Meski Naik Gaji, Kamu Gak Bakal Kaya Kalau Masih Lakukan 4 Hal Ini

3 menit

Pernah ngerasa tabungan gak nambah selama ini? Padahal, baru aja naik gaji. Biasanya nih apa yang kamu alami itu karena ada yang gak beres dalam pengelolaan keuangan. Fatalnya, kalau ini terus berlanjut, keuanganmu bisa makin amburadul.

Siapa pun juga gak mau keuangannya berantakan. Selain bisa bikin tekor, kondisi kayak gitu juga bakal berakibat buruk buat masa depan. Emangnya kamu mau ke depannya finansialmu gak mapan-mapan? Tentu aja gak, kan?

Karena itu, penting banget punya tabungan. Selain berfungsi sebagai dana darurat, tabungan juga berguna buat mengamankan finansial, terutama saat hari tua nanti. Apalagi kamu udah naik gaji. Logikanya, kamu bisa menabung dong, bahkan nabungnya lebih banyak.

Makanya, kalau udah naik gaji tapi jumlah tabungan gak bertambah, pasti ada yang salah sama cara kamu ngelola keuangan. Kalau kamu masih sering ngelakuin empat hal ini, jangan harap bisa kaya deh.

1. Menunda-nunda buat nabung

naik gaji
Nunda nabung (csun)

Boleh aja udah kebelet banget buat nabung. Tapi bakal cuma jadi wacana forever kalau begitu gajian kamu malah menunda-nunda terus.

Asal tahu aja nih, semakin lama kamu menunda, semakin banyak kesempatan yang kamu buang.

Kesempatan apa? Kesempatan punya dana darurat, kesempatan jadi orang mapan, bahkan hilang kesempatan jadi orang kaya.

Karena itu, begitu ada niat dan kesempatan yang terbuka saat gajian, langsung aja wujudkan. Gak usah lagi ada alasan begini begitu. Lagian udah naik gaji juga. Harusnya dimanfaatin buayt nabung lebih banyak dong.

2. Nabung dan investasi kalau ada duit sisa

Naik gaji
Nabung uang sisa (bbc)

Salah besar kalau kamu masih punya anggapan menabung dengan gaji yang tersisa. Jangan sisihkan uang untuk menabung, tapi prioritaskan. Masa iya kalau uangmu cuma tersisa Rp 50 ribu, terus kamu nabung segitu doang?

Ingat ya. Uangmu yang Rp 50 ribu itu bakal pupus digerogoti inflasi. Ini masih ditambah dengan adanya biaya administrasi dari bank tempat kamu menabung.

Rumus idealnya, menabung dan investasi itu porsinya 30 persen dari penghasilan. Terus nilai dari dana darurat itu 6-12 kali gaji bulanan.

Percaya deh, kalau disiplin alokasikan uang dengan rumus di atas, dalam waktu kurang dari setahun kamu udah memiliki dana darurat dan tabungan. Bahkan portofolio investasi. Naik gaji jadi gak percuma, kan?

3. Gak konsisten

naik gaji
Jangan nanggung kalau nabung (wisebread)

Ini nih penyakitnya orang-orang yang menabung. Punya mimpi dan keinginan muluk-muluk. Tapi begitu mulai menabung, ogah-ogahan. Malah gak jarang yang berhenti di tengah jalan. Menabung aja udah gak konsisten, gimana jalanin urusan keuangan yang lain?

Kalau kamu ngerasa tersendat-sendat karena kesibukan kamu sampai lupa nabung, bikin aja dua rekening.

Punya dua rekening berarti nambah biaya administrasi bank? Jangan salah. Sekarang udah ada tabungan yang bebaskan biaya admin kok, misalnya Tabunganku BCA. Jadi gak ada alasan lagi dong.

4. Selalu berpikir pakai aja dulu, nanti juga diganti

naik gaji
Belum banyak udah diambil aja (saga)

Penyebab yang satu ini terjadi gara-gara banyak yang gak bisa tahan godaan. Entah itu godaan belanja inilah, belanja itulah. Pokoknya, ada aja yang bikin kamu ngorbanin dana tabunganmu.

Terus alasannya nih yang sering banget dipakai, “Pakai aja dulu, nanti juga diganti. Lagian udah naik gaji ini.”

Dan kamu tahu apa? Dijamin 100 persen, kebanyakan orang yang berpikir begitu, dana tabungannya gak pernah terganti.

Faktanya nih, alasan kayak gini cenderung dilakukan gak cuma sekali. Bahkan, berulang kali. Udah dipastikan, ending-nya tabungan bukannya nambah, malah habis gara-gara dipakai terus.

Itu tadi empat hal yang bisa bikin kamu gagal kaya meski naik gaji berkali-kali. Kalau kamu mendeteksi salah satunya sering kamu lakukan, mulai deh perbaiki. Dengan begitu, jadi orang kaya gak cuma lagi jadi wacana.

Boby
Boby

Lama bergelut dengan ensiklopedia. Kini fokus dengan urusan finansial. Di mana pun berada selalu berusaha sajikan karya yang terbaik. Semoga bermanfaat!