Multi Lane Free Flow: Bayar Tol Tanpa Ngerem di 2019

Kabar soal penerapan Multi Lane Free Flow (MLFF) di jalan tol Indonesia bisa jadi angin segar buatmu nih. Pengguna jalan tol pasti pernah merasa malas saat menghentikan kendaraan untuk bertransaksi di gerbang tol. Apalagi jika harus melewati antrean yang cukup menyita waktu.

Dengan sistem MLFF, pengguna jalan tol gak perlu memperlambat laju kendaraan atau berhenti sejenak untuk bayar tol. Dengan kata lain, kamu bisa ngebut terus di jalan tol yang seharusnya memang bebas hambatan.

Penerapan Multi Lane Free Flow (MLFF) memang telah lama diberitakan sejak akhir tahun 2017. Rencananya MLFF akan terwujud di akhir 2018 nanti. Walau begitu, tersiar juga kabar bahwa MLFF akan mundur hingga 2019.

Sebagai pengguna jalan tol, sebelum penerapan ini berlaku, kamu wajib kenal sama sistem ini. Biar gak gagap saat di jalan nanti nih.

Emang apa sih dampak MLFF buat kita? Yuk, simak ulasannya berikut.

Dampak penerapan Multi Lane Free Flow (MLFF)

multi lane free flow
(Image: ITS International)

Sistem ini memungkinkan pengendara tak berhenti di gardu tol untuk bertransaksi. Nantinya, akan ada alat pembayaran elektronik yang dipasang pada tiap kendaraan. Nah, alat ini akan memancarkan sinyal yang dibaca alat perekam di gardu tol, sehingga saat pengendara melewatinya, saldo akan otomatis terpotong. Beres bayar deh!

Oleh sebab itu, inilah dua dampak yang mungkin terjadi saat diberlakukan sistem MLFF.

1. Jalan tol bebas macet

Dari konsep di atas, salah satu dampak terbesar adalah mengurangi kemacetan. Sejatinya, jalan tol memang jalan bebas hambatan yang harusnya juga terbebas dari kemacetan. Sebetulnya, penerapan e-toll sejak akhir tahun lalu telah mengurangi antrean di gardu tol secara signifikan. Kabarnya sih, hanya butuh 3-7 detik untuk satu kali tap transaksi.

Meskipun begitu, fakta di lapangan tetap saja ada kemacetan di jalan tol, terutama pada hari libur nasional. Waktu tap memang hanya butuh beberapa detik, tapi tetap saja ada antrean yang memakan waktu karena kendaraan perlu melambat dan berhenti.

[Baca: E-Toll Card Sudah Diwajibkan. Ini 5 Pilihan Kartu yang Bisa Dipakai]

2. Lebih akurat dan aman

Dibandingkan dengan pembayaran tunai, MLFF jauh lebih aman karena nominal yang dibayarkan lebih akurat sesuai tarif. Selain itu, kamu juga gak perlu repot mencari uang kecil di dompet untuk melunasi pembayaran.

Gak ada lagi tuh cerita gak sengaja uang terjatuh atau perlu menumpuk recehan di dekat kemudi. Dari sisi operator di jalan tol, pembayaran nontunai juga dapat meminimalisasi adanya kesalahan perhitungan dan penyebaran uang palsu.

Tahapan penerapan MLFF

multi lane free flow
(image: Media Indonesia)

Dalam merealisasikan sistem MLFF, ada tiga tahapan yang perlu dilalui. Tahap pertama adalah penggunaan uang elektronik pada semua transaksi (elektronifikasi) yang telah diterapkan secara optimal sejak tahun lalu.  Saat ini pengguna tol sebetulnya telah terbiasa dengan pembayaran nontunai.

Tahap selanjutnya adalah integrasi sistem ruas jalan tol yang saling terhubung dan dapat saling beroperasi antar penerbit uang elektronik. Barulah, penerapan MLFF diberlakukan di seluruh gerbang tol.

Sayangnya, isu kemunduran penerapan MLFF  mencuat lantaran kabarnya saat ini pemerintah masih menyiapkan proses lelang teknologi yang akan digunakan sebagai pendukung kebijakan ini.

[Baca: Ini 3 Cara Top Up E-Money Biar Gak Kena Biaya Tambahan]

MLFF telah lama diterapkan di Jepang dan Taiwan

(Image: MHIMS)

Walau di Indonesia masih rencana, MLFF telah lama diterapkan di beberapa negara lain, salah satu contonya di Jepang dan Taiwan.

Di Jepang, sistem pembayaran nontunai e-toll bahkan berlaku sejak 2001 dan telah  ditinggalkan sejak 2006. Setelah menerapkan e-toll selama lima tahun, hingga kini Jepang telah memakai sistem MLFF.  Gardu tol dapat otomatis terbuka tiap dilalui kendaraan yang melaju dengan kecepatan 20 km per jam.

Sementara di Taiwan, tiap kendaraan menggunakan stiker dengan teknologi RFID (Radio Frequency Identification) sebagai alat transaksi di jalan tol.

Berbeda dengan kartu e-toll yang perlu di-top up saat saldo habis, pada stiker bernama e-Tag ini akan mencatat transaksi yang melebihi saldo. Catatan ini akan menjadi tagihan yang

dikirimkan ke rumah pengendara tiap bulannya. Jadi gak was-was deh saat saldo kartu e-toll kosong di jalan tol.

[Baca: Meminjamkan Kartu Tol di GTO Ada Risikonya, Ini Tips Biar Tetap Aman]

Gimana, jadi makin gak sabar untuk merasakan sistem ini? Apalagi pada momen-momen mudik jelang lebaran, pasti bisa jadi solusi meminimalisasi kemacetan nih. Mari kita doakan semoga proses penerapannya cepat rampung yah.

Sekalian berharap semoga pengguna tol gak perlu dikenakan biaya tambahan untuk penerapan teknologi multi lane free flow nanti.

Ulfa Sekar
Ulfa Sekar

Pernah menjadi anak IT dan bercita-cita menjadi seorang programmer. Lalu berakhir menjadi seorang penulis dan menikmatinya. Semoga tulisan saya bisa berguna buatmu.

MoneySmart.id adalah portal finansial terbesar dan terpercaya di Indonesia. Melalui konten yang kreatif dan inspiratif, kami berdedikasi untuk menjadi pemandu Anda dalam pengelolaan keuangan yang lebih baik.

IKUTI KAMI DI

Say Hello!

(021) 3005 6456

[email protected]

Jl Benda No. 92,
Jakarta Selatan, Indonesia 12560

MoneySmart Singapore MoneySmart Indonesia MoneySmart Hong Kong