Bangun Bank Sampah, Pegadaian Ingin Ubah Sampah Jadi Emas

2 menit
Shutterstock
Shutterstock

Setelah membuka Bank Sampah di 13 Kota seluruh Indonesia melalui Program Bersih – Bersih, PT Pegadaian (Persero) terus menjalankan program mengubah sampah menjadi emas.

Kini, Badan Usaha Milik Negara tersebut meresmikan Bank Sampah Dipo Mentas, Kelurahan Menteng Atas, Kecamatan Setiabudi, Jakarta Selatan.

“Dengan diresmikan Bank Sampah Dipo Mentas, maka semua warga Menteng Atas dapat menikmati manfaat dari Program Bersih-Bersih Pegadaian. Dimana masyarakat dapat mengubah sampah rumah tangga menjadi emas,” kata Direktur Jaringan Operasional dan Penjualan, Damar Latri Setiawan pada Peresmian Bank Sampah Dipo Mentas, Kelurahan Menteng Atas, Jakarta Selatan.

Damar menjelaskan Program Pegadaian Bersih-Bersih bertujuan untuk mengajak masyarakat di Kelurahan Menteng Atas agar paham cara memilah sampah dengan baik dan benar.

Sehingga dapat mewujudkan harapan Pegadaian sebagai BUMN Hadir untuk Negeri yang dapat memberikan manfaat besar bagi masyarakat baik dalam sektor ekonomi maupun lingkungan.

Masyarakat Harus Memilah Sampah

“Masyarakat di Kelurahan Menteng Atas akan diajarkan mengolah sampah untuk dipilah menjadi sampah yang Organik dan Non-Organik. Setelah itu nanti sampah dapat dikumpulkan atau disetor ke rumah pengelolaan sampah (pool) yang sudah dibentuk oleh tim Pegadaian. Ditimbang, diproses, dan diolah. Selanjutnya tahap terakhir, yaitu hasil pengolahan dapat ditukar dengan tabungan emas,” ujarnya.

Kelurahan Menteng Atas Jakarta Selatan, terpilih menjadi lokasi pembangunan Bank Sampah ke 14 Pegadaian. Hal ini bertujuan untuk mengurangi penumpukan sampah di DKI Jakarta. Tercatat pada Bulan November 2018, volume sampah di Jakarta mencapai 7.250 ton per hari dengan jumlah bank sampah yang mencapai 1.500/bank sampah.

Indonesia Pemasok Sampah Terbesar Kedua Setelah China

Sedangkan, produksi volume sampah di Indonesia mencapai angka 65,8 juta ton per tahunnya, 16% dari jumlah tersebut merupakan sampah pelastik.

Hal ini mengakibatkan Indonesia menjadi negara nomor dua sebagai pemasok sampah terbesar di dunia setelah Negara Tirai Bambu, China.

Pegadaian juga memberikan bantuan perlengkapan dan pembangunan untuk Bank Sampah Dipo Mentas Senilai Rp 345.500.000,-. Juga bantuan perlengkapan dan pembangunan untuk Mushola, Kelurahan Menteng Atas senilai Rp53.000.000,-.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Kepala Dinas Lingkungan Hidup Djafar Muchlisin mengatakan adanya Bank Sampah Dipo Mentas dapat membuat rasa kepedulian terhadap lingkungan semakin tinggi. Sehingga diharapkan dapat menciptakan kesejahteraan terhadap kehidupan sosial dan lingkungan sekitar.

Tidak hanya itu, menurutnya adanya Bank Sampah ini dapat meningkatkan sektor ekonomi khususnya di Kelurahan Menteng Atas. “Bank Sampah ini dapat menjadi acuan untuk masyarakat peduli terhadap lingkungan. Tapi juga dapat membuat ekonomi masyarakat sekitar menjadi lebih baik, karena sampah dapat ditukar menjadi emas.”

Editor: Ayyi Achmad Hidayah

 

 

Pramdia Arhando
Pramdia Arhando

Atlet renang yang gagal, tapi pernah jadi juara. Kini masuk dunia jurnalistik dan finansial. Semua tulisan di sini dari fakta dan kisah nyata.

MoneySmart.id adalah portal finansial terbesar dan terpercaya di Indonesia. Melalui konten yang kreatif dan inspiratif, kami berdedikasi untuk menjadi pemandu Anda dalam pengelolaan keuangan yang lebih baik.

Tentang Kami

IKUTI KAMI DI

Say Hello!

(021) 3005 6456

[email protected]

Jl Benda No. 92,
Jakarta Selatan, Indonesia 12560

Singapore Indonesia Hong Kong Taiwan