Aksi Demo Ricuh, Pasar Tanah Abang Berpotensi Kehilangan Omzet Rp 220 M!

3 menit
pasar tanah abang
Pasar Tanah Abang.(Wikimedia/Creative Commons)

Pada tanggal 22 Mei 2019 sebagian massa yang berdemo di kawasan Pasar Tanah Abang melakukan aksi anarkis yang memaksa lokasi tersebut berhenti beroperasi. Hal ini membuat kegiatan perekonomian yang biasanya dilakukan lumpuh dan berpotensi mengalami kerugian besar.

Seperti yang kita ketahui kawasan Tanah Abang udah menjadi sentra perdagangan berbagai macam kebutuhan masyarakat seperti baju, celana dan beberapa jenis pakaian lainnya.

Bahkan kepopulerannya udah terkenal di negara tetangga kita dan menjadi pusat pasar grosir terbesar di seluruh Asia Tenggara. Fakta ini gak terlalu mengagetkan melihat selalu ramainya tempat ini setiap harinya dikunjungi para pembeli.

FYI pasar Tanah Abang dibangun pada tahun 1735 oleh Yustinus Vinck yang mendapatkan izin dari Gubernur Jenderal Abraham Patramini. Namun, pasar ini sempat mengalami kebakaran pada 1740 dan kembali didirikan pada tahun 1881.

Pada awalnya pasar ini hanya dibuka 2 kali dalam seminggu yakni di hari Sabtu dan Rabu. Seiring berjalannya waktu dan ramainya pengunjung, para pelapak membuka usahanya setiap hari seperti yang kita kenal sekarang.

Baca juga: Pelemahan Rupiah sampai Lesunya Pariwisata, Ini 5 Dampak Kerusuhan 22 Mei

Pasar Tanah Abang berpotensi mengalami kerugian Rp 220 miliar

pasar tanah abang
Kerusuhan tanggal 22 Mei 2019.

Sebagai salah satu pusat grosir terbesar di Asia Tenggara, sehari aja gak jualan pasti akan menimbulkan kerugian yang amat besar untuk ribuan pedagang di sana.

“Total omzet rata-rata mencapai Rp 200 miliar per hari. Transaksi perdagangan naik 10 sampai 20 persen menjelang Idul Fitri atau setara Rp220 miliar per hari,” kata Direktur Utama PD Pasar Jaya Arief Nasrudin, dikutip dari Tempo.

Peningkatan jumlah tersebut didorong oleh pendapatan THR yang didapatkan oleh sebagian besar masyarakat Indonesia menjelang lebaran. Jadi bisa dibayangkan ada berapa triliun uang yang berputar setiap bulannya di pasar Tanah Abang.

Dengan adanya aksi demo yang terjadi pada tanggal 22 Mei 2019 kemarin tentu mengurangi omzet para pedagang.

Baca juga: Laris Manis! Omzet Pedagang Kurma di Tanah Abang Mencapai Rp 27 Juta per Hari

Menjual produk garmen yang sangat lengkap dan murah

pasar tanah abang
Menjual beragam produk garmen. (Wikimedia/Creative Commons)

Kalau kamu pengin belanja kebutuhan pakaian udah pasti salah satu tempat yang menyajikan produk lengkap dengan harga yang miring jawabannya adalah pasar Tanah Abang. Bener, gak?

Tercatat ada sekitar 1.200 pelapak dan ratusan kios pedagang yang menjual berbagai macam produk. Ketika momen lebaran datang, jenis barang yang paling banyak dicari adalah baju koko, gamis dan hijab. Entah itu untuk digunakan sendiri atau dijadikan hadiah buat saudara di kampung halaman.

Terdapat satu tips nih buat kamu yang mungkin berencana belanja di pasar Tanah Abang. Biar dapet harga pakaian yang murah, jangan langsung membeli di satu toko. Lihat-lihat dulu ke beberapa toko dan bandingkan harga serta desainnya supaya gak nyesel di ujung.

Baca juga: 5 Tempat Beli Baju Lebaran Murah Meriah yang Gak Bikin Dompet Tipis

Selain pakaian, Pasar Tanah Abang juga menjual kue kering

pasar tanah abang
Presiden Joko Widodo dan Perdana Menteri Australia saat itu, Malcolm Turnbull, di Pasar Tanah Abang. (Wikimedia/Creative Commons/DFAT/Ferdi Oktaviano)

Kurang afdol kayanya kalo momen menjelang Idul Fitri hanya dimanfaatkan untuk pakaian doang. Buat kamu yang mau sekalian belanja cemilan kue kering lebaran juga bisa sekalian membelinya di pasar Tanah Abang lho.

Walaupun gak selengkap seperti di pasar Jatinegara, kamu masih bisa menemukan beberapa pedagang yang menjual aneka ragam kue kering seperti nastar nanas, kastengel, putri salju dan lidah kucing

Kalau dari sisi harga tergolong lumayan murah dibandingkan kamu beli di toko atau ruko lainnya.

Nah itu dia cerita tentang kerugian pasar Tanah Abang yang terpaksa tutup seharian karena aksi demo. Melihat jumlahnya yang mencapai Rp 220 miliar pasti banyak banget pedagang kecil yang merasakan imbas kegiatan tersebut. Semoga kejadian kayak gini cepat selesai dan gak terulang lagi ya ke depannya! (Editor: Ruben Setiawan)

Christantio Utama
Christantio Utama

Milenial yang merintis karier lewat dunia keuangan, karena segalanya butuh uang tapi uang bukanlah segalanya. Penonton setia Digimon dan penggemar olahraga otomotif Formula 1