Pekerjaan Kantor Jangan Sampai Dibawa ke Rumah! Ini Alasannya

Pekerjaan kantor kadang terpaksa dibawa ke rumah karena belum selesai. Kalau sekali-dua kali sih okay. Tapi kalau keseringan, bisa berabe.

Namanya pekerjaan kantor, ya seyogianya diselesaikan di kantor. Sebab, kantor memiliki lingkungan yang mendukung untuk kerja.

Beda dengan di rumah. Rumah adalah tempat untuk bersosialisasi dengan keluarga. Tentunya di sini kita gak membicarakan soal orang yang mencari nafkah dari rumah alias kerja secara remote ya.

Buat beberapa orang yang memang berniat bekerja dari rumah secara full-time, konsekuensinya sudah ditakar. Karena itu, pastinya sudah ada kiat untuk menghadapi perbedaan suasana antara kantor dan rumah.

[Baca: Sering Kerja di Rumah? Lakukan 6 Jurus Ini Biar Makin Produktif]

Sedangkan buat mereka yang sejatinya punya kantor, jelas harus lebih beradaptasi karena memang secara natural banyak bekerja di luar rumah. Konsekuensinya gak main-main lho.

Berikut ini alasan kenapa pekerjaan kantor jangan sampai dibawa ke rumah:

1. Mengganggu quality time dengan keluarga

pekerjaan kantor
Seharusnya di rumah senang-senang bareng keluarga, bukan ngulik di depan laptop melulu (family-inc.com)

Setidaknya 10-12 jam sehari sudah habis buat kerja dan perjalanan pulang-pergi ke tempat kerja. Masih mau ditambah beberapa jam kerja di rumah? Kalau begitu, waktu buat keluarga pun pasti terganggu.

Quality time dengan keluarga mesti dimanfaatkan semaksimal mungkin. Ini terutama buat mereka yang kerja di kota besar seperti Jakarta dan Surabaya, di mana waktu sangatlah berharga karena padatnya kota.

2. Stres karena otak gak dikasih kesempatan istirahat

Manusia bukan robot. Kalau robot, cukup isi daya kalau tenaganya mau habis. Sedangkan manusia perlu mengistirahatkan tubuh dan otaknya secara rutin. Emangnya rela hidupmu diambil alih sama pekerjaan?

[Baca: Ini 7 Tanda Kalau Pekerjaan Telah Mengambil alih Hidupmu]

Bila terus bawa kerjaan ke rumah, bakal stres karena otak gak punya kesempatan istirahat. Gangguan psikologis ini bisa menyebar jadi beragam penyakit, dari darah tinggi, jantung, sampai insomnia.

pekerjaan kantor
Bawa kerjaan ke rumah artinya bawa kepala yang pusing ke rumah juga (shweibos.com)

Itu belum termasuk perlunya mengistirahatkan tubuh. Minum suplemen bukanlah solusi bila dilakukan secara terus-menerus. Yang ada tinggal tunggu waktu saat organ gak lagi bisa ditopang zat kimia obat-obatan tersebut.

3. Potensi hasil pekerjaan kantor gak maksimal

Di rumah jelas banyak distraksi dibanding di kantor. Baru buka laptop, eh, Pak RT datang minta sumbangan. Atau pas lagi fokus-fokusnya ngitung, kucing di rumah jatuhin piring. Buyar sudah konsentrasi.

Mungkin hal ini bisa diatasi dengan memiliki ruang kerja sendiri di rumah, di mana gangguan dari luar bisa dicegah. Tapi awas, kalau terjadi kebakaran, gak sadar nanti. Belum lagi konsekuensi nomor 1 di atas, yaitu quality time dengan keluarga terganggu.

4. Boros

pekerjaan kantor
Gak apa-apa lembur, yang penting kerjaan kelar tanpa masalah di rumah (twitter)

Kerja di kantor bakal lebih efektif dan efisien karena didukung infrastruktur memadai yang gratis. Sedangkan bila bawa kerjaan ke rumah, siap-siap merogoh kocek sendiri untuk biaya kerja.

Misalnya buat Internet, listrik, pulsa, sampai makan dan minum. Semua itu gak perlu bayar kalau kita bisa menyelesaikan kerjaan di kantor.

[Baca: Ini Biaya-Biaya yang Mungkin Membengkak Kalau Keseringan Kerja di Rumah]

5. Komunikasi kerja terganggu

Ketika bawa pekerjaan kantor ke rumah, otomatis komunikasi langsung dengan rekan kerja dan atasan serta bawahan terputus. Untuk mengatasinya, bisa telepon atau WhatsApp, juga video call.

Namun komunikasi langsung tetaplah berbeda dengan via teknologi. Lagi pula, komunikasi langsung gak hanya melulu soal pekerjaan.

Ada hal ringan yang kadang dibicarakan di kantor dan menjadi bumbu pertemanan. Dari ledek-ledekan soal klub sepak bola idola sampai ngomongin diskon terkini di toko online. Tanpa itu, relasi dengan kolega kurang sedap.

Bawa pekerjaan kantor ke rumah gak selamanya buruk. Namun sebaiknya jangan sampai keseringan karena konsekuensi-konsekuensi di atas ya.

Lembur di kantor kadang jadi pilihan terbaik. Apalagi bila ada uang lembur yang disediakan. Setidaknya ada kompensasi atas waktu lebih yang mesti dialokasikan buat kerjaan di kantor yang lebih lama itu.

Hardian
Hardian

Sebagai penulis dan penyunting, saya sangat akrab dengan tenggat alias deadline. Dua profesi ini mengajari saya tentang betapa berharganya waktu, termasuk dalam urusan finansial. Tanpa rencana dan kedisiplinan soal waktu, kehidupan finansial pastilah berantakan. Cerita inilah yang hendak saya bagikan kepada semuanya lewat beragam cara, terutama tulisan.

MoneySmart.id adalah portal finansial terbesar dan terpercaya di Indonesia. Melalui konten yang kreatif dan inspiratif, kami berdedikasi untuk menjadi pemandu Anda dalam pengelolaan keuangan yang lebih baik.

IKUTI KAMI DI

Say Hello!

(021) 3005 6456

[email protected]

Jl Benda No. 92,
Jakarta Selatan, Indonesia 12560