Kerja demi Kemanusiaan, Berapa Sih Gaji Mereka yang Jadi Pekerja Sosial?

4 menit
Pekerja sosial. (Pexels)

Sekarang ini udah zamannya memilih menekuni karier yang disenangi sesuai passion. Kamu yang doyan ketemu dengan banyak orang dan gemar melakukan kegiatan-kegiatan amal sangat cocok bekerja sebagai pekerja sosial.

Ada banyak jenis pekerjaan sosial yang bisa diselami, mulai dari jadi relawan sebuah yayasan, membuat gerakan-gerakan sosial, hingga bekerja untuk lembaga swadaya masyarakat internasional. Bekerja untuk menolong sesama adalah tujuan utama dari semua pekerjaan tersebut, meski terkadang harus rela mendapat gaji yang gak terlalu besar.

Keberadaan pekerja sosial di Indonesia sendiri sangat dibutuhkan. Pasalnya, dari tahun ke tahun, permasalahan sosial semakin kompleks. Gak cuman soal menyediakan kehidupan yang layak, tapi juga melakukan pendampingan bagi mereka yang membutuhkan. Kalau kamu berencana terjun ke dunia ini, coba yuk kenali lebih dalam tentang profesi yang satu ini.

Baca juga: Kasih Gaji Gede! Ini 5 Pekerjaan yang Cocok buat Kamu Si Pemalas

Tugas utama

Tugas utama mereka yang bekerja di bidang sosial. (Shutterstock)
Tugas utama mereka yang bekerja di bidang sosial. (Shutterstock)

Ada banyak tugas yang dilakukan oleh para pekerja sosial. Semuanya tentunya terkait dengan cara membantu meningkatkan kualitas kehidupan orang lain, agar lebih layak baik dalam hal fisik maupun mental.

Salah satu contohnya adalah memberikan konseling kesehatan mental. Tugas yang satu ini sering kita jumpai di rumah penampungan sosial, atau rumah sakit jiwa. Mencoba menganalisis permasalahan apa yang tiap individu alami hingga mengakibatkan tekanan pada mental mereka.

Kemudian, setelah menemukan pokok permasalahannya, si pekerja sosial yang memiliki tugas ini membantu mencarikan jalan keluar. Tugas ini bisa menekankan angka bunuh diri di masyarakat, mengingat salah satu faktor terbesar bunuh diri berasal dari permasalahan mental.

Tugas lainnya adalah membantu menyediakan fasilitas hidup yang layak. Fasilitas di sini mencakup tempat tinggal, pendidikan, hingga pekerjaan. Sebab, masih banyak masyarakat yang berada di bawah garis kemiskinan. Mereka yang berada di posisi tersebut pada umumnya memiliki keterbatasan untuk rumah yang layak, hingga akses pendidikan yang memadai.

Nah, pekerja sosial memiliki tugas untuk memastikan bahwa mereka bisa mendapatkan apa yang seharusnya mereka dapatkan. Misalnya, mengupayakan agar mereka bisa tinggal di penampungan yang lebih baik ketimbang di pinggir kali atau di emperan ruko.

Selain itu, memastikan asupan ilmu bagi anak-anak jalanan yang masuk ke dalam kelompok wajib belajar juga tak kalah penting. Caranya adalah dengan menyediakan sarana dan prasarana belajar alternatif yang gratis untuk mereka.

Lebih baik lagi kalau kita mampu menggandeng lembaga pendidikan untuk menampung mereka. Sekarang sih sudah banyak lembaga-lembaga pendidikan yang bersedia untuk menampung anak-anak jalanan atau gelandangan.

Ada lagi satu tugas penting pekerja sosial, yakni mengupayakan adanya lapangan pekerjaan bagi pengangguran. Salah satu jalannya adalah dengan memberikan serangkaian pelatihan-pelatihan yang berguna, seperti pelatihan menjahit, dan keahlian kreatif lainnya. Jadi harapannya, gak cuman bekerja untuk orang, mereka juga mampu untuk membuka usaha sendiri.

Baca juga: 5 Industri dengan Gaji Terbesar di Indonesia, Kamu Minat Terjun ke yang Mana?

Latar belakang pendidikan

pekerja sosial
Pendidikan apa yang diperlukan kalau mau terjun ke bidang ini? (Pexels)

Untuk terjun ke dalam profesi ini, kamu harus memiliki beberapa ilmu yang memadai. Ilmu tersebut bisa didapatkan dari perguruan tinggi.

Saat ini, jurusan-jurusan yang mendukung untuk pekerja sosial sudah banyak. Hampir seluruh universitas memiliki fakultas ilmu sosial masing-masing. Nah kalau kamu tertarik, cobalah untuk mempelajari lebih dalam ilmu-ilmu tersebut, misalnya ada kesejahteraan sosial, komunikasi, dan sosiologi.

Semuanya memberikan ilmu dasar tentang berinteraksi terhadap sesama tak terkecuali terhadap mereka yang membutuhkan. Melalui pendidikan tinggi, kapasitas kamu untuk menyelesaikan sebuah masalah sosial yang ada jadi lebih mudah. Tentunya dengan berbekal teori-teori yang kamu pelajari.

Kamu juga bisa mengambil jurusan psikologi. Jurusan yang satu ini memiliki kelebihan untuk mempelajari sifat-sifat dan mental manusia. Jadi cocok untuk melakukan pendampingan bagi orang-orang dengan gangguan mental.

Baca juga: Punya 11 Juta Subscriber, Gaji Atta Halilintar dari Youtube Rp 9 Miliar?

Keahlian yang harus dimiliki

pekerja sosial
Keahlian apa yang perlu dimiliki? (Shutterstock)

Gak cuman soal teori, berkecimpung di pekerjaan yang mulia ini juga harus memiliki sejumlah keahlian soft skill dan kepekaan terhadap suatu masalah. Semuanya bisa diasah jika kamu sering berinteraksi dengan banyak orang.

Salah satu keahlian tersebut di antaranya adalah aktif mendengar. Mendengarkan adalah salah satu keahlian yang bisa dibilang mudah tapi juga sulit. Gak ada ilmu pasti untuk skill yang satu ini.

Tapi, juga gak banyak orang yang mampu mendengarkan keluh kesah orang apalagi yang gak kita kenal selama berjam-jam. Padahal, mendengarkan ini sebagai bentuk perhatian penuh kita kepada mereka yang membutuhkan, dan ini sangat dibutuhkan bagi mereka.

Kemudian, keharusan memiliki kemampuan berkomunikasi yang baik, juga diperlukan untuk menyampaikan ide-ide secara tepat kepada mereka yang membutuhkan. Coba bayangin kalau kamu jadi pekerja sosial tapi gak jago berkomunikasi, bagaimana nasib mereka?

Kamu dituntut untuk bisa menyesuaikan gaya bahasa ke individu-individu sesuai dengan latar belakang mereka. Misalnya kamu sedang menangani kasus anak jalanan yang frustasi kehilangan orang tuanya, masa iya kamu mau berkomunikasi dengan bahasa-bahasa ilmiah, yang ada nanti dia makin bingung dan stres.

Yang terakhir adalah keahlian berpikir kritis. Keahlian yang satu ini kayaknya wajib kamu punya. Sebab, kamu gak cuman dituntut untuk melakukan pendampingan, tapi juga dituntut untuk mencari sebuah solusi dari permasalahan masing-masing orang yang sedang kamu tangani.

Misalnya kamu bekerja sebagai relawan di sebuah yayasan pendidikan anak-anak terlantar, nah kamu harus bisa tuh berpikir secara kritis tentang metode pengajaran apa yang mampu membangkitkan semangat dan menyembuhkan trauma anak-anak tersebut.

Bagaimana dengan gajinya?

Berapa gaji buat pekerja sosial? (Shutterstock)
Berapa gaji buat pekerja sosial? (Shutterstock)

Menyelami dunia ini, kamu harus paham konsekuensinya, bahwa menolong sesama adalah tujuan utama dan gaji soal belakangan. Jika ingin bekerja sebagai pekerja sosial, kamu bisa menekuninya di lembaga swadaya masyarakat, atau di dinas sosial Kementerian Sosial RI.

Kalau untuk di LSM, mungkin gaji yang diterima gak seberapa besar, mengingat LSM sendiri sumber dananya bergantung dari bantuan-bantuan sukarelawan. Tapi bagaimana dengan mereka yang bekerja di Kementerian Sosial?

Dikutip dari Qerja.com, posisi Pendamping Pekerja Harapan Keluarga, rata-rata gajinya Rp 2,4 juta per bulan. Posisi Pekerja Sosial, rata-rata gaji per bulan Rp 2,6 juta. Sementara gaji untuk posisi Pendamping, per bulannya adalah Rp 2,3 juta.

Itu tadi beberapa hal yang perlu kamu ketahui tentang profesi pekerja sosial di Indonesia. Ingat ya, pekerjaan mulia yang satu ini memang bukan bertujuan untuk mencari pendapatan yang besar, tapi untuk membantu sesama. Jadi, bagi mereka yang memiliki jiwa tolong-menolong yang kuat, mungkin cocok untuk terjun ke profesi ini tanpa memikirkan pendapatan per bulannya. (Editor: Ruben Setiawan)

Okky Budi
Okky Budi

Penggemar Tsubasa yang jadi sarjana sosial. Kini secara sengaja masuk ke dunia finansial. Semoga bisa memberikan tulisan yang bermanfaat buat pembaca.