Apa Sih Plus dan Minus Berangkat Kerja dengan Menggunakan MRT Jakarta?

5 menit
MRT Jakarta
Apa Sih Plus dan Minus Berangkat kerja dengan Menggunakan MRT Jakarta?, (Ilustrasi/Shutterstock).

Masalah kemacetan yang selalu dihadapi oleh masyarakat Ibu Kota Jakarta sedikit demi sedikit mulai coba diatasi oleh pemerintah dengan menghadirkan MRT Jakarta. Setelah melalui tahap perencanaan yang lumayan lama akhirnya pada bulan Maret 2019 lalu Moda Raya Terpadu ini berhasil di uji cobakan pertama kali ke publik.

Dengan adanya MRT, masyarakat DKI Jakarta maupun yang berada di sekitarnya diharapkan bisa mengubah kebiasaan yang tadinya menggunakan kendaraan pribadi memanfaatkan transportasi umum. Gak hanya mengubah kebiasaan memakai motor atau mobil pribadi, tetapi juga membentuk budaya baru masyarakat untuk lebih tertib dan menghargai waktu.

“Tapi yang paling penting, menurut saya, ini adalah peradaban baru. Membangun peradaban-peradaban baru bagaimana ngantre, bagaimana masuk ke MRT, dan tidak terlambat, sehingga tidak kejepit di pintu. Ini budaya baru,” ucap Presiden Republik Indonesia Jokowi setelah mengikuti uji coba pada tanggal 19 Maret 2019, mengutip dari Liputan 6.

Upaya tersebut gak bakal bisa berjalan kalau hanya pemerintah yang melakukan. Harus ada peran serta masyarakat secara langsung agar dampaknya lebih cepat terasa.  

Apalagi melihat jalur yang dibuat sepanjang 16 kilometer dari Lebak Bulus sampai Bundaran HI, harusnya sangat banyak masyarakat yang terbantu.

Kabarnya, pemerintah telah menggelontorkan dana investasi mencapai Rp 16 triliun buat membangun jalur MRT Jakarta fase pertama tersebut. Nantinya bakal ada fase 2 yang menghubungkan Bundaran HI sampai daerah Kota.

Baca juga: Kalahkan Dufan dan Trans Studio, Ini 5 Taman Hiburan Termahal di Dunia

Manfaat menggunakan MRT Jakarta

MRT Jakarta
Kira-kira apa ya manfaat bagi warga Jakarta menggunakan MRT saat berangkat kerja?< (Ilustrasi/Pixabay).

Percuma kalau sebuah moda transportasi yang mahal-mahal dibuat tetapi gak punya dampak positif buat kehidupan masyarakat banyak. Moda Raya Terpadu yang dibuat bersama dengan pemerintah Jepang ini memiliki banyak manfaat lho!

1. MRT Jakarta irit ongkos dibandingkan transportasi lainnya

Manfaat pertama yang bisa kamu rasakan ketika rutin menggunakan moda raya terpadu adalah biaya ongkos yang relatif lebih murah.

Sebagai gambaran singkat kalau kamu tinggal di kawasan Jakarta Selatan seperti di Lebak Bulus, Pondok Pinang ataupun Cilandak, calon penumpang hanya perlu mengocek uang Rp 14 ribuan untuk bisa sampai ke Bundaran HI. Untuk tarif lengkapnya bisa kamu simak di bagian selanjutnya.

Coba bandingkan dengan transportasi lain seperti ojek online yang angkanya bisa tembus lebih dari Rp 30 ribu. Efisiensinya bisa sampai 50 persen per hari, lumayan banget?

2. Hemat waktu di perjalanan

Keuntungan selanjutnya bisa kamu dapatkan dari transportasi ini adalah hemat waktu. Ini berhubungan erat dengan masalah kronis yang udah dialami Jakarta selama bertahun-tahun yakni kemacetan.

Dengan menggunakan armada ini kamu gak perlu lagi deh mikirin yang namanya terjebak macet di jalan karena udah pasti lancar tanpa adanya hambatan. Bahkan waktu hujan deras sekalipun yang sering bikin banjir jalanan ibu kota.

Dari Lebak Bulus sampai Bundaran HI hanya perlu menempuh waktu yang relatif singkat yakni sekitar 45 menit sampai 1 jam aja.

3. Membentuk pribadi yang disiplin dan tepat waktu

Selama ini kita sering mendengar tentang kerabat atau teman kerja yang sering datang telat ke kantor karena alasan terjebak macet. Dengan adanya MRT diharapkan bisa mengubah kebiasaan buruk terlambat ketika masuk kantor.

Seperti yang udah dibahas di atas, cerminan budaya yang tepat waktu menjadi salah satu harapan Presiden Jokowi kedepannya gak hanya untuk warga Jakarta. Namun juga menular ke seluruh lapisan masyarakat yang ada di Indonesia.

Butuh waktu yang gak sebentar emang tetapi lebih baik terlambat daripada gak dicoba sama sekali.

4. Mengurangi polusi udara di Jakarta

Selain masalah kemacetan, DKI Jakarta ternyata juga mengalami permasalahan yang lumayan serius dari sisi kualitas udara. Belum lama ini Jakarta masuk dalam jajaran kota dengan polusi terburuk setelah India lho. 

Baru-baru ini Ibu Kota Indonesia ini menyabet gelar wilayah dengan kualitas udara gak sehat dengan nilai 194 dari US Air Index Quality.

