3 Alasan Indonesia Akan Jadi Raja Industri Digital Asia Tenggara

2 menit
Shutterstock
Shutterstock

Perusahaan investasi internasional Catcha Group memprediksi pangsa pasar digital di Indonesia akan semakin meningkat. Hal ini terlihat dengan menggeliatnya investasi pada perusahaan teknologi dan startup di dalam negeri.

Co-Founder Catcha Group, Patrick Grove mengatakan, saat ini Indonesia tengah mengambil alih pasar teknologi digital. Catcha Group juga merilis hasil riset terbarunya soal prediksi pada sektor teknologi di Indonesia.

“Seperti yang selalu saya bilang, kekuatan ASEAN itu tidak dapat dikalahkan. Dan Indonesia saat ini sedang mengambil alih. Ada 3 prediksi baru kami untuk Indonesia yang bakal membuktikan itu,” ujar Patrick di The Westin Hotel, Kuningan, Jakarta.

Patrick memaparkan, setidaknya ada tiga prediksi baru untuk sektor teknologi di Indonesia dalam 24 bulan mendatang.

1. Pendanaan di Indonesia akan lebihi Singapura

Hingga saat ini, para pemimpin pasar Indonesia berhasil menginvestasikan sebanyak US$ 20 miliar. Jumlah ini hampir sama dengan Unicorn di Singapura yang senilai US$ 22 miliar.

“Dengan harapan Indonesia yang ingin terus menambah Unicorn hingga tahun 2019, Indonesia tidak lama lagi akan mengambil alih,” ungkapnya.

Disamping itu, pengguna internet di Indonesia juga terus bertambah, yang saat ini mencapai 133 juta. Jumlah tersebut 26 kali lebih besar dari pengguna internet di Singapura.

“Ini memberikan potensi besar. Terlebih Singapura telah mengalami penurunan dalam pendanaan seri C sementara pendanaan seri C Indonesia sedang dalam tren naik,” kata Patrick.

2. Muncul 2 Unicorn Baru dari Fintech dan Healthcare

Kemudian, hasil riset yang kedua, Indonesia diprediksi akan memiliki unicorn baru dari sektor fintech dan healthcare pada akhir tahun 2020.

“Investor lokal dan asing memindahkan uang mereka dari e-commerce untuk kedua sektor ini. Bersamaan dengan bertambahnya dukungan pemerintah dan kegiatan masyarakat pada sektor ini,” paparnya.

Selain itu, 64 persen warga Indonesia berumur 25 tahun atau lebih tidak memiliki rekening bank. Fakta ini merupakan suatu peluang yang kuat untuk startup fintech berkembang.

“Pendanaan untuk sektor healthcare di Asia telah mencapai US$ 3,3 miliar dalam transaksi, dan di Indonesia telah menjadi pangsa pasar ke-2 di Asia Tenggara setelah Singapura,” jelas Patrick.

3. Indonesia Akan Miliki Nexicorn di Dunia

Indonesia memiliki nilai ekonomi internet terbesar dan tercepat bertumbuh dan diprediksi akan terus berkembang mencapai US$ 100 miliar pada tahun 2025.

Nexicorn atau the next unicorn merupakan startup bernilai lebih dari US$ 100 juta,” ujarnya.

Prediksi ini, menurut Patrick tidak berlebihan. Sebab, mempertimbangkan peningkatan jumlah pendanaan yang melampaui negara-negara Asia Tenggara dan hanya kalah dari Singapura.

“Ini menunjukan berkembangnya minat investor untuk masuk ke Indonesia,” pungkasnya.

Editor: Ayyi Achmad Hidayah

Pramdia Arhando
Pramdia Arhando

Atlet renang yang gagal, tapi pernah jadi juara. Kini masuk dunia jurnalistik dan finansial. Semua tulisan di sini dari fakta dan kisah nyata.

MoneySmart.id adalah portal finansial terbesar dan terpercaya di Indonesia. Melalui konten yang kreatif dan inspiratif, kami berdedikasi untuk menjadi pemandu Anda dalam pengelolaan keuangan yang lebih baik.

IKUTI KAMI DI

Say Hello!

(021) 3005 6456

[email protected]

Jl Benda No. 92,
Jakarta Selatan, Indonesia 12560

MoneySmart Singapore MoneySmart Indonesia MoneySmart Hong Kong