Jadi Miliarder Termuda Afrika, Mohammed Dewji Stres dan Minta Ditembak!

2 menit
Mohammed Dewji (Twitter)
Mohammed Dewji (Twitter)

Mohammed “Mo” Gulamabbas Dewji atau yang dikenal dengan nama Mohammed Dewji, miliarder termuda asal Afrika menceritakan kembali kisahnya saat diculik pada 11 Okteber 2018 lalu. Ia diculik oleh kelompok bersenjata dari Colloseum Hotel di kota Dar es Salaam.

Selama sembilan hari ia diculik, di hari keenam ia meminta penculik untuk menembak dirinya saja karena Dewji telah merasa sangat lelah secara psikis. Bagaimana tidak? Matanya ditutup selama berhari-hari dan mendapat ancaman terus menerus dari sang penculik.

“(Penculik) itu berkata ‘saya akan menembakmu’ dan saya membalas dengan berkata ‘kamu tembak saja saya dan bunuh saya’ sebab saya sudah sangat kesal,” ujar Dewji seperti dikutip dari Wartaekonomi.co.id.

Dewji mengaku dirinya saat itu sudah sangat lelah dan tak bisa berpikiran jernih. Hingga saat ini identitas penculik belum terkuak.

“Saya masih tidak tahu mengapa itu terjadi. Tentu saja niat mereka seperti menginginkan uang. Pada akhirnya, mereka meninggalkan saya tanpa uangnya,” ujar Dewji.

Miliarder Termuda Afrika

Mohammed Dewji merupakan miliarder termuda di Afrika. ia memiliki bisnis tekstil dan pangan. Kekayaannya tercatat sebesar US$ 1,9 miliar atau Rp 26,6 triliun.

Mohammed Dewji merupakan pria kelahiran 8 Mei 1975. Dirinya adalah seorang pengusaha dan miliarder Tanzania serta mantan politisi. Dia adalah pemilik MeTL Group, konglomerasi Tanzania yang didirikan oleh ayahnya pada tahun 1970-an.

Dewji menjabat sebagai Anggota Parlemen Tanzania untuk Chama Cha Mapinduzi (CCM) dari 2005 hingga 2015 untuk kota kelahirannya Singida. Pada Oktober 2019, Dewji diperkirakan memiliki kekayaan bersih US$ 1,9 miliar.

Sehingga memposisikannya sebagai orang terkaya ke 17 di Afrika dan miliarder termuda di benua itu. Dewji juga merupakan orang Tanzania pertama yang diliput Majalah Forbes pada 2013.

Setelah lulus dari universitas, Dewji kembali ke rumah dan mengambil alih manajemen Mohammed Enterprises Tanzania Limited (MeTL), sebuah bisnis perdagangan komoditas yang didirikan oleh ayahnya. Setelah dua tahun bekerja di perusahaan tersebut, ia menjadi Chief Financial Officer (CFO) di MeTL.

Berjaya Akuisisi Perusahaan Bangkrut

Pada awal 2000-an, ketika pemerintah Tanzania memprivatisasi perusahaan-perusahaan yang merugi, ia mengakuisisi perusahaan tersebut dengan harga murah dan mengubahnya menjadi pusat-pusat laba dengan memangkas biaya pegawai. Grup Perusahaan MeTL adalah konglomerasi milik swasta terbesar di Tanzania.

Dewji berperan dalam meningkatkan pendapatan MeTL dari US$ 30 juta menjadi lebih dari US$ 1,5 miliar antara tahun 1999 dan 2018. MeTL Group memiliki investasi di bidang manufaktur, pertanian, perdagangan, keuangan, telepon seluler, asuransi, real estat, transportasi dan logistik, dan makanan dan minuman.

Kelompok ini melakukan bisnis di 11 negara dan mempekerjakan lebih dari 28.000 orang dengan tujuan untuk menargetkan lebih dari 100.000 orang pada tahun 2021. Operasi MeTL berkontribusi 3,5 persen dari PDB Tanzania.

Menurut Forbes, Dewji diperkirakan memiliki kekayaan bersih US$ 1,9 miliar  pada 2019 ini, dan merupakan orang terkaya ke 17 di Afrika dan miliarder termuda di Afrika  pada 2018. Dia adalah orang Tanzania pertama yang masuk di sampul Majalah Forbes, pada 2013 dan telah tampil di tiga kesempatan terpisah. November 2015, Mohammed Dewji menyabet gelar Forbes Africa Person of The Year.

Dalam pidatonya, ia mempersembahkan penghargaan tersebut kepada pemuda Tanzania.

 

Ayyi Hidayah
Ayyi Hidayah

Pecinta film yang senang berinvestasi. Menulis merupakan passion, menjadi perencana investasi merupakan panggilan hati