Dengan kita memanfaatkan transportasi ini maka kita secara langsung maupun gak langsung udah berkontribusi mengurangi pencemaran udara di Jakarta. Jadi gak ada salahnya kamu yang biasanya menggunakan kendaraan pribadi kini beralih ke MRT Jakarta. 

Baca juga: Segini Harga Tiket MRT Jakarta yang Disubsidi Pemprov DKI, Mahal Gak?

Tarif MRT Jakarta berdasarkan jarak antar stasiun

Buat kamu yang bingung dengan harga tarifnya bisa menyimak tabel berikut ini:

MRT Jakarta
Segini nih tarif kalau kamu pengin menggunakan MRT saat berangkat kerja, (jakartamrt.co.id).

Bisa dilihat bahwa jarak terjauh yakni dari Lebak Bulus hingga Bundaran HI hanya memerlukan biaya Rp 14 ribu, begitu pula sebaliknya.

Untuk yang tempat tinggal atau kantornya lebih dekat maka tentu uang yang harus dikeluarkan semakin sedikit tergantung jumlah stasiun yang dilewati.

Yang gak kalah penting adalah cara membayarnya. Kamu bisa menggunakan berbagai fasilitas kartu cashless seperti Flazz, e-Money, Brizzi, TapCash ataupun yang lainnya buat membayar tiket keberangkatan maupun sebaliknya. Kalau kamu gak memiliki salah satu di antara nama-nama tersebut bisa langsung dateng ke loket yang ada di setiap stasiun buat membeli  kartu Jak Lingko SingleTrip ataupun MultiTrip sesuai kebutuhan.

Baca juga: Harga Tiket MRT Jakarta Diusulkan Rp 10 Ribu, Gimana dengan Negara-Negara Ini?

Perbandingan MRT Jakarta dengan transportasi umum lainnya

MRT Jakarta
Seberapa sih perbandingannya saat kamu menggunakan MRT dengan transportasi lainnya?, (Ilustrasi/Shutterstock).

Nah, ini bagian yang paling ditunggu-tunggu yakni menghitung seberapa banyak sih kamu bisa menghemat biaya dengan menggunakan transportasi ini. Biar lebih enak mending kita bandingkan satu per satu ya.

Ojek online

Transportasi pertama yang bisa dibandingkan adalah ojek online. Kepopuleran transportasi yang satu ini dalam 5 tahun belakangan emang gak bisa ditandingi dengan yang lainnya. Tapi gimana kalau sama urusan ongkos?

Untuk mendapatkan hasil yang paling adil kita ambil rute dari Lebak Bulus sampai Bundaran HI ya, guys! Kalau menggunakan aplikasi Gojek rute terdekat memakan jarak sampai 16,9 kilometer dan uang yang harus dibayarkan adalah Rp 43 ribu. Dengan syarat gak pakai promo dan kondisi penumpang lagi normal.

Sebaliknya dari Bundaran HI – Lebak Bulus ketika pulang kantor jarak yang ditempuh sejauh 14,6 kilometer dan tarif sebesar Rp 37 ribu. Dengan kondisi tanpa promo dan kondisi penumpang lagi normal.

Jika dijumlahkan maka total ongkos per hari menggunakan ojek online mencapai Rp 80 ribu. Dibandingkan sama MRT Jakarta yang pulang perginya Rp 28 ribu maka dalam sehari bisa menghemat sampai Rp 52 ribu. Bayangin aja kalau sebulan kerja, angkanya bisa nyentuh Rp 1 jutaan lho! Lumayan banget buat menabung atau investasi?

Busway

Jika dibandingkan dengan busway mungkin emang terlihat jauh nih selisihnya. Busway dari arah Lebak Bulus menuju Bundaran HI hanya butuh Rp 3.500 buat sekali jalan dan Rp 7.000 pulang pergi, lebih boros Rp 21 ribu dengan MRT.

Walaupun begitu ada hal yang gak bisa dibeli oleh uang yakni waktu. Busway memiliki kekurangan yakni di armada yang terbatas dan bisa terkena macet di jalan. Belum lagi kalau kondisinya ramai dan harus berdesak-desakan dengan penumpang lainnya.

Commuter Line

Untuk yang naik Commuter Line juga hampir sama seperti Busway, biaya ongkos terdekat dari stasiun Pasar Minggu ke arah Sudirman butuh biaya Rp 6.500 sekali jalan dan Rp 13 ribu untuk pulang pergi. Lebih hemat Rp 15 ribu dari MRT Jakarta yang memakan ongkos Rp 28 ribu pulang pergi.

Hanya keadaan kereta yang cukup anker karena harus berdempet-dempetan buat sebagian orang ogah menggunakan armada transportasi Commuter Line.

Nah, itulah sedikit plus minus yang bisa kamu dapatkan jika menggunakan MRT Jakarta untuk pergi bekerja. Alangkah baiknya kita bisa memanfaatkan segala fasilitas transportasi yang udah diberikan oleh negara dan memeliharanya dengan baik, bukan begitu guys? (Editor: Mahardian Prawira Bhisma).

Christantio Utama
Christantio Utama

Milenial yang merintis karier lewat dunia keuangan, karena segalanya butuh uang tapi uang bukanlah segalanya. Penonton setia Digimon dan penggemar olahraga otomotif Formula 1