Para Pekerja Jakarta, Gini Caranya Kalau Mau Beli Rumah Murah

3 menit
beli rumah murah

Beli rumah murah buat pekerja di Jakarta yang dekat dengan tempat kerja? Kok rasanya mustahil. Rumah dengan harga di bawah Rp 500 juta paling adanya di daerah dekat dengan pinggiran.

Itu pun jalan depannya gak bisa dilewati mobil karena sempit. Atau sertifikatnya masih berupa hak guna bangunan, bahkan girik.

Mau beli unit apartemen, kok nanggung dengan bujet segitu. Apalagi masih ada biaya perawatan unit per bulan. Harus dihitung dengan betul agar cicilan per bulan gak membebani.

Masak beli unit rusun bersubsidi? Gak apa-apa kalau memenuhi syarat. Kalau gak, gak usah ngoyo deh. Bisa-bisa nanti malah diperkarakan ke ranah hukum.

Lalu, bagaimana dong solusi bagi pekerja ibu kota agar bisa beli rumah yang dekat dengan akses ke tempat kerja? Tenang, kita tetap bisa cari hunian yang ramah di kantong dan sesuai dengan bujet. Berikut ini tipsnya:

1. Cari di pinggiran Jakarta

beli rumah murah
Beli rumah di pinggiran Jakarta kalau lebih murah kenapa gak? (Rumah Asri / rumahdijual)

Gak apa-apa rumah di pinggiran Jakarta, asal akses ke tempat kerja gampang. Saat ini pemerintah DKI tengah menggalakkan program transportasi dari KRL, MRT, sampai LRT.

Cari rumah yang dilintasi akses tersebut dengan harga di bawah Rp 500 juta. Di Depok, Bekasi, atau BSD masih banyak rumah tipe 36 dan 45 dengan harga di kisaran segitu. Atau malah mau berburu di wilayah perbatasan Jakarta, seperti Cipayung atau Cakung, mungkin bisa dapat.

Yang penting, cari yang bisa dibeli dengan cara kredit perumahan rakyat (KPR). Jalan di depan rumah ini harus bisa dilewati setidaknya 1 mobil. Jika gak bisa, bank umumnya enggan mengucurkan dana KPR.

2. Cari sendiri tanpa lewat makelar

Memang, ada banyak info rumah murah di Jakarta bertebaran di Internet. Tapi perhatikan, jika beli rumah lewat makelar atau agen, harganya akan lebih mahal.

Sebab, ada fee tambahan buat jasa mereka minimal 2 persen dari harga transaksi. Itu belum termasuk biaya surat-surat buat rumah, lho, misalnya untuk balik nama.

Biaya bisa lebih ditekan jika berburu rumah sendiri ke lapangan. Atau cari di Internet yang memasang pengumuman TP alias tanpa perantara.

3. Berburu ke pameran properti

beli rumah murah
Rajin pergi ke pameran properti aja, biar dapat banyak informasi (Pameran Properti / humanikon)

Pameran selalu menghadirkan harga lebih murah, termasuk pameran properti. Selain harga yang murah karena ada diskon, mungkin bisa ada potongan biaya administrasi atau provisi KPR.

Lumayan lho, potongannya bisa sampai Rp 5 juta atau bahkan lebih. Selain itu, proses KPR bakal lebih gampang jika pembelian dilakukan dalam pameran. Rajin-rajin baca berita properti biar tahu kapan ada pameran properti di daerah masing-masing.

4. Beli rumah lelang bank

Bank punya daftar rumah yang mereka lelang dari orang-orang yang kreditnya macet. Rumah lelang ini biasanya dihargai lebih murah, karena bank cenderung mau jual cepat buat dapet duit.

Bisa cek di situs bank dan lihat sendiri daftar rumahnya. Beberapa bank pun sudah punya aplikasi info lelang mereka di Playstore. Selain rumah, ada info lelang kendaraan dan barang lainnya yang harganya lebih murah ketimbang harga pasaran lho.

5. Beli rumah inden atau masih dibangun

Rumah inden umumnya lebih murah ketimbang ketika sudah jadi. Sebab, developer butuh dana investasi untuk menggerakkan bisnis propertinya.

Tapi kita mesti sabar menunggu sampai rumah jadi sebelum bisa menghuninya. Kita juga perlu memastikan reputasi pengembang.

beli rumah murah
Rumah inden juga boleh nih bro, asal dicek dulu ya (Rumah Inden / rumahdijual)

Bila salah pilih pengembang, risikonya adalah rumah gak pernah jadi alias mangkrak di tengah jalan. Selain itu, kita rugi duit dan repot harus mengurus perkara rumah inden itu.

6. Beli rumah bekas

Alternatif terakhir adalah beli rumah bekas. Harganya bisa jadi lebih bersahabat dibanding rumah baru. Apalagi kalau penjualnya lagi nyari dana cepat.

Coba rajin-rajin cek situs jual-beli rumah di internet. Atau bisa berburu sendiri ke kompleks perumahan yang kamu incar. Selama kondisi rumah masih bagus, gak ada salahnya beli rumah yang pernah dihuni.

Rumah murah di Jakarta maupun daerah lainnya itu relatif. Bisa saja satu rumah dianggap murah oleh A, tapi mahal oleh B. Semuanya bergantung kepada kondisi finansial masing-masing.

Namun, yang pasti, dengan bujet Rp 500 juta, masih ada peluang buat pekerja untuk mendapatkan rumah yang gampang menjangkau tempat kerja di Jakarta. Coba saja tips-tips di atas.

Tapi perlu ditekankan bahwa beli rumah itu membutuhkan kesabaran dan kehati-hatian. Jangan sampai hanya karena tergiur harga murah lantas lalai melihat latar belakang rumah tersebut, terutama legalitas dokumen. Salah-salah malah terlibat sengketa dan rumah baru pun malah sirna.

 

 

Yang terkait artikel ini:

[Baca: 4 Kerugian Membeli Rumah dengan KPR. Be Smart, Ini Solusinya!]

[Baca: Jangan Tunggu Besok, Ini Alasan Kamu Harus Beli Properti Sekarang]

[Baca: Jangan Bingung Dulu, Ini Dia Tahap Pengajuan KPR Untuk Rumah Inden]

[Baca: Beli Rumah Baru atau Bekas Ya? Baca Ini Dulu!]

Hardian
Hardian

Sebagai penulis dan penyunting, saya sangat akrab dengan tenggat alias deadline. Dua profesi ini mengajari saya tentang betapa berharganya waktu, termasuk dalam urusan finansial. Tanpa rencana dan kedisiplinan soal waktu, kehidupan finansial pastilah berantakan. Cerita inilah yang hendak saya bagikan kepada semuanya lewat beragam cara, terutama tulisan.