Omzet Sampai Ratusan Juta, 4 Orang Ini Jadi Pengusaha Sukses di Kampung

4 menit
Aang Permana Crispy Ikan Sipetek (cradio.co.id)
Aang Permana Crispy Ikan Sipetek (cradio.co.id)

Siapa pun bisa menjadi pengusaha sukses. Gak kenal tua muda, siapa saja bisa mewujudkannya. Apalagi buat yang tinggal di kampung, gak ada ceritanya gak bisa jadi pengusaha.

Selama ini gak sedikit yang beranggapan jadi pengusaha sukses itu cuma milik orang-orang kota. Nyatanya, memulai bisnis di kampung membuat empat orang ini dapat penghasilan puluhan juta tiap bulannya.

Lho, emangnya bisa ya? Ya, tentu aja bisa. Apa coba yang gak bisa kalau diawali dengan kemauan kuat dan dilakukan dengan ulet? Udah jaminan pasti berhasil itu.

Empat orang ini udah jadi bukti kalau gak ada yang mustahil buat wujudkan impian jadi pengusaha sukses. Penasaran? Yuk simak ceritanya berikut ini.

1. Ulus Pirmawan, pengusaha sukses dari Kampung Gandok

Pengusaha sukses
Ulus Pirmawan (ublik)

Sebagai anak ketiga dari orangtua yang bekerja sebagai petani, kegiatan bertani bukanlah hal yang baru buat Ulus Pirmawan. Malah dari bertani inilah Ulus kemudian bisa jadi pengusaha sukses.

Ceritanya dimulai saat Ulus gak melanjutkan pendidikan usai lulus SD karena keterbatasan dana. Kondisi tersebut gak bikin Ulus putus semangat. Ulus pun kemudian mengikuti jejak orang tuanya sebagai petani.

Sebagai petani, Ulus punya cita-cita agar orang-orang puas dengan produk-produk pertaniannya. Singkat cerita, Ulus berhasil panen buncis super yang dijualnya sampai Jakarta. Bahkan, buncis supernya ini udah diekspor ke luar negeri sejak tahun 1995.

Meski udah sukses, pria kelahiran 1974 ini juga gak segan berbagi ilmunya ke petani-petani sekitar. Dampak positif pun terasa di kalangan petani dengan meningkatnya penghasilan mereka.

Karena inilah, Ulus dapat penghargaan internasional dari FAO sebagai petani teladan tahun 2017.

2. Ishak Abdul Aziz, sukses dari bisnis kerupuk singkong

Pengusaha Sukses
Ishak Abdul Aziz (tribunnews)

Umumnya, orang-orang rantau enggan balik ke kampung halamannya. Beda dengan pengusaha yang satu ini. Ishak Abdul Aziz justru pulang kampung dan merintis bisnis kerupuk singkong.

Semua berawal dari panen singkong yang melimpah di desanya, Desa Krangean, Purbalingga. Melihat peluang ini, ide bisnis pun muncul di kepala Ishak buat bikin olahan dari singkong.

Dengan modal secukupnya, Ishak mulanya menjual 10 kilogram kerupuk singkong per hari. Rasa kerupuknya dapat respon luar biasa dari pembeli sampai dibilang ada rasa kentang-kentangnya.

Produksi kerupuknya yang diberi nama Ewong pun meningkat hingga 1,5 ton. Pangsa pasarnya juga meluas hingga ke Jakarta dan Bandung. Dari harga jual Rp 4.500 per bungkus, pengusaha sukses yang satu ini mampu meraih omzet hingga Rp 45 juta per bulan.

3. Aang Permana, pemilik Crispy Ikan Sipetek dengan omzet ratusan juta

Pengusaha Sukses
Aang Permana (alumniipb)

Biasanya karier bagus bikin malas orang buat move on. Namun, ini gak berlaku buat Aang Permana. Ia memilih jadi pengusaha sekalipun pekerjaannya memberikan gaji yang besar.

Alasan Aang simpel, ia pengin kasih manfaat seluas-luasnya buat masyarakat. Jadilah keinginannya tersebut saat ia melihat adanya peluang dari melimpahnya ikan petek di Waduk Cirata, yang berada di tempat tinggalnya, Cianjur, Jawa Barat.

Dimulai dengan modal Rp 500 ribu, Aang menjalankan bisnis kuliner yang diberi nama Crispy Ikan Sipetek dengan mempekerjakan ibu-ibu di kampungnya. Emang rezeki gak lari ke mana, bisnis Aang ini untungnya terus meningkat sampai akhirnya Aang memutuskan resign dari pekerjaannya.

Penjualan Crispy Ikan Sipetek ini pun meluas dari yang tadinya di toko oleh-oleh Cianjur kini udah merambah ke online. Permintaan pun meningkat sampai-sampai Aang menyalurkan Crispy Ikan Sipetek lewat agen-agen.

Dari Crispy Ikan Sipetek yang dijual dengan Rp 20 ribuan, Aang jadi pengusaha sukses dengan raihan omzet hingga Rp 500 juta tiap bulan.

4. Mardiana, pengusaha bermodal satu juta dengan hasil puluhan juta rupiah

Pengusaha Sukses
Mardiana (upstation)

Jamur yang selama ini tumbuh liar ternyata bisa mendatangkan banyak untung. Inilah yang dialami Mardiana, pengusaha sukses yang menghasilkan uang dari budi daya jamur.

Bisnis jamur ini dirintisnya tahun 2010 dengan modal Rp 1 juta. Itu pun didapatnya dari patungan bersama temannya buat membeli bibit jamur tiram.

Ide bisnis ini didapat lewat pencariannya di Internet. Karena bisnis jamur peluangnya bagus di Jawa dan Bali, Mardiana berpikir buat mencobanya di tempat tinggalnya, Desa Simbang, Sulawesi Selatan.

Satu hal yang dipikirkan Mardiana saat itu adalah lebih baik mulai dulu. Gak pernah lelah cari tahu sana sini, jamur Mardiana akhirnya jatuh ke pasar yang tepat.

Bisnis yang diberi nama Celebes Mushroom Farm ini tersebar luas. Permintaan pun berdatangan, bahkan pernah dari Brazil dan Inggris.

Dari penjualan 7 ribu-10 ribu baglog jamur dengan harga Rp 4.000 per baglog, bisnis jamur Mardiana ini menghasilkan Rp 40-60 juta per bulannya.

Nah, itu tadi keempat pengusaha sukses yang merintis bisnisnya di kampung halaman. Didasari keinginan buat maju, bisnis mereka pun selain bawa keuntungan buat diri sendiri, juga buat orang-orang di sekitarnya.

Namun, kamu wajib catat ini. Dalam usaha menjadi pengusaha sukses, jalannya gak selamanya mulus begitu aja. Ada masanya kamu bakal hadapi kesulitan.

Pengusaha-pengusaha di atas pun pernah mengalami kesulitannya masing-masing. Namun, mereka terus maju dan menolak untuk nyerah.

Jadi, kamu benar-benar mesti siap gak cuma mau terima manisnya, tapi juga siap terima pahitnya kalau mau jadi pengusaha sukses. Gimana? Udah siap belum?

Boby
Boby

Lama bergelut dengan ensiklopedia. Kini fokus dengan urusan finansial. Di mana pun berada selalu berusaha sajikan karya yang terbaik. Semoga bermanfaat!