5 Alasan Masuk Akal, Mengapa Ngabuburit Menjadi Tradisi Khas di Bulan Ramadan

3 menit
Ngabuburit menjadi kegiatan khas Ramadan di Indonesia (Shutterstock).

Ngabuburit, menjadi salah satu tradisi khas selama bulan Ramadan. Bisa dikatakan, kegiatan ini merupakan cara masyarakat menghabiskan waktu menjelang berbuka puasa dengan kegiatan tertentu.

Cara mereka melakukan ngabuburit juga bermacam-macam. Ada yang keliling komplek dengan sepeda motor seraya membeli takjil. Gak jarang pula yang sekedar duduk-duduk di taman umum.

Hal tersebut menjadi umum dan familiar di Indonesia. Bahkan rasanya ada yang kurang jika selama bulan Ramadan kita gak melakukan tradisi tersebut. Nah, berikut ini beberapa alasan logis mengapa ngabuburit menjadi tradisi yang ada di Indonesia selama bulan Ramadan.

Baca juga: 20 Menu Buka Puasa dan Sahur yang Menggoyang Lidah di Bulan Ramadan

Menjadi pertanda khas

Ngabuburit
Membeli takjil menjelang buka puasa (Shutterstock).

Suasana Ramadan selalu dirindukan oleh setiap umat Muslim yang ada di dunia. Bahkan mereka yang non muslim pun merasa paham dengan tradisi bernama ngabuburit tersebut.

Gak jarang mereka pun ikut membeli takjil meski tidak berpuasa. Tradisi ini yang kemudian menjadi familiar di Indonesia.

Menjadi suasana khas

Ngabuburit
Menjadi susasana khas saat Ramadan (Shutterstock).

Banyak orang mengatakan bahwa ngabuburit menjadi momen yang paling dirindukan dari bulan puasa.

Pasalnya momen tersebut menjadi keindahan tersendiri dan menyempurnakan bulan Ramadan. Seakan semua orang ikut merayakan bulan penuh berkah itu.

Baca juga: Jarak Maghrib ke Imsak Cuma 3 Jam, Ini 6 Negara dengan Waktu Buka Puasa Terlama

Menghilangkan jenuh

Ngabuburit
Ngabuburit bisa menghilangkan jenuh (Shutterstock).

Sebagian orang merasa jenuh pada sore hari di bulan puasa. Untuk menghilangkan kebosanan tersebut sambil menunggu adzan Maghrib, mereka isi dengan kegiatan.

Kegiatan tersebut juga bermacam-macam. Tapi paling banyak diisi dengan mencari takjil di pinggir jalan sambil berkendara sepeda motor.

Membuat waktu berbuka menjadi cepat

Ngabuburit
Membuat waktu berbuka menjadi cepat (Shutterstock).

Tanpa terasa jika kamu melakukan kegiatan tersebut setelah shalat ashar hingga menjelang maghrib, tak terasa perputaran jam sangat cepat.

Berbeda jika kamu hanya berdiam diri saja di dalam kamar sambil menunggu waktu berbuka puasa. Gak usah jauh-jauh, dengan kamu keliling komplek bersama adik atau saudaramu yang lain, waktu berbuka puasa semakin cepat. Percaya gak?

Baca juga: Manjakan Lidah tanpa Menyiksa! Ini 10 Ide Menu Buka Puasa Irit di Bawah Rp 30 Ribu

Ajang refreshing dengan tadarus Alquran

Ngabuburit
Menunggu buka puasa dengan tadarus Alquran (Shutterstock).

Meski sedang berpuasa, menahan lapar, haus, dan amarah selama kurang lebih 12 jam jangan kamu isi dengan bermalas-malasan saja. Kamu harus tetap isi dengan kegiatan seperti biasa, sekolah, kuliah, les, atau berolahraga.

Setelah aktivitas tersebut usai, gunakanlah sore hari menjadi ajang refreshing dengan ngabuburit. Bisa juga kamu isi dengan membaca Alquran sambil menunggu berbuka puasa. Jadi bulan puasa itu sebetulnya sangat menyenangkan ketimbang 11 bulan lainnya lho.

Nah itu tadi lima alasan masuk akal mengapa ngabuburit menjadi tradisi khas Ramadan di Indonesia. Gak cuma hanya berjalan-jalan sore saja, kegiatan tersebut bisa kamu isi dengan membantu orang tua menyiapkan makanan berbuka, bermain dengan saudara atau hal menyenangkan lain. (Editor: Winda Destiana Putri).

Winda Destiana
Winda Destiana

No place is ever bad as they tell you its going to be