2 Kelebihan Bisnis Waralaba Dibanding Usaha Sendiri

3 menit
Shutterstock

Hadirnya konsep bisnis kemitraan atau waralaba menjadi jalan pintas bagi pelaku bisnis yang ingin menjalankan usaha tanpa harus pusing membangun rencana bisnis dari awal.

Tetapi sebelum menjalankan konsep bisnis ini, sebaiknya harus paham dan mengerti kelebihan dan kekurangan konsep bisnis ini. Dikutip dari situs Companywarehouse.co.uk terdapat beberapa kelebihan dan kekurangan bisnis waralaba.

1. Kelebihan Bisnis Waralaba

– Manajemen bisnis telah terbangun

Keuntungan utama dalam menjalankan bisnis waralaba adalah manajemen bisnis yang sudah berjalan dengan baik, dan memberikan keuntungan kepada para mitra waralabanya. Sebab dengan ide bisnis, brand, dan sistem bisnis telah teruji dan tinggal diimplementasikan pada lokasi baru.

– Sudah Dikenal Masyarakat

Kemudian, kelebihan menjalankan bisnis ini adalah brand atau merek sudah dikenal oleh masyarakat, terlebih produk yang dijual dibutuhkan atau disukai oleh masyarakat.

Dengan ini pemasaran akan lebih mudah untuk menjangkau konsumen baru. Dari sisi biaya akan lebih efisien membangun reputasi bisnis, dan lebih mudah dibandingkan membangun reputasi bisnis sejak awal.

– Kemudahan Manajemen Keuangan

Dari sisi manajemen keuangan, menjalankan bisnis franchise tentu akan memudahkan dalam manajemen keuangan. Sebab dari sistem bisnis yang telah teruji manajemen keuangan, sehingga para mitra tidak perlu pusing memikirkan manajemen keuangan.

– Kerjasama Usaha Telah Terbangun

Dalam menjalankan bisnis ini, para mitra akan mendapatkan berbagai kerja sama bisnis yang sudah terjalin dengan baik. Mulai dari pasokan bahan baku produk, agensi periklanan dan pemasaran.

– Dukungan yang Kuat

Selain itu, perusahaan pemegang lisensi kemitraan atau franchisor akan memberikan pelatihan khusus kepada para mitra mereka sebelum beroperasi.

Tak sekedar menjalankan bisnis kemitraan saja, para mitra juga akan dilatih berbagai hal, mudal dari finansia, pemasaran, periklanan, hingga standar bisnis yang dijalankan.

– Margin Keuntungan Bisnis Waralaba Lebih Besar

Untung ruginya sebuah usaha tentu tidak dapat dilihat secara umum, sebab segementasi pasar, demografi wilayah, dan produk yang ditawarkan sangat beragam.

Namun, jika ada anggapan bahwa keuntungan dari bisnis ini akan lebih besar jika membeli brand waralaba terkenal, belum tentu benar.

Sebab, dalam sistem franchise terdapat ada potongan atau fee kepada franchisor. Dimana keuntungan mitra akan diberikan sekian persen kepada pemilik waralaba. Tentu potongan ini juga berbeda-beda tergantung perjanjian kontrak usaha yang dijalankan.

2. Kekurangan Bisnis Waralaba

Segala bisnis yang dijalankan tentu memiliki kekurangan dan kelebihan. Akan tetapi hal ini bisa menjadi tantangan yang harus dihadapi dengan baik. Begitu juga dengan konsep bisnis ini memiliki kelebihan dan kekurangannya, bahkan tak sedikit calon mitra yang memutuskan untuk mengundurkan diri.  

– Minim Kendali Mitra Waralaba

Dalam sistem bisnis kemitraan, segala proses bisnis akan diatur dan dikendalikan oleh pemilik brand. Dengan ini mitra punya kendali penuh pada bisnis yang dijalankannya.

Disaat mitra ingin melakukan inovasi atau perubahan pada produk, hal ini cenderung tidak bisa dilakukan. Karena akan terbentur dengan ketentuan dan perturan yang sudah disepakati sejak awal.

Dengan demikian, inovasi san kreativitas para pemilik bisnis akan terhambat dan tidak bisa diaplikasikan pada yang dijalankan.

– Penyalur Tunggal Bahan Baku

Menjalankan bisnis tentu akan mencari suplai atau penyalur bahan baku dengan harga yang lebih terjangkau dengan kualitas yang sama.

Akan tetapi, dalam bisnis kemitraan hal ini tidak dapat dijalankan. Sebab perusahaan telah menentukan supplier pada saat perjanjian kontrak usaha. Tidak bisa berganti atau memiliki supplier lain meskipun harga bahan baku lebih terjangkau.

– Pengaruh Reputasi Bisnis

Kemudian, dalam bisnis ini juga akan bergantung pada reputasi bisnis secara langsung. Ketika ada persoalan atau masalah mengenai reputasi oleh mitra franchise lain, maka bisnis yang dimiliki oleh para mitra juga akan ikut terimbas. Sebab memiliki nama usaha dan yang sama. Bahkan bisa menurunkan omzet waralaba.

– Fee Franchisor

Secara umum berbagai perusahaan usaha waralaba menerapkan sistem fee kepada para mitra usahanya. Perrama mitra yang berminat akan diharuskan membayar biaya kemitraan awal untuk membeli waralaba miliknya.

Kemudian, biaya keberlanjutan yang diwajibkan kepada para mitra yang biasanya digunakan untuk pelatihan dan dukungan kepada pembeli waralaba.

– Pembagian Keuntungan

Terakhir, selain biaya awal kemitraan, para pemilik waralaba menerapkan sistem bagi hasil berupa royalti dari sejumlah keuntungan yang mitra dapatkan.

Tak menutup kemungkinan, jika keuntungan mengalami penurunan, royalti kepada franchisor juga harus dibayarkan.

Akan tetapi, tidak seluruh pemilik brand waralaba menerapkan sistem royalti keuntungan. Ada baiknya menanyakan dengan detil dan jelas mengenai hal tersebut sejak awal sebelum hitam diatas putih atau perjanjian kontrak dilakukan.

Nah gimana udah paham dong ya kelebihan dan kekurangan bisnis waralaba?

Editor: Ayyi Achmad Hidayah

Pramdia Arhando
Pramdia Arhando

Atlet renang yang gagal, tapi pernah jadi juara. Kini masuk dunia jurnalistik dan finansial. Semua tulisan di sini dari fakta dan kisah nyata.

MoneySmart.id adalah portal finansial terbesar dan terpercaya di Indonesia. Melalui konten yang kreatif dan inspiratif, kami berdedikasi untuk menjadi pemandu Anda dalam pengelolaan keuangan yang lebih baik.

Tentang Kami

IKUTI KAMI DI

Say Hello!

(021) 3005 6456

[email protected]

Jl Benda No. 92,
Jakarta Selatan, Indonesia 12560

Singapore Indonesia Hong Kong Philippines Taiwan