4 Brand Ternama yang Terlahir dari Kerja Sampingan, Termasuk Apple Lho!

4 menit
Apple salah satu brand yang terlahir dari pekerjaan sampingan pendirinya (Shutterstock)

Pekerjaan sampingan tidak hanya menambah pendapatan atau pengembangan potensi untuk seseorang. Pekerjaan sampingan juga mendatangkan banyak keuntungan, salah satunya bisa menghasilkan brand ternama.

Gak jarang orang menjalankan usaha atau membuka bisnis sendiri saat masih menjadi karyawan di suatu perusahaan.

Ketika bisnis tersebut berkembang dan memperoleh keuntungan menjanjikan, keluar dari pekerjaan utama menjadi pilihan tepat dan mulai menaruh perhatian penuh ke bisnis sampingan.

Berikut, list beberapa brand ternama kelas dunia, bahkan menjadi yang paling bernilai di dunia yang dimulai dari pekerjaan sampingan pendirinya.

Artinya, para pendiri brand itu dalam mendirikan produknya berdasarkan iseng-iseng belaka alias bereksperimen hanya sebagai sampingan. Yuk, simak kutipan dari Thebalance berikut:

1. Apple

Apple (Pixabay)
Apple (Pixabay)

Siapa sangka, salah satu brand termahal di dunia ini lahir dari pekerjaan sampingan pendirinya. Saat itu tahun 1976, Apple berdiri berkat kolaborasi antara Steve Jobs dan Steve Wozniak.

Jobs tengah bekerja di Atari, sementara Wozniak bekerja sebagai pembuat mesin kalkulator di Hewlett Packard.

Keduanya sering bertemu, dan berdiskusi tentang teknologi-teknologi terbaru. Sambil bekerja, keduanya kemudian mengembangkan sebuah perangkat komputer.

Sama seperti pekerjaan sampingan lainnya, mereka juga menggarap komputer pertama untuk Apple di sela-sela waktu senggang, terutama di akhir pekan dan dikerjakan di garasi rumah orangtua Steve Jobs.

Alhasil, mereka berhasil menghasilkan beberapa produk elektronik yang salah satunya Macintosh. Macintosh menjadi sangat populer, dan fenomenal di kalangan masyarakat karena menjadi pelopor komputer yang bisa dimiliki setiap individu di rumahnya.

Dari hasil kolaborasi iseng-iseng tersebut, perusahaan ini berkembang pesat dengan beragam produk andalan seperti Iphone, Ipad, Ipod, dan Mac.

Kini, produk-produk tersebut menjadi brand paling bernilai versi Forbes pada tahun 2018 dengan nilai perusahaan mencapai US$ 926 milliar atau sekitar Rp 13 kuadriliun.

Baca juga: 11 Peraturan Sukses untuk Karyawan Apple, Bisa Ditiru!

2. Instagram

Instagram (Pixabay)
Instagram (Pixabay)

Aplikasi yang satu ini juga lahir berkat waktu senggang pendirinya, Kevin Systrom dan Mike Krieger. Awal mulanya, mereka menciptakan sebuah aplikasi check-in seperti Foursquare, dilengkapi dengan foto-foto, aplikasi itu diberi nama Burbn pada tahun 2010.

Mereka serius mengembangkan aplikasi tersebut tapi dilakukan saat waktu senggang, di malam hari sepulang kerja, dan pada saat Weekend.

Proses pembuatannya pun gak mengandalkan ruangan di kantor-kantor besar. Tapi, di sebuah coworking space sewaan.

Merasa sulit menyaingi popularitas Foursquare, mereka akhirnya mengganti nama Burbn menjadi Instagram dan mengubahnya jadi aplikasi ponsel untuk memamerkan foto.

Dua tahun sejak Instagram diluncurkan atau lebih tepatnya pada tahun 2012, aplikasi ini dibeli Facebook dengan harga fantastis mencapai US$ 1 miliar atau sekitar Rp 14 triliunan. Padahal, saat itu Instagram belum mendapatkan profit sama sekali.

Tapi, sejak diakuisisi Facebook, jumlah pengguna dan popularitas Instagram meningkat, mencapai 700 juta pengguna aktif per bulan.

Baca juga: Tinggalkan Pekerjaan Utama, 4 Pengusaha Ini Justru Sukses lewat Kerja Sampingan

3. Under Armour

Under Armour (Bifold.com)
Under Armour (Bifold.com)

Sang pendiri, Kevin Plank merupakan atlet football di kampusnya University of Maryland. Sering berlatih, dia merasa bahwa pakaian yang dikenakannya tidak nyaman sama sekali.

Pakaian yang dikenakannya sehari-hari tidak mampu menyerap keringat, dan bahkan berat ketika dikenakan.

Pada tahun 1996 Plank memutuskan buat iseng-iseng bikin baju sendiri. Baju yang menurutnya mampu menjaganya tetap kering meski berlatih sekeras apapun.

Akhirnya merasa ini bisa menjadi peluang bisnis yang menjanjikan, Plank mulai memproduksinya secara masal dan menjualnya sendiri dengan menggunakan mobil yang disulap jadi toko pinggiran.

Selang dua tahun kemudian Under Armour mulai dikenal, Plank memutuskan untuk membuka pabriknya sendiri.

Kini, Under Armour menjadi salah satu produk pakaian olahraga terkenal di seluruh dunia dengan nilai pendapatan mencapai US$ 4 miliar per tahunnya atau Rp 56 triliunan.

4. Groupon

Groupon (Nypost.com)
Groupon (Nypost.com)

Groupon didirikan Andrew Mason pada tahun 2006. Saat itu, Mason secara iseng-iseng menciptakan website yang diberi nama The Point.

The Point merupakan sebuah website atau platform media sosial yang memungkinkan orang-orang untuk bisa menyelesaikan kasus secara bersama-sama.

Website ini dikembangkannya di sela-sela waktu senggangnya, mengingat Mason merupakan karyawan di sebuah perusahaan lembaga penelitian kebijakan publik.

The Point berkembang, tapi Mason terus berpikir untuk menciptakan sebuah platform yang lebih banyak dicari orang. Salah satu idenya adalah, membuat website yang memungkinkan pengguna mendapatkan diskonan setiap harinya.

Hingga akhirnya dia mengubah The Point menjadi Groupon. Groupon seperti website e-commerce yang menjajakan berbagai penawaran potongan harga mulai dari makanan, hiburan, hingga barang-barang lainnya.

Groupon terus mencatatkan kinerja yang positif hingga Mason berani merekrut mantan petinggi di Yahoo menjadi COO. Kini e-commerce yang berpusat di Chicago telah memiliki cabang di beberapa negara termasuk di Singapura, Thailand, dan Indonesia.

Perusahaan yang bermula dari iseng-iseng ini sekarang bernilai US$ 11,5 miliar atau Rp 162 miliaran dengan total penjualan per tahun rata-rata US$ 1,6 miliar atau Rp 22 triliunan.

Nah, kamu pasti sudah pada tahu kan brand-brand di atas, tapi kamu pasti baru tahu kan tentang kisah mereka kalau ternyata hanya berawal dari proyek waktu senggang.

Pelajaran yang bisa dipetik adalah dalam menjalankan pekerjaan sampingan kamu juga perlu memiliki sebuah inovasi dan kreativitas. Kalau gak punya dua hal itu mungkin penghasilannya hanya cukup untuk menambal kebutuhanmu saja. (Editor: Chaerunnisa)

Okky Budi
Okky Budi

Penggemar Tsubasa yang jadi sarjana sosial. Kini secara sengaja masuk ke dunia finansial. Semoga bisa memberikan tulisan yang bermanfaat buat pembaca.

MoneySmart.id adalah portal finansial terbesar dan terpercaya di Indonesia. Melalui konten yang kreatif dan inspiratif, kami berdedikasi untuk menjadi pemandu Anda dalam pengelolaan keuangan yang lebih baik.

IKUTI KAMI DI

Say Hello!

(021) 3005 6456

[email protected]

Jl Benda No. 92,
Jakarta Selatan, Indonesia 12560

Singapore Indonesia Hong Kong Taiwan