicara Kongres Diaspora Indonesia ke-4 di Jakarta tersebut menjadi orang yang dipercaya membuat event fashion internasional.

“Istanbul mungkin one time sensation, akhirnya kita bikin di London pada April 2017 lalu. Awalnya nggak pede, tapi ternyata ajang ini sukses lagi, masuk Daily Mail, Time, Vogue, dan media internasional lainnya,” jelasnya.

Baca juga: Ada Anaknya Prabowo! 5 Desainer Indonesia Ini Jadi Langganan Beyonce hingga Rihanna!

Jadi modest fashion expert kelas dunia

Franka Soeria
Franka Soeria jadi modest fashion expert dunia (MoneySmart/Ardi Mandiri)

Kesuksesannya menggelar event fashion di Istanbul ini membuat banyak negara tertarik ikut di gelaran selanjutnya. Franka lantas menggunakan nama Modest Fashion, dengan tujuan agar bisa menjangkau perempuan yang tak berhijab.

“Kita percaya Modest Fashion bisa juga dipakai yang nggak pakai jilbab, tapi senang tampil modis, nggak apa-apa ikut. Kita mau bilang Modest Fashion itu untuk siapa saja,” tuturnya merinci.

Melihat potensi desainer Indonesia dan dunia yang besar, Franka lewat Modest Fashion-nya memayungi market hijab di seluruh dunia agar saling terhubung satu sama lain.

Lewat Modest Fashion ini, dia juga percaya, perancang baru yang belum punya nama bisa meraih sukses seperti para pendahulunya.

“Semua negara mau bikin. Sampai akhirnya kita bikin travelling event dengan konsep seperti Mercedez Benz Fashion Week, kontennya Istanbul, London, Dubai, Asia Tenggara yaitu Jakarta,” ungkapnya.

“Kota yang dipilih adalah kota yang dianggap sebagai Ibu Kota Modest Fashion di kawasannya. Kita selalu pakai nama kota sebagai nama event; Istanbul Modest Fashion Week, London Modest Fashion Week, dan sebagainya,” lanjut wanita kelahiran 1981 itu.

Tarif puluhan ribu dolar dengan klien putri kerajaan hingga royal family

Franka Soeria
Franka Soeria dibayar puluhan ribu dolar dan memiliki klien hingga putri raja (MoneySmart/Ardi Mandiri)

Dari kesuksesannnya menjadi modest fashion expert, Franka kini banyak diminta negara di seluruh dunia sebagai fashion consultant.

Tak tanggung-tanggung, wanita 38 tahun itu mendapat bayaran puluhan ribu dolar sekali menangani klien yang ingin menghelat pergelaran fashion atau berkonsultasi mengenai industri fashion. Tapi, itu diperolehnya dari klien dan perusahannya di luar negeri.

Bahkan, Franka yang memilih berinvestasi deposito itu memiliki klien putri kerajaan hingga royal family dari berbagai dunia.

Merilis Markamarie dan Benang Project

Franka Soeria
Franka Soeria merilis Markamarie dan Benang Project (MoneySmart/Ardi Mandiri)

Tak berhenti memamerkan dan mempromosikan karya Indonesia di kancah internasional, Franka merilis Markamarie, proyek bersama sang suami yang salah satu misinya membawa desainer muda maju ke platform global.

“Saya selalu bilang untuk mengatakan kepada orang-orang di luar untuk melihat Indonesia dan mempelajarinya, di mana semua aspeknya bagus, tidak hanya desainnya. Saya juga berharap perancang-perancang baru maju, because i believe in news talents,” imbuhnya.

Tak disangka, proyek garapannya yang juga banyak bergerak di bidang sosial itu terdengar hingga ke banyak orang di seluruh negara, bahkan UNHCR (Komisioner Tinggi PBB untuk Pengungsi).

UNHCR membangkitkan kesadaran Franka mengenai masalah para pengungsi. Demi membantu mereka, Franka pun mengadakan pelatihan mode busana dengan memberikan aktivitas pelatihan sejak September 2018. Dia memberi nama ‘Benang Project’.

Franka dan UNHCR turun ke Jalan Peta Selatan, Kalideres, sekitar Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Jakarta untuk mewawancarai 50 orang pencari suaka. Mereka yang diwawancarai berasal dari Afghanistan, Pakistan, hingga Somalia.

Tujuh orang pengungsi segera dilatih untuk membuat rancangan peragaan busana hingga menjahit, ada pula yang dilatih tata rias, ditambah pengungsi yang jadi model busana. Sebagian dari tujuh orang ada yang punya latar belakang pekerjaan menjahit baju.

Di ‘Benang Project’, mereka diberi pemahaman soal produk yang layak jual dan cara mengemasnya lewat potret yang baik.

Harapannya, mereka bisa punya cukup bekal ilmu untuk bekerja di negara tujuan mereka nanti. Karya-karya kolaborasi pengungsi dan desainer muda Indonesia akhirnya berhasil lahir.

Dibawa ke catwalk berbagai negara

Busana hasil kolaborasi pencari suaka di Kalideres itu dibawa Franka ke catwalk di berbagai negara, tak terkecuali ke gelaran La Moda, Paris, Prancis.

Karya mereka juga dipamerkannya di Lifestyle Turkey. Di Indonesia, hasil kolaborasi pengungsi dan desainer muda juga dipamerkan di Jakarta Fashion Trend.

“Di Dubai, kami bawa ke Dubai Modest Fashion Week, 7 hingga 9 Maret lalu,” kata Franka.

Kini sudah delapan orang pengungsi yang ikut Benang Project, yakni pengungsi dari Afghanistan, Pakistan, Somalia, dan Mesir. Tujuh orang di antaranya adalah perempuan, satu orang lagi laki-laki.

Sebagian dari mereka sudah tak tinggal lagi di jalanan karena ditampung di workshop Markamarie. Franka pun berharap, jumlah pengungsi yang ikut ‘Benang Project’ bisa bertambah. Semua biaya ditanggungnya dengan biaya sendiri.

Itulah fakta menarik tentang Franka Soeria, sosok di balik kesuksesan Modest Fashion Week yang kesuksesannya telah mendunia. Semoga kisahnya ini bisa menginspirasimu!

Chaerunnisa
Chaerunnisa

Senang menulis dan belajar banyak hal. Semoga karya saya selalu bisa dinikmati dan bermanfaat bagi semua.

MoneySmart.id adalah portal finansial terbesar dan terpercaya di Indonesia. Melalui konten yang kreatif dan inspiratif, kami berdedikasi untuk menjadi pemandu Anda dalam pengelolaan keuangan yang lebih baik.

Tentang Kami

IKUTI KAMI DI

Say Hello!

(021) 3005 6456

[email protected]

Jl Benda No. 92,
Jakarta Selatan, Indonesia 12560

Singapore Indonesia Hong Kong Philippines Taiwan