Kerja Multitasking Gak Selalu Berhasil dengan Baik Lho! Ini Penyebabnya

4 menit
Bekerja secara multitasking dapat menurunkan kesehatan (Shuttertsock).

Multitasking banyak dimiliki oleh sebagian besar kaum wanita. Mereka mampu mengerjakan pekerjaan sekaligus dalam waktu bersamaan. Memang banyak hal yang diuntungkan disini, mereka dalam satu waktu cepat mengerjakan apapun.

Bahkan, keuntungan dari orang yang bisa bekerja seperti ini, pekerjaan mereka bisa jauh lebih cepat selesai ketimbang yang lainnya. Gak sedikit pula wanita yang menerapkan hal ini juga bukan hanya bekerja di kantor.

Melainkan dalam kehidupan sehari-hari mereka bisa multitasking. Contohnya sarapan sambil mengemudi, antar anak sekolah sambil berbelanja ke pasar, mencuci piring dan baju dalam waktu bersamaan, memasak dan mengasuh anak serta kegiatan lain.

Berbeda dengan pria, yang harus fokus pada apa satu pekerjaan saja. Tak ayal, banyak dari pria tertinggal dalam soal kecepatan dalam bekerja. Menjadi multitasking memang memiliki banyak keuntungan, tetapi tahu tidak kah kamu kalau sifat seperti itu justru memiliki kerugian besar.

Kali ini, MoneySmart akan merangkum multitasking gak selamanya berjalan mulus dan efektif. Malah akan membuat kamu rugi lho sebetulnya, mengapa demikian? berikut ulasannya.

Baca juga: Yuk Nostalgia! Merek Mobil Terkenal Ini Diambil dari Nama Hewan Lho

1. Tingkat kesalahan tinggi

Banyak melakukan kesalahan dalam bekerja (Shuttertsock).

Otak kamu sebetulnya tidak bisa mengerjakan kegiatan dalam waktu bersamaan lho. Meski kamu sadari atau tidak, nyatanya tak ada yang benar-benar bisa dikerjakan dalam waktu bersamaan dengan baik. Hasilnya pasti akan jauh lebih baik jika dikerjakan satu-satu.

Penelitian dari Massachusetts Institute of Technology Amerika mengungkap bahwa otak manusia terbukti hanya bisa fokus pada satu atau dua hal saja. Banyak orang seperti kamu menganggap jika melakukan pekerjaan multitasking bisa lebih produktif karena banyak menghemat waktu. Tetapi justru dari sisi finansial kamu akan lebih ceroboh dalam menghitung anggaran.

Ketika kamu bekerja dan menangani lebih dari satu pekerjaan di saat bersamaan, risiko untuk membuat kesalahan tentu akan menjadi lebih tinggi. Pasalnya, aktivitas otak yang terlalu sibuk dan juga konsentrasi menurun n tentu saja terbagi pada beberapa aktivitas berbeda di saat bersamaan.

2. Gak menyelesaikan masalah

Multitasking tidak menyelesaikan masalah (Shutterstock).

Di awal kamu akan berpikir bahwa multitasking bisa membuatmu lebih efisien dalam waktu. Nah, yang terjadi justru kebalikannya lho. Dalam hal finansial yang kamu lakukan adalah menentukan mana prioritas dan bukan. Misalnya saja, di antara utang, kamu pilih membayar yang bunganya paling besar.

Tetapi jika sebaliknya, yang ada justru utangmu makin menumpuk. Ini jika kamu lakukan sambil menabung dana darurat. Ada baiknya kamu lunasi utang-utang itu baru membuat tabungan. Setelah kedua hal tersebut terpenuhi, barulah kamu lanjut menabung biaya pensiun dan liburan.

Baca juga: Mobil Low MPV Terbaru Pabrikan Jepang yang Harganya di Bawah Rp 200 Jutaan

3. Bekerja lambat

Multitasking justru membuat pekerjaan melambat (Shutterstock).

Kalau kamu berpikir menerapkan multitasking dalam bekerja bisa menyelesaikan satu atau dua pekerjaan sekaligus, itu tak sepenuhnya benar.

Saat melakukan itu, kamu tentunya akan membagi konsentrasi pada beberapa hal atau sekaligus.

Hal itu justru akan membuat aktivitas bekerja lebih lama dan pekerjaan tidak selesai tepat waktu bukan? Jadi jangan terapkan hal ini selama bekerja di kantor ya!

4. Bisa membuat frustasi

Frustasi saat bekerja (Shutterstock).

Kata siapa bekerja secara multitasking akan membuatmu nyaman? Justru sebaliknya lho. Kamu akan merasa frustasi karena harus mengerjakan pekerjaan lebih dari satu dalam waktu bersamaan. Multitasking itu sangat melelahkan.

Kamu akan susah fokus, banyak yang mengganggu dari sana sini. Akhirnya jika sudah membuat kesalahan, kamu akan mudah stres dan lama kelamaan muncul depresi. Dalam finansial, perhitungan tidak cermat akibat multitasking akan membuatmu lebih banyak mengeluarkan uang. Parahnya, kamu gak akan mampu membayar tagihan kartu kredit, bahkan gagal menabung. Fokus dan selesaikan satu hal satu persatu untuk mencapai tujuan yang lain.

Baca juga: Pengin Liburan Mewah Tapi Gak Menguras Kantong? Begini Caranya

5. Banyak kehilangan momen

Momen berharga bersama rekan kerja di kantor (Shutterstock).

Karena banyak pekerjaan yang harus kamu selesaikan dalam waktu bersamaan, membuat waktumu bersama orang di sekitar menjadi berkurang. Kamu juga akan kehilangan momen menyenangkan di lingkungan kantor. Parahnya lagi hubungan kamu dengan rekan kerja malah jadi merenggang karena kebiasaanmu bekerja yang gak pernah usai tersebut.

Kamu akan sibuk dengan pekerjaan dan selalu mencurahkan perhatian dengannya itu. Sehingga momen kebersamaan yang harusnya bisa terjalin malah berantakan.

6. Menurunkan kreativitas

Ide kreatif (Shuttertsock).

Kreativitas akan muncul di saat luang, santai dan tidak banyak pikiran. Berbalut dengan situasi menenangkan dan santai. Akan tetapi jika waktumu sudah habis mengerjakan beberapa pekerjaan sekaligus, waktu santai ini gak akan pernah datang.

Jika waktumu hanya digunakan untuk tenggelam dalam tumpukan kerjaan mana ada inspirasi yang mau masuk ke kepalamu. Kreativitasmu bakal menurun drastis dan gak maksimal. Hal ini merugikan sekali bukan?

7. Membahayakan kesehatan

Sakit saat bekerja (Shutterstock).

Nah hal buruk yang lebih parah adalah multitasking akan mengganggu kesehatanmu. Selain stres dan depresi banyak penyakit lain menunggu jika sistem kekebalan tubuhmu melemah.

Alih-alih ingin pekerjaan cepat selesai, kamu malah menambah rusak tubuh dengan penyakit. Bukan hanya itu saja, aktivitas ini juga bisa membahayakan keselamatan jiwa, terutama jika dilakukan ketika sedang berkendara.

Jika kamu sudah terbiasa melakukan pekerjaan secara multitasking, pastikan dulu memahami dengan baik dampak positif dan negatifnya. Upayakan mengurangi kegiatan ini jika tidak terlalu diperlukan. Tentunya ini semua untuk kebaikan jiwa dan ragamu kelak.

Nah, gimana nih? Setelah membaca dampak negatif dari multitasking, apa kamu masih berkeras ingin menyelesaikan banyak pekerjaan di satu waktu? Gak sayang tuh sama uang yang kamu cari susah payah akan terbuang hanya untuk membayar dokter? Gak pengin dong? Jadi hentikan kebiasaan tidak menyehatkan itu dari sekarang ya! Semoga bermanfaat. (Editor: Winda Destiana Putri).

 

Winda Destiana
Winda Destiana

No place is ever bad as they tell you its going to be