6 Tanda Saatnya Kamu Ubah Kerja Sampingan Jadi Pekerjaan Utama

3 menit
Pekerjaan sampingan kadang bisa menghasilkan banyak keuntungan (Shutterstock).
Pekerjaan sampingan kadang bisa menghasilkan banyak keuntungan (Shutterstock).

Menggeluti pekerjaan sampingan memang menjadi opsi yang paling menarik untuk menambah pundi-pundi. Karena kamu dapat gaji dobel, dari pekerjaan utama dan juga dari bayaran proyek sampingan. 

Sayangnya, mengambil sampingan gak selamanya menguntungkan. Kamu dipaksa untuk mengorbankan beberapa hal demi mendapatkan uang tambahan. Yang paling berasa sih paling waktumu jadi lebih sibuk lagi, yang artinya waktu luangmu bakal terkikis. 

Jika biasanya pulang kerja kamu bisa langsung istirahat, tapi kamu harus menyelesaikan proyek-proyek tersebut. Atau pada Sabtu Minggu, waktu terbaik untuk kumpul bersama keluarga dan kerabat dekat jadi berkurang. 

Untuk itu perlu sekali komitmen yang kuat dari diri sendiri untuk menjalankan dua pekerjaan sekaligus. Kalau kedua-duanya sukses, sebenarnya kamu bisa merelakan salah satunya, atau tetap menjalankan keduanya dengan waktu luang yang terbuang. 

Kasus yang sering terjadi adalah, ketika sampingannya sukses, bahkan melebihi pekerjaan utamanya, mereka bakal fokus untuk membangun bisnis sendiri. Tapi, bagaimana caranya menentukan kalau pekerjaan sampingan itu bisa menjadi pekerjaan utama? Berikut ini tanda-tandanya seperti dikutip dari Forbes

1. Menghabiskan banyak waktu dalam mengerjakan pekerjaan sampingan 

Pekerjaan Sampingan
Kerja sampingan (Pixabay).

Tanda-tanda yang pertama adalah, ketika kamu justru lebih banyak menghabiskan waktu di pekerjaan sampingan ketimbang pekerjaan utama. Misalnya saja, setiap waktu luang kamu ngerjain proyek, bahkan saat sedang bekerja di kantor utama, kamu masih curi-curi waktu buat menyelesaikan proyek tersebut. 

2. Pendapatanmu lebih besar dari modal yang dikeluarkan 

Pekerjaan Sampingan
Pendapatan lebih besar (Pixabay).

Menjalankan proyek sampingan juga membutuhkan modal. Meskipun kamu bekerja sebagai penulis lepas misalnya, kamu juga perlu modal untuk membeli laptop, membayar internet, transportasi untuk menuju ke tempat klien, dan sebagainya. 

Seandainya penghasilanmu sudah melebihi pengeluaran yang dilakukan saat menjalankan bisnis. Maka itulah saat yang tepat untuk menjadikannya sebagai pekerjaan utama. 

3. Sudah bersedia meluangkan waktu untuk memasarkan diri 

Pekerjaan Sampingan
Meluangkan waktu (Pixabay).

Pekerjaan sampinganmu gak bakal berhasil kalau gak ada publikasi atau promosi. Dan memasarkan diri sendiri bukanlah perkara yang mudah. Mungkin kamu bisa memakai media sosial, tapi klien akan lebih puas kalau bertemu secara langsung. 

Mendatangi klien secara langsung lumayan menyita waktu, apalagi kalau tempatnya berjauhan. Kalau kamu siap untuk melakukannya, berarti sudah waktunya kamu jadikan sampingan sebagai sumber pendapatan utama. 

4. Hasilnya cukup buat membiayai seluruh pengeluaran 

Pekerjaan Sampingan
Hasilnya cukup untuk memenuhi kebutuhan (Pixabay).

Setiap bulan bahkan setiap harinya kita pasti akan dihadapkan dengan pengeluaran-pengeluaran yang rutin bahkan kadang tak terduga. Misalnya seperti bayar listrik, servis motor, beli pulsa internet, dan lain-lainnya. 

Kamu bisa merubah sampinganmu menjadi pekerjaan atau bisnis utama kalau hasilnya sudah bisa menutupi segala pengeluaranmu. Tapi, pastikan dulu kalau bisnis ini bisa eksis sampai beberapa tahun ke depan. 

5. Kerja sampingan sudah sesuai dengan passion dan visi misimu 

Pekerjaan Sampingan
Bekerja sesuai passion (Pixabay).

Bagi sebagian orang, kerja sampingan bukan cuma soal mencari uang, melainkan mengikuti gairah passion. Ketika pekerjaan utamamu sangat melenceng jauh dari cita-citamu, maka dengan mengambil kerjaan di luar itu adalah pilihan yang tepat. 

Dan ketika sampingan tersebut sudah memberikan banyak positif, apalagi dengan cita-citamu selama ini, maka layak untuk dijadikannya sebagai pekerjaan utama. 

Contohnya, misalnya ada seorang yang bercita-cita menjadi sutradara, lalu ia mengambil kelas seni film, tapi setelah lulus ia justru jadi pegawai bank. Karena merasa tidak memenuhi hasratnya, ia memilih untuk melakukan pekerjaan sampingan sebagai sutradara film pendek. 

Ketika film-film itu menghasilkan banyak keuntungan, maka ia layak untuk meninggalkan pekerjaannya di bank. 

6. Lebih peduli sama side job ketimbang pekerjaan utama

Pekerjaan sampingan
Lebih peduli side job ketimbang pekerjaan utama (Pixabay).

Kehilangan gairah dalam bekerja adalah tanda-tanda kamu mulai bosan terhadap rutinitasnya. Nah kalau misalnya gairah tersebut hilang dari pekerjaan utama, sementara merasa niat banget ngejalanin pekerjaan sampingan, berarti itulah waktunya untuk memfokuskan diri ke kerja sampingan. Daripada kamu cuma buang-buang waktu saja mengerjakan rutinitas sebagai karyawan, mending jadi pebisnis. 

Itulah enam tanda-tanda yang harus kamu lihat untuk menentukan pekerjaan sampingan menjadi pekerjaan utama. Satu hal yang perlu diperhatikan adalah, kamu jangan buru-buru keluar dari pekerjaan utama, cuma gara-gara duit yang dihasilkan dari sampingan lebih besar. Karena itu bukanlah tolak ukur yang tepat. (Editor: Winda Destiana Putri).

Okky Budi
Okky Budi

Penggemar Tsubasa yang jadi sarjana sosial. Kini secara sengaja masuk ke dunia finansial. Semoga bisa memberikan tulisan yang bermanfaat buat pembaca.