Banner ImageBanner Image

Pakai Skema Ponzi, Nih 4 Bisnis di Indonesia yang Nipu Miliaran Rupiah

4 menit
Kantor First Travel (Foto: Jawapos.com)
Kantor First Travel (Foto: Jawapos.com)

Skema Ponzi. Begitu dengar ini, yang kamu pikirkan pasti skandal penipuan puluhan hingga miliaran rupiah. Faktanya, emang praktik bisnis ataupun investasi yang menggunakan metode ini sukses menipu banyak orang di seluruh negara, termasuk Indonesia.

Jelas banyak yang ketipu skema ini. Soalnya iming-iming untung besar, bikin banyak orang tergiur dan akhirnya gak teliti dalam menilai peluang investasi.

Ujung-ujungnya, nikmatin untung aja belum, uang udah hilang entah ke mana. Syukur-syukur bisa balik. Nyatanya, kebanyakan kasus skema Ponzi ini kecil banget kemungkinannya uang bisa kembali.

Makanya kamu ada baiknya kudu waspada dengan model-model bisnis ini. Buat informasi, nama skema Ponzi sendiri diambil dari nama penemunya Charles Ponzi. Dengan menawarkan keuntungan 50 persen, ia sukses menipu banyak orang.

Cara yang dilakukannya ialah mengumpulkan dana sebanyak-banyaknya. Kemudian dana yang masuk diberikan kepada investor-investor awal yang menaruh dananya. Kalau digambarkan, skema ini gak ubahnya seperti piramida. Makanya dinamakan skema piramida.

Ciri utama dari bisnis yang pakai skema Ponzi adalah tawaran untung besar. Tawarannya lebih besar malah dari untung investasi saham. Kalau nemu yang seperti ini, kamu harus curiga. Apalagi kalau diminta buat cari investor lain demi dapat banyak untung.

Nah, sekadar mengingatkan, gak ada salahnya nih menengok lagi bisnis-bisnis yang pernah pakai skema Ponzi di Indonesia. Apa aja bisnisnya? Simak ulasannya berikut ini.

1. First Travel

skema ponzi
Andika Surachman dan Anniesa Hasibuan (dreamers)

Masih ingat First Travel, bisnis travel ibadah haji dan umroh yang merugikan banyak orang hampir Rp 1 triliun? Ternyata nih, usut punya usut, First Travel mengadopsi skema Ponzi dalam menjalankan bisnisnya.

Dengan menawarkan paket ibadah yang murah meriah, First Travel sukses besar menjaring banyak orang yang ingin menuaikan ibadah haji dan umroh.

Murahnya pun gak tanggung-tanggung. Kalau biasanya paket umroh harganya Rp 19 jutaan-20 jutaan, melalui First Travel, kamu cukup membayar Rp 14 jutaan. Murah banget kan? Hemat Rp 5 jutaan.

Bisnis biro perjalanan yang dimulai pada tahun 2009 ini perlahan-lahan mulai terendus bau busuknya. Pada Maret 2017, First Travel gagal memberangkatkan para jamaah yang hendak umroh.

Dari sini, Kementerian Agama menaruh rasa curiga. Penyelidikan pun dilakukan. Diketahui ternyata ada yang gagal berangkat sampai tiga kali.

Hingga akhirnya setelah Kemenag, OJK, dan pihak kepolisian campur tangan, First Travel pun disetop dengan ditangkapnya Andika Surachman dan Anniesa Hasibuan.

Dari hasil penyelidikan diketahui, kalau paket perjalanan yang ditawarkan bisa murah banget karena sebagian dibiayai oleh dana jamaah yang daftar belakangan. Di  sinilah disimpulkan kalau First Travel menggunakan skema Ponzi.

2. Manusia Membantu Manusia atau MMM

skema ponzi
Mavrodi (skytrendnews)

Di luar, bisnis ini dikenal dengan nama Mavrodi Manial Moneybox atau MMM. Pelopornya adalah orang Rusia bernama Sergei Mavrodi.

Di Russia, Sergei Mavrodi dihukum atas penggelapan dana sebesar US$ 4 juta atau lebih dari Rp 57 miliar. Uang tersebut didapat Sergei dengan memanfaatkan skema Ponzi.

Singkatnya, MMM pada dasarnya adalah sistem saling transfer uang para anggotanya. Transfer terbagi dalam penyediaan bantuan (provide help atau PH) dan permintaan bantuan (get help atau GH).

Kalau kamu baru mendaftar, nantinya kamu diminta transfer dana sebesar Rp 100 ribu atau kelipatannya. Dengan memenuhi syarat ini, kamu baru bisa GH. Makin sering lakukan PH, makin sering juga bisa melakukan GH.

Karena menawarkan untung 30 persen, banyak orang yang tergiur dengan MMM. Apalagi kalau sampai jadi manajer karena merekrut banyak orang.

Terus kerugiannya di mana? Anggota terakhir lah yang dirugikan dari MMM. Saat gak ada lagi anggota baru atau dana yang ditransfer, saat itu juga bisnis ini mati.

Melihat adanya potensi merugikan masyarakat, OJK memasukkan MMM sebagai salah satu investasi ilegal di Indonesia.

3. Wandermind

skema ponzi
Wandermind (blogspot)

Bisnis berkedok investasi yang menggunakan skema Ponzi ini berhenti dengan ditangkapnya Goenarni Goenawan tahun 2016. Ia pun divonis kena hukuman 15 tahun penjara oleh Pengadilan Negeri Kelas 1A Jayapura.

Model bisnis yang dijalankan Wandermind kurang lebih gak ada beda dengan skema Ponzi. Goenarni mewajibkan investor yang baru masuk buat membeli akun seharga Rp 3,7 jutaan. Minimal pembelian yang diharuskan adalah delapan akun.

Dengan akun tersebut, investor bisa menjadi agen penjualan tiket pesawat dan hotel yang sebenarnya sama sekali gak ada.

Setiap anggota yang membeli akun dijanjikan bonus Rp 100 juta kalau berhasil mendapat 14 orang sebagai investor. Polisi mencurigai adanya potensi kerugian di balik bisnis ini. Bahkan, OJK pun memasukkan nama Wandermind sebagai perusahaan ilegal.

4. Pandawa Group

skema ponzi
Dumeri, bos Pandawa Group (sebarr)

Satu lagi nih kasus penipuan menggunakan skema Ponzi yang ramai dibicarakan, yaitu Pandawa Group. Bisnis tersebut berhenti setelah Dumeri atau Salman Nuryanto ditangkap polisi. Pengadilan pun menjatuhkan hukuman 15 tahun penjara dan denda Rp 200 miliar.

Kisah Pandawa Group berawal saat usaha bubur ayam milik Dumeri yang bernama Pandawa meraih banyak untung. Dumeri meminjam uang Rp 10 juta kepada Haji Ridwan. Ia menjanjikan pengembalian uang beserta lebihnya sebesar 10 persen.

Melihat ini Dumeri mulai menjalankan bisnis pinjam uang dengan dana-dana yang ia himpun dari orang-orang. Ia menjanjikan keuntungan 10 persen bagi orang-orang menginvestasikan dananya.

Bisnis ini berjalan mulai dari 2015 ini sampai akhirnya muncul kericuhan. OJK pun meminta Dumeri mengembalikan dana yang udah ia himpun. Namun, Dumeri malah mengabaikan OJK. Polisi pun bertindak dan menangkap Dumeri.

Itu tadi empat bisnis di Indonesia yang pakai skema Ponzi dan sukses menipu banyak orang. Moga-moga informasi di atas membantu kamu agar semakin jeli dalam menyikapi tawaran untung yang menggiurkan dari bisnis yang ada.

Boby
Boby

Lama bergelut dengan ensiklopedia. Kini fokus dengan urusan finansial. Di mana pun berada selalu berusaha sajikan karya yang terbaik. Semoga bermanfaat!

MoneySmart.id adalah portal finansial terbesar dan terpercaya di Indonesia. Melalui konten yang kreatif dan inspiratif, kami berdedikasi untuk menjadi pemandu Anda dalam pengelolaan keuangan yang lebih baik.

IKUTI KAMI DI

Say Hello!

(021) 3005 6456

[email protected]

Jl Benda No. 92,
Jakarta Selatan, Indonesia 12560

MoneySmart Singapore MoneySmart Indonesia MoneySmart Hong Kong