Wow, Indonesia Masuk 5 Besar Negara Pencetak Startup Terbanyak di Dunia!

4 menit
bisnis startup
Jakarta termasuk negara pencetak bisnis startup (Pixabay)

Bisnis startup selama satu dekade belakangan mulai marak. Industri yang penuh inovasi dan lekat dengan teknologi ini seolah menjadi senjata baru penggerak ekonomi suatu negara. 

Dikutip dari detik.com, di Indonesia kehadiran startup memiliki kontribusi besar terhadap pendapatan negara. Bahkan, di tahun 2020 diprediksi area digital ini mampu menyumbangkan 11 persen Produk Domestik Bruto atau sekitar Rp 1.831 triliun. 

Bukan hanya sekadar mencari profit di era digital, keberadaan startup turut berkontribusi mengatasi masalah yang telah mengakar, yaitu terkait kesejahteraan. Banyak startup di Indonesia, khususnya yang memiliki dampak signifikan membantu perekonomian masyarakat. 

Sebut saja seperti Gojek yang telah membuka kesempatan bagi masyarakat untuk menjadi mitra mereka menjadi driver Gojek. Jutaan orang telah menjadi mitra dan tersebar dari Indonesia Barat sampai Indonesia Timur. 

Ada juga Bukalapak, yang sejak awal didirikannya memang fokus membantu para pelaku usaha kecil menengah. Dan masih banyak bermunculan startup-startup dengan misi serupa. 

Melihat banyaknya sisi positif yang dihasilkan, berbagai negara mulai berlomba-lomba menggelar karpet merah untuk bisnis startup. Inilah 10 negara pencetak startup terbanyak di dunia dikutip dari startup ranking:

1. Amerika Serikat (49.966 startup)

bisnis startup
bisnis startup

Negeri Paman Sam menduduki urutan teratas sebagai negara pencetak bisnis startup terbanyak di dunia. Total sebanyak 49.966 startup masih aktif di sana. 

Lebih hebatnya lagi, banyak startup tersebut yang gak cuma beroperasi di AS saja, melainkan juga ke negara-negara lainnya. Contohnya, Medium, yaitu website saling berbagi cerita dan tulisan, dan Tinder, aplikasi pencari jodoh. 

Bagaimana dengan Facebook, Twitter, Instagram? Hitungannya, media sosial itu suda menjadi perusahaan raksasa. Salah satu indikatornya adalah, jumlah karyawannya dan kantor cabangnya yang sudah tersebar di mana-mana. 

Baca juga: 15 Negara dengan Miliarder Terbanyak Sejagat, Termasuk Indonesia?

2. India (6.666)

bisnis startup
bisnis startup

Meski India termasuk negara berkembang, tapi jangan kamu ragukan lagi kemajuan teknologinya. Anak-anak muda di India memiliki bakat yang istimewa di dalam pengembangan teknologi. Jadi wajar saja India menempati posisi kedua setelah Amerika Serikat. 

Total startup masih aktif di negara ini mencapai 6.666. Salah satunya yang paling sukses ada Oyo. Unicorn yang bergerak di bidang penginapan murah ini bahkan sudah masuk ke Indonesia. 

3. Inggris (4.995)

bisnis startup
bisnis startup

Di posisi ketiga diisi Inggris dengan jumlah bisnis startup sebesar 4.995. Meski berada jajaran negara pencetak startup terbanyak, popularitas startup Inggris di Indonesia masih kalah dengan jebolan AS dan India. 

Startup terbesarnya adalah Transferwise, sebuah perusahaan penyedia jasa pengiriman uang antar negara, dan juga PeoplePerHour, website tempat bertemunya para freelancer dengan proyek-proyek sementara. 

4. Kanada (2.547)

bisnis startup
bisnis startup

Kanada menempati posisi ke-4 dengan jumlah startup mencapai 2.547. Media yang fokus membahas tentang teknologi Tech Crunch bahkan menyebut kalau Kanada sebagai salah satu pusatnya startup setelah Amerika Serikat. 

Startup andalan Kanada ada Slack, yaitu aplikasi berbagi pesan untuk korporasi, Shopify, dan Hootsuite. 

5. Indonesia (2.124)

bisnis startup
bisnis startup

Negara kita tercinta ini menempati posisi kelima sebagai pencetak bisnis startup terbanyak di dunia. 

Kamu mungkin tahunya cuma Gojek, Traveloka, Bukalapak, dan Tokopedia, tapi sesungguhnya ada 2.124 startup beroperasi di Indonesia. Ada Qerja, Blibli, Ruangguru, dan masih banyak lagi. 

Gak cuma di Indonesia saja, startup lokal juga telah mampu menembus pasar internasional, seperti yang telah dilakukan unicorn Gojek Gojek selama kurang lebih 9 tahun beroperasi telah berekspansi ke Singapura, Thailand, dan Vietnam. 

6. Jerman (2.004)

bisnis startup
bisnis startup

Jerman menempati urutan pertama di dataran Eropa sebagai negara pencetak startup, tapi di dunia, mereka masih berada di bawah Indonesia. Total startup yang ada di Negeri Panzer ini sebanyak 2.004. 

Peraturan dan kebijakan pemerintah Jerman sendiri diakui sangat ramah terhadap pelaku bisnis rintisan. Bahkan, hanya dengan membayar perizinan sebesar 20 euro atau Rp 316 ribuan, kamu sudah bisa memulai bisnis sendiri. 

7. Australia (1.495)

bisnis startup
bisnis startup

Negara kanguru ini menempati posisi ke-7 dengan startup terbanyak di dunia. Total startup-nya mencapai 1.495. Yang paling familiar di Indonesia mungkin Canva, website yang menyediakan beragam template untuk pembuatan CV, kartu nama, dan lain-lainnya. 

Itu tujuh pencetak startup terbanyak di dunia. Kamu mungkin bertanya-tanya, kok gak ada Singapura? Singapura ternyata posisinya masih jauh di bawah Indonesia, atau tepatnya di posisi ke-14. 

Memiliki banyak startup, bukan berarti negara-negara di atas ramah untuk bisnis startup ya. Situs CEO World telah merilis hasil survei peringkat negara paling ramah untuk startup di tahun 2019. 

Hasilnya, Amerika Serikat memuncaki posisi paling ramah, sementara Indonesia, meski jumlah startup-nya di peringkat ke-5, tapi untuk soal iklim bisnisnya, masih berada di peringkat ke-33. (Editor: Chaerunnisa)

Okky Budi
Okky Budi

Penggemar Tsubasa yang jadi sarjana sosial. Kini secara sengaja masuk ke dunia finansial. Semoga bisa memberikan tulisan yang bermanfaat buat pembaca.