KUR Pariwisata Potensial Dongkrak Pengembangan Wisata Bahari di Pangandaran

4 menit
Pantai Pangandaran (Shutterstock).

Program Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang dikhususkan bagi para pelaku usaha pariwisata dinilai sangat potensial. Hal itu bertujuan untuk bisa mendongkrak pengembangan pariwisata di Pangandaran, Jawa Barat (Jabar).

Sebagai salah satu kawasan yang ditetapkan Pemerintah sebagai Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN), Kabupaten Pangandaran mulai dibenahi agar bisa menjadi destinasi wisata kelas dunia.

Untuk mendorong hal itu Kementerian Pariwisata (Kemenpar) mengadakan “Sosialisasi dan Coaching Clinic Kredit Usaha Rakyat (KUR) Sektor Pariwisata Kabupaten Pangandaran”.

Acara ini diikuti sekitar 100 pelaku UMKM Pangandaran di Laut Biru Hotel, Pangandaran, Jawa Barat, belum lama ini.

Kepala Bidang Investasi Destinasi Pariwisata Kemenpar Mugiyanto mengatakan KUR menjadi jalan keluar untuk membantu pemilik usaha pariwisata yang terkendala dengan permodalan.

“KUR ini kredit dengan bunga ringan, suku bunga KUR pada 2019 sebesar 7 persen efektif pertahun atau sama dengan suku bunga flat yang setara. Total plafon KUR pada 2019 mencapai Rp 140 triliun,” katanya.

Baca juga: KEK Pariwisata Tanjung Kelayang Babel Semakin Diminati Investor

Kemenpar akan fasilitasi pelaku UMKM pariwisata

Kemenpar akan fasilitasi pelaku UMKM pariwisata (Dok: Kemenpar).

Kemenpar berkomitmen untuk memfasilitasi para pelaku usaha UMKM pariwisata untuk mendapatkan permodalan melalui KUR khusus pariwisata. Kemudian disalurkan melalui bank-bank BUMN.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Pangandaran Undang Sohbarudin menjelaskan bahwa daya tarik di Pangandaran adalah wisata bahari. Selama ini, banyak wisatawan datang ke Pangandaran karena meminati wisata bahari yang unik sehingga semakin banyak pelaku usaha di bidang pariwisata yang berkembang.

Namun untuk tetap bisa bertahan di tengah ketatnya kompetisi, perlu ada inovasi dan kreativitas baru sebagai daya tarik wisata.

“Pangandaran ini ibarat Bali. Sama-sama memanfaatkan wisata bahari sebagai sumber penghasilan daerah. Namun budaya dan adat istiadat di Bali tetap dipertahankan. Dan itu juga yang harus diterapkan di Pangandaran,” katanya.

Undang menilai Pangandaran harus belajar dari kesuksesan pariwisata Bali. Tidak hanya itu, lanjut Undang, pelaku industri pariwisata di wilayahnya juga harus bisa memanfaatkan kebijakan pemerintah termasuk program KUR.

“Potensi KUR di sektor pariwisata terbilang besar. Itu terutama sejalan dengan program pemerintah dimana tahun ini sedang didorong program 10 destinasi Bali Baru dan 88 KSPN di Indonesia,” ujarnya.

Baca juga: Sail Nias 2019 Dorong Sumut Jadi Gerbang Destinasi Wisata Bahari Kelas Dunia

Penyaluran KUR sudah besar

enyaluran KUR Pariwisata di Kabupaten Pangandaran terbilang cukup besar (Dok: Kemenpar).

Pada kesempatan yang sama Supervisor Marketing BNI KCP Pangandaran Arief Syubban Rizal, mengatakan pihaknya semakin optimistis dengan berbagai kebijakan pemerintah khususnya pada sektor pariwisata yang telah ditetapkan sebagai sektor unggulan. Program KUR sebagai salah satu yang menurut dia layak untuk diapresiasi.

“Sejak diluncurkan pada 1 Maret 2017 hingga hari ini 14 Maret 2019. Penyaluran KUR Pariwisata di Kabupaten Pangandaran terbilang cukup besar,” katanya.

Untuk KUR Pariwisata terdapat 32 debitur atau senilai Rp 9,7 miliar. Di segmen BNI Wirausaha (BWU) tercatat kredit Rp 5,1 miliar dari 8 debitur. Sementara untuk segmen komersil tercatat kredit Rp 59 miliar dari 11 debitur.

“Total perputaran uang BNI di Pangandaran untuk kredit pada sektor pariwisata sekitar Rp 74 miliar dengan total 51 debitur,” katanya.

Baca juga: Siapin Bujet Rp 20 Jutaan! Kamu Bisa Melepas Penat di Pedalaman Tambrauw, Papua Barat

Objek wisata Pangandaran

Pantai Pangandaran (Instagram).

Pangandaran memang dikenal akan keindahan pantainya yang menakjubkan. Tetapi selain keindahan pantainya saja, ada banyak destinasi wisata lainnya di sini. Bahkan, kota yang terletak di Jawa Barat tersebut seringkali dikunjungi wisatawan baik lokal maupun mancanegara.

Melansir laman Travel Pangandaran, beberapa objek wisata ini sayang lho jika kamu lewatkan begitu saja. Apalagi berwisata ke kawasan ini terbilang cukup murah dan mudah diakses dengan pelbagai cara. Kita simak yuk ulasan berikut ini.

Citumang Pangandaran

Citumang, Pangandaran (Instagram).

Kawasan Pangandaran gak hanya terkenal dengan pantainya tetapi juga diketahui ada sebuah sungai yang berada diantara hutan jati. Warna air yang kebiru-biruan dan pesona aliran sungai merupakan panorama alam yang alami dan sangat cocok untuk berenang maupun sekedar bermain air.

Pantai Pangandaran

Pantai Pangandaran (Instagram).

Pantai Pangandaran merupakan salah satu objek wisata terfavorit di Pangandaran, bisa dibilang ini adalah primadona wisata yang ada di Jawa Barat. Pantai Pangandaran memiliki juga memiliki banyak kegiatan antara lain berenang, memancing, perahu pesiar, jet ski, dan juga berkeliling dengan sepeda

Green Canyon

Green Canyon, Pangandaran (Shutterstock).

Salah satu destinasi favorit di kawasan kabupaten Pangandaran adalah Green Canyon atau cukang taneuh. Daerah pangandaran satu ini merupakan sebuah aliran sungai Cijulang yang menembus gua stalakmit dan stalaktit. Kawasan wisata Pangandaran ini juga diapit oleh dua bukit serta begitu banyak bebatuan dan pepohonan.

Pantai Batu Karas

Jembatan di Batu Karas, Wisata Pangandaran (Instagram).

Di kawasan lokasi Pangandaran anda akan menemukan juga pantai Batu Karas. Pantai satu ini menawarkan alam yang sangat tenang diimbangi dengan gelombang laut yang sangat bersahabat. Sambil menikmati suasana tenang di pinggiran pantai, anda juga bisa sambil menikmati hidangan laut yang tersedia di sepanjang pantai

Pantai Batu Hiu

Pantai Batu Hiu (Instagram)

Pantai di kawasan Pangandaran lainnya adalah Batu Hiu. Dinamakan batu hiu karena terdapat batu yang terlihat layaknya ikan hiu. Di pantai terdapat sebuah bukit yang lokasinya tepat untuk menikmati pantai dari ketinggian dan untuk naik ke atas akan melewati sebuah gerbang berbentuk hiu. (Editor: Winda Destiana Putri).

Winda Destiana
Winda Destiana

No place is ever bad as they tell you its going to be