Biar Dompet Gak “Tongpes”, Efisiensi Biaya Kesehatan Bisa Kamu Mulai dengan Konsumsi Ini!

3 menit
obat generik
Obat generik bantu efisiensi biaya kesehatan masyarakat (Shutterstock)

Tingginya biaya kesehatan dan khasiat obat generik yang masih dianggap sebelah mata oleh sebagian orang menjadi isu gak pernah habis diperbincangkan dari masa pemerintahan satu ke pemerintahan lainnya. 

Dengan jumlah populasi penduduk mencapai 250 juta jiwa lebih dan gaya hidup masyarakat yang masih kurang baik, tentu kombinasi tersebut berpotensi memunculkan beragam masalah kesehatan dan penyakit yang menjangkit orang-orang.

Sebetulnya pemerintah sudah menyiapkan program BPJS Kesehatan untuk seluruh warga Indonesia agar bisa lebih baik mendapat akses kesehatan. 

Namun, karena masih ada beberapa masalah internal dan eksternal, pemanfaatannya bisa disebut belum maksimal.

Selain itu, stigma masyarakat yang masih belum 100 persen percaya dengan obat generik yang dianggap kurang efektif khasiatnya bila dibandingkan obat paten.

Karena itu, sangat diperlukan penyuluhan atau sosialisasi yang mendalam kepada golongan tertentu agar bisa melakukan efisiensi biaya kesehatan dari hal terkecil, yaitu dengan menggunakan obat generik.

Apa bedanya obat generik dan obat paten?

obat generik
obat generik

Wakil Sekretaris Ikatan Apoteker Indonesia, Dra. R. Dettie Yuliati, Apt. Msi dalam acara diskusi media Optimalisasi Peran Apoteker untuk Menjamin Pengobatan Rasional dan Cost-Effective di Cikini, Jakarta Pusat mengungkapkan, gak ada perbedaan khasiat antara kedua nama tersebut.

Obat generik merupakan nama obat yang diberikan sesuai nama zat aktif yang terkandung. Sedangkan obat paten adalah hasil penemuan zat aktif baru yang dilakukan sebuah perusahaan farmasi untuk suatu penyakit.

Nama itu dipatenkan untuk jangka waktu 15 hingga 20 tahun. Setelah batas waktu tersebut, perusahaan lain bisa membuat obat tersebut berdasarkan zat aktifnya.

Dapat ditarik kesimpulan sebetulnya gak ada perbedaan khasiat antara kedua jenis obat tersebut. Itu artinya, jika kamu memiliki dana yang terbatas untuk membeli obat, cukup membeli yang generik karena harganya relatif jauh lebih murah.

Baca juga: Gak Perlu Mahal! Lakukan 5 Cara Ini untuk Menjaga Kesehatan

BPJS Kesehatan memberikan jenis obat 60-40 untuk pasiennya

obat generik
obat generik

Fakta di atas tentu merupakan berita baik bagi kamu yang seringkali memanfaatkan fasilitas BPJS Kesehatan entah itu dari kelas 3 hingga 1. Jadi gak perlu khawatir dengan obat apa yang diberikan dokter.

“Dari seluruh obat yang di-cover BPJS Kesehatan, porsinya sekitar 60 persen obat generik dan 40 persen obat paten. Porsi tersebut sesuai dengan Formularium Nasional yang terdapat hari ini,” kata Dr. Nurifansyah, Asisten Deputi Bidang Pembiayaan Manfaat Kesehatan Primer BPJS.

Pihak swasta mendukung efisiensi biaya obat untuk masyarakat

obat generik
obat generik

Efisiensi biaya obat yang lebih murah mungkin akan berjalan sia-sia jika pihak produsen, dalam hal ini adalah perusahaan farmasi gak bersinergi untuk memproduksi obat tersebut.

Salah satunnya, PT Hexpharm yang merupakan anak perusahaan PT Kalbe Farma. Mereka berkomitmen memproduksi obat generik dengan harga yang lebih rendah untuk mendukung program JKN.

Harga generik yang murah akan mengurangi pembiayaan yang harus ditanggung BPJS Kesehatan sehingga gak terlalu membebankan biaya. Terutama untuk penyakit degeneratif yang membutuhkan pengobatan seumur hidup. 

PT Hexpharm Jaya utamanya fokus memproduksi obat untuk penyakit degeneratif seperti hipertensi, dan hiperkolesterolemia.

Itulah sedikit informasi tentang bagaimana cara menekan angka biaya pengobatan dengan memanfaatkan obat generik. Namun, yang terpenting adalah untuk selalu menjaga kesehatan dan menjalani pola hidup yang sehat. (Editor: Chaerunnisa)

Christantio Utama
Christantio Utama

Milenial yang merintis karier lewat dunia keuangan, karena segalanya butuh uang tapi uang bukanlah segalanya. Penonton setia Digimon dan penggemar olahraga otomotif Formula 1