Pacar Gak Bisa Mengatur Uang, Salah Gak Diputusin?

4 menit

Mutusin pacar karena uang, kedengarannya dangkal dan materialistis banget. Tapi mutusin pacar karena caranya mengatur uang, itu cerita lain.

Hubungan kamu dan pasangan gak seharusnya dibangun di atas fakta akan seberapa banyak uang yang dia punya.

Yang lebih penting adalah bagaimana cara dia mengatur uang dan bagaimana itu berdampak pada masa depan keuangan kamu berdua saat berumah tangga nanti.

Berikut ini beberapa poin yang bisa dijadikan pertimbangan kalau kamu mau mutusin pacar karena perkara finansial:

1. Seberapa konsumtifkah dia?

Perilaku konsumtif adalah penghalang kesuksesan finansial. Bila dia gemar beli ini-itu tanpa memikirkan perlu-tidaknya, itu adalah salah satu tanda dia bergaya hidup konsumtif.

mengatur uang
Gak mau keluar duit buat pacar? Jangan pacaran (Meme Generator)

Tapi ini berbeda dengan hobi, ya. Hobi bisa jadi dibutuhkan untuk rekreasi, meskipun kontrol juga mutlak diperlukan.

Tak peduli seberapa besar penghasilannya, pengeluaran tanpa rencana yang jadi kebiasaan bakal merugikan masa depan. Tinggal tunggu waktu saja saat semuanya lepas kontrol sepenuhnya dan tak ada lagi keping uang tersisa di tabungan.

[Baca: Soal Keuangan, Jangan Lakuin 7 Hal Ini Sama Pacar Kalau Belum Yakin Dialah Satu-Satunya]

2. Apa dia sering berutang?

Utang itu sebenarnya bukanlah hal buruk. Beda halnya dengan utang tanpa pikir panjang. Kalau yang terakhir, artinya kemampuan mengatur uang patut dipertanyakan.

Utang memiliki konsekuensi yang gak bisa dianggap remeh. Salah satunya adalah cash flow atau aliran uang masuk-keluar jadi seret karena ada alokasi cicilan utang.

Karena itu, ketika ada beban utang, ada pula risiko fondasi keuangan goyah. Misalnya saat masih ada utang, eh, kena musibah yang mengganggu anggaran seperti sakit parah atau kecelakaan.

Godaan berutang ini sering melanda pemilik kartu kredit. Perlu ditanamkan pengertian bahwa kartu kredit bukanlah alat utang. Uang yang kamu pakai untuk bayar transaksi itu bukan uang kamu, melainkan uang bank. Artinya, ada kewajiban melunasinya agar gak terjerat masalah.

3. Seberapa serius dia dalam membangun karier?

Harus dipastikan si doi serius dalam membangun karier agar masa depan bersama cerah. Bila dia “rajin” pindah-pindah kerjaan, mesti diketahui apa alasannya. Idealnya, seseorang berfokus pada suatu karier dan gak sering pindah.

Bila sering pindah kerja, konsekuensinya adalah perjalanan karier jadi seret. Apalagi jika levelnya masih menengah, bahkan pemula. Tangga menuju puncak karier bakal lebih tinggi karena setiap pindah kerja mesti memulai dari awal lagi.

Jika gak sering pindah karier, lihat prestasinya dalam kerja sekarang. Bagaimana persentase kenaikan gajinya? Bonusnya? Posisinya? Semua hal itu berkaitan dengan prestasi kerja. Makin berprestasi seseorang, kalau perusahaannya bener, pasti karier dan penghasilannya lebih cepat melesat.

[Baca: Waktu Gak Bisa Diulang, Kejar Karir Baru Cinta Sah-sah Aja Kok]

4. Apa dia punya target keuangan?

Kalau gak bisa mengatur uang, pasti gak punya target keuangan.Tapi punya target keuangan saja gak cukup, harus ada target jangka pendek maupun jangka panjang.

mengatur uang
Cewek yang nyedot duit gak layak dipertahankan (Smuggbugg)

Target jangka pendek misalnya ngumpulin uang buat nikah. Adapun jangka panjangnya bisa berupa rencana beli rumah hingga pendidikan anak.

Tanpa target keuangan, seseorang rentan keluar jalur dan gak bisa memastikan masa depan finansial. Namun ada hal yang lebih penting, yaitu kegigihan dan niat untuk memenuhi target keuangan itu. Gak ada gunanya pasang target tapi gak berupaya memenuhinya.

[Baca: Perlu Gak Sih Memiliki Target Penghasilan Kamu dan Pasangan?]

5.  Apakah dia sadar akan pentingnya investasi?

Penghasilan dari gaji itu penting. Tapi investasi gak kalah penting. Penghasilan pasif dari investasi bisa menjadi tambahan semen dan pasir untuk membangun menara keuangan yang kokoh.

Gak perlu langsung berinvestasi saham di bursa efek atau punya kontrakan dengan puluhan pintu, investasi paling sederhana adalah memiliki deposito yang bunganya sedikit lebih besar ketimbang tabungan.

Investasi dengan beli emas juga bisa lho. Daripada beli-beli, mending penghasilan dialokasikan untuk investasi. Bukan cuma mengatur uang, ini namanya merencanakan keuangan.

6. Seberapa terbuka dia denganmu soal keuangan?

mengatur uang
Jangan kira cewek doang yang bisa mata duitan saat pacaran ya. Plus mata keranjang lagi (vix)

Transparansi itu penting ketika udah jadi suami-istri lho. Pacar yang suka sembunyiin penghasilan wajib dipertanyakan loyalitasnya.

Sebaiknya, jika memang serius pacaran, segala hal soal keuangan mesti dibikin terbuka. Gak cuma penghasilan, utang juga penting untuk diketahui bersama.

Gak lucu dong kalau saat pacaran gak ada cerita soal utang, eh, begitu nikah datang debt collector nagih utang pasangan.

Bila ada prenuptial agreement atau perjanjian pranikah soal pembagian utang sih bisa aman karena kewajiban utang dipisah. Tapi kalau gak ada, beban itu jadi tanggung jawab bersama.

Mutusin pacar gak bisa dilakukan sembarangan, kecuali memang niatnya mau main-main. Pastinya kita gak mau kan diputusin begitu aja.

Soal uang bisa saja dijadikan alasan. Bukan berarti kita matre. Tapi realistis saja, cinta bisa membutakan.

Selain cinta, ada banyak hal yang membantu keharmonisan rumah tangga. Salah satunya, fondasi finansial. Yuk, jadi pacar yang kritis terhadap keuangan.

[Baca: Suami-Istri: Jangan Ada Dusta di Antara Kita, Termasuk Soal Utang]

Hardian
Hardian

Sebagai penulis dan penyunting, saya sangat akrab dengan tenggat alias deadline. Dua profesi ini mengajari saya tentang betapa berharganya waktu, termasuk dalam urusan finansial. Tanpa rencana dan kedisiplinan soal waktu, kehidupan finansial pastilah berantakan. Cerita inilah yang hendak saya bagikan kepada semuanya lewat beragam cara, terutama tulisan